Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar pada Lembaga Pendidikan Islam: Tinjauan Teoritis Muslim HU
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Periode Februari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v3i01.2033

Abstract

Kurikulum sekolah harus terdiversifikasi dengan program merdeka belajar agar dapat berjalan secara berkesinambungan dengan undang-undang dan peraturan pemerintah yang berlaku. Serta perlunya transformasi manajemen pendidian nasional yang masih memiliki problem dalam mengatasi setiap kebijakan pendidian yang saling tumpang tindih. Penulisan ini menggunakan studi literatur, penulisan dilakukan dengan tujuan untukmengetahui Sumber data dalam penulisan ini menggunakan sumber data sekunder yaitu Artikel, Jurnal dan Buku. Dalam penulisan ini sumber tertulis berdasarkan dokumen yang ada berupa dokumen-dokumen atau data yang berkaitan dengan Kurikulum Merdeka Belajar. Manajemen kurikulum merdeka belajar pada lembaga pendidikan Islam adalah segenap proses usaha bersama untuk memperlancar pencapaian tujuan pengajaran dengan titik berat pada usaha, meningkatkan kualitas interaksi dan mengajar. Manajemen kurikulum merdeka belajar meliputi aktivitas perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pelaksanaan (actuating), dan evaluasi (evaluating) dalam menyelesaikan segala urusan dengan memanfaatkan semua sumberdaya yang ada melalui orang lain agar mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pemikiran Syed Muhammad Naquib Al-Attas tentang Pendidikan Islam Abad 21 Mengadapi Desrupsi Teknologi Muslim HU
Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer Vol. 3 No. 01 (2023): Artikel Riset Periode Februari 2023
Publisher : Information Technology and Science (ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47709/jpsk.v3i01.2034

Abstract

Pendidikan Islam sering hanya difahami sebagai pemindahan pengetahuan (knowledge) dan nilai-nilai (values) ajaran Islam yang tertuang dalam teks-teks agama, sedangkan ilmu-ilmu sosial (social sciences) dan ilmu-ilmu alam (nature sciences) dianggap pengetahuan yang umum (sekular). Dengan melihat realitas ini, para tokoh pendidikan Islam secara responsif berupaya memberikan jawaban terhadap permasalah pendidikan ini. Salah satu tokoh pemikir Islam yang dikenal dalam gagasan ini adalah Muhammad Naquib Al-A??as. Beliau merupakan tokoh penggagas Islamisasi ilmu pengetahuan yang menjadi salah satu konsep dalam pendidikan Islam. Penelitian ini bertujuan untuk menggali bagaimana konsep Pendidikan menurut Muhammad Naquib Al-A??as. Studi penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi Pustaka, hasil kajian menunjukkan bahwa menurut al-A??as, setidaknya terdapat dua makna Islamisasi yaitu Islamisasi pikiran dari pengaruh ekternal dan kedua Islamisasi pikiran dari dorongan internal. Yang pertama pembebasan pikiran dari pengaruh magis (magical), mitologis (mythology), animisme (animism), nasional-kultural (national cultural tradition), dan paham sekuler (secularism). Sedangkan yang kedua adalah pembebasan jiwa manusia dari sikap tunduk kepada keperluan jasmaninya yang condong menzalimi dirinya sendiri.