This Author published in this journals
All Journal Lensa Ekonomi
Rully N Wurarah
FEB - UNIPA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Pengaruh Aglomerasi Industri Pengolahan dan Pertanian Terhadap Hubungan antara Pertumbuhan Ekonomi dengan Ketimpangan Regional di Provinsi Papua Barat Yuli Tri Arimurty Nainggolan; Rully N Wurarah; Dedy Riantoro
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1090.72 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.93

Abstract

This study aimed to investigate the effect of the agglomeration of manufacturing industries and agriculture on the relationship between economic growth and regional inequality in West Papua in 2013-2017. The research was carried out by calculating the Williamson Index as an indicator of regional inequality, the Balassa Index as an indicator of industrial and agricultural agglomeration, and calculating the economic growth. Then an analysis is performed on whether economic growth significantly affects disparities between Regencies and Cities in Papua Barat. Ten variables were tested using the interaction test, the absolute difference test and the residual test. The results of this study show that economic growth significantly affects regional inequalities, with the agglomeration of manufacturing industries helping to increase economic growth and reduce regional disparities, yet agricultural agglomeration does not able to increase the economic growth and reduce regional inequalities. It can be said that the agglomeration of manufacturing industries is able to become a moderating variable, while agricultural agglomeration not able to be a moderating variable. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aglomerasi industri pengolahan dan pertanian terhadap hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan ketimpangan wilayah di Papua Barat tahun 2013-2017. Penelitian dilakukan dengan menghitung Indeks Williamson sebagai indikator ketimpangan wilayah, Indeks Balassa sebagai indikator aglomerasi industri dan pertanian, dan menghitung pertumbuhan ekonomi. Kemudian dilakukan analisis tentang apakah pertumbuhan ekonomi secara signifikan mempengaruhi disparitas antar kabupaten / kota di Papua Barat. Sepuluh variabel diuji menggunakan uji interaksi, uji beda mutlak dan uji residual. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi berpengaruh signifikan terhadap ketimpangan wilayah, dengan adanya aglomerasi industri pengolahan membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan wilayah, namun aglomerasi pertanian tidak dapat atau belum mampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan wilayah. Dapat dikatakan bahwa aglomerasi industri pengolahan mampu menjadi variabel moderasi, sedangkan aglomerasi pertanian belum mampu menjadi variabel moderasi.
Analisis Pengembangan Pariwisata di Bakaro Beach untuk Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manokwari Yusuf Anthonimus Mayor; Rully N Wurarah; Mus Mualim
Lensa Ekonomi Vol 14 No 02 (2020): Lensa Ekonomi
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (741.744 KB) | DOI: 10.30862/lensa.v11i01.85

Abstract

This study aims to analyze the development of tourism in Bakaro Beach in order to increase the Regional Original Income (PAD) of Manokwari Regency. A qualitative descriptive approach is used to describe the tourism development of Bakaro Beach. The samples in this study were the staff of Tourism Office 10 people, 10 people from Bakaro Beach private sector and 30 people from Bakaro Village. The data analysis method used in this research is data triangulation and qualitative descriptive analysis through data reduction, data presentation and verification. The results of this study found that until now the Manokwari Regency Tourism Office does not have a clear tourism development program. Marketing and promotion of tourist objects have been carried out, but there are no clear regulations governing the management of tourist objects so that they cannot be used for increasing PAD in Manokwari Regency. In addition, the infrastructure conditions for tourism development in Manokwari Regency are still inadequate. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengembangan pariwisata di Bakaro Beach terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Manokwari. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan untuk memaparkan pengembangan pariwisata Bakaro Beach dalam meningkatkan pendapatan asli daerah. Sampel dalam penelitian ini adalah Dinas Pariwisata berjumlah 10 orang, swasta Bakaro Beach sejumlah 10 orang dan masyarakat kampung Bakaro sebanyak 30 orang. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini ialah triangulasi data dan analisis deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data dan verifikasi. Kesimpulan dari hasil penelitian ini menemukan bahwa sampai dengan saat ini Dinas Pariwisata Kabupaten Manokwari belum memiliki program pengembangan pariwisata yang rinci, telah dilakukan pemasaran dan promosi terhadap objek wisata, akan tetapi belum ada regulasi yang jelas yang mengatur tentang pengelolaan objek wisata sehingga belum dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan PAD Kabupaten Manokwari. Selain itu, kondisi infrastruktur bagi pengembangan pariwisata di Kabupaten Manokwari belum memadai.