p-Index From 2021 - 2026
0.444
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Missio Cristo
Teguh Santoso
Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hambatan Dan Penyelesaian Penginjilan Di Tengah Masyarakat Multikultural Di Kota Surabaya Teguh Santoso; Erlin Maharani
Jurnal Missio Cristo Vol. 5 No. 2: Jurnal Missio-Cristo Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58456/missiocristo.v5i2.29

Abstract

This research focuses on the challenges and solutians faced in the task of evangelization in a pluralistic society.as part of its main task, the church today still recognizes evangelism as its duty and responsibility. The main problem is how the church increases the effectiveness of evangelism as one of its taks, especially in a pluralistic society, and how the church provides a solution. Evangelism in a pluralistic society especially in large cities is a challenge faced. Whether the church is able toface challenges it finds in plural societies, and how the churh provides a solution. From the results of study it was found that the challenges of evangelism in plural societies include: the existence of exclusive community groups, so that outreach was difficult to do, and the difficulty of establishing cooperation with urban communities was caused by factors such as: high suspicion in a pluralistic society in balancing the demands of life, and urban society. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Penelitian ini memaparkan tentang hambatan-hambatan serta cara penyelesaian yang dihadapi dalam melaksanakan tugas penginjilan dalam masyarakat yang bersifat multicultural. Sebagai bagian dari tugas utamanya, gereja masa kini pun masih mengakui penginjilan sebagai tugas dan tanggung jawabnya. Menjadi pokok permasalahannya adalah bagaimana gereja meningkatkan keefektifan penginjilan sebagai salah satu tugasnya, khususnya di tengah masyarakat yang bersifat multikultural. Penginjilan di tengah kehidupan masyarakat yang majemuk khususnya di kota-kota besar, merupakan tantangan yang harus dihadapi oleh gereja masa kini. Apakah gereja mampu menghadapi tantangan demi tantangan yang ditemukannya di tengah masyarakat multikultural, serta bagaimana cara gereja memberikan jalan keluar. Dari hasil penelitian diketahui bahwa tantangan penginjilan dalam masyarakat multikultural antara lain: adanya kelompok masyarakat yang besifat eksklusif, sehingga penjangkauan sulit dilakukan, serta kesulitan untuk membangun kerja sama dengan masyarakat kota disebabkan oleh faktor-faktor antara lain: Tingginya rasa curiga dalam diri masyarakat, kesibukan masyarakat untuk mengimbangi tuntutan kehidupan, dan masyarakat kota pada umumnya berfikir apakah kerja sama itu akan memberi keuntungkan atau tidak sama sekali baginya.
Pengaruh Pastoral Konseling Terhadap Pertumbuhan Iman di Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Manukan Surabaya Erlin Maharani; Teguh Santoso
Jurnal Missio Cristo Vol. 6 No. 2: Jurnal Missio-Cristo Oktober 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sola Gratia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58456/missiocristo.v6i2.56

Abstract

The concept of pastoral counseling in this study was tested in relation to the concept of faith growth in the Manukan Congregational GKJW Surabaya. The purpose of this study was to find out whether there is an influence of pastoral counseling on the growth of faith in the current GKJW Congregation of Manukan Surabaya. This study took the population of the Jawi Wetan Christian Church (GKJW) Manukan Congregation in Surabaya. The approach used is to use quantitative methods and use regression analysis with the aim to measure the effect partially and also simultaneously between pastoral counseling on the growth of faith. The respondents who were involved were the servants and also the GKJW Manukan congregation ranging in age from 17 years to 70 years with a total of 150 people. There were two questionnaires that did not return, so that a total of 148 questionnaires returned. The instrument used was a closed questionnaire. The results show that Pastoral Counseling partially affects the growth of faith. The t-count value is positive, meaning that the influence that occurs is positive or can be interpreted: The higher/better the pastoral counseling is, the more the growth of faith in GKJW Congregation Manukan Surabaya will also increase. ABSTRAK BAHASA INDONESIA Konsep pastoral konseling dalam penelitian ini diuji dalam hubungannya dengan konsep pertumbuhan iman di GKJW Jemaat Manukan Surabaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah ada pengaruh pastoral konseling terhadap pertumbuhan iman di GKJW Jemaat Manukan Surabaya saat ini. Penelitian ini mengambil populasi di Greja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Jemaat Manukan Surabaya. Pendekatan yang digunakan adalah menggunakan metode kuantitatif dan menggunakan analisis regresi dengan tujuan untuk mengukur pengaruh secara parsial dan juga secara bersama-sama antara pastoral konseling terhadap pertumbuhan iman. Responden yang dilibatkan adalah para pelayan dan juga jemaat GKJW Manukan mulai usia 17 tahun sampai 70 tahun dengan jumlah total sebanyak 150 orang. Adapun ada dua angket yang tidak kembali, sehingga total angket yang kembali sebanyak 148. Instrument yang digunakan adalah angket tertutup. Hasilnya menunjukkan bahwa Pastoral Konseling secara parsial berpengaruh terhadap pertumbuhan iman. Nilai t hitung positif, artinya pengaruh yang terjadi adalah positif atau dapat diartikan: Semakin tinggi/baik pastoral konseling yang dilakukan, maka semakin meningkat pula pertumbuhan iman di GKJW Jemaat Manukan Surabaya.