Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya visual perkembangan arsitektur di Kabupaten Lampung Barat D Lisa*; C Persada; F Rusmiati
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1621.443 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v3i.28

Abstract

Masyarakat meningkatkan kualitas hidupnya dengan berkegiatan sehari-hari sejak dulu hingga kini seperti ritual/penghorhamatan para leluhur, kesenian/tari, musik, pantun, tradisi kuliner/makan bersama kekeluargaan, pesta adat perkawinan, kawasan bangunan beserta ruang/lingkungan juga mata pencaharian/berkebun/bertani. Arsitektur ada sebagai jawaban terhadap pentingnya wadah untuk melakukan berbagai aktivitas manusia dalam ruang dan waktu. Nilai budaya yang ada dalam diri manusia terwujud dalam manifestasi suatu karya arsitektur dalam wujud bangunan dan bentukannya (elemen pembentuk ruang). Secara garis besar pengaruh terhadap arsitektur tidak terkecuali, telah menciptakan kondisi yang kemungkinan akan mengikis ketahanan budaya lokal. Tuntutan terhadap mempertahankan budaya dan juga tetap menjaga kearifan lokal jadi taruhannya. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif diharapkan akan menjawab semua pertanyaan yang ada saat ini. Dilakukan pendalaman analisis dengan bantuan observasi/pengamatan terhadap obyek sekitar lingkungan kawasan. Perkembangan arsitektur yang terjadi saat ini menjadi cerminan bahwa arsitektur yang tercermin melalui budaya visual tidak dapat dipandang sebelah mata. Kenyataan ini menjadikan bangunan arsitektur berkontribusi besar terhadap perkembangan suatu wilayah, menjadikannya sebagai identitas lokal yang sangat kental, baik secara indra visual/mata maupun budaya visual yang tercipta yang telah mendarah daging hingga bertransformasi dan menjadi tradisi masyarakat setempat. Wujud arsitektur dalam bentuk ruang/bangunan beserta bentukannya hadir/ada dalam berbagai aspek yang berkaitan dengan gagasan manusia mengiringi budaya visual yang kini tumbuh dan menyatu seperti salah satunya kesadaran lingkungan akan pentingnya menjaga dan mempertahankan benda bangunan beserta manusianya.
Pelestarian bangunan arsitektur mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di pekon kenali kabupaten lampung barat D Lisa; F Rusmiati; Y Kesuma
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.566 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.43

Abstract

Bangunan arsitektur khas dan menjadi bagian dari generasi selanjutnya telah ada sejak lama dan sampai saat ini tetap megah, unik berdiri, yakni bangunan panggung. Konstruksi bangunan panggung tinggi rata-rata dua meter dari atas permukaan tanah, sistem sambungan kayu, dengan teknik kearifan tukang kayu lokal/setempat, umumnya berbahan organik seperti kayu, bambu, sirap, alang-alang, daun rumbia, rotan yang ada dan tumbuh di wilayah setempat, ornamen bermotif hias tanaman dan hewan dengan pola pembangunan rumah diawali ritual permohonan doa dengan tujuan keselamatan bagi penghuni rumah, serta tidak melupakan tetap dengan bentuk bangunan panggung, sehingga hal ini menjadi bagian dari bangunan dan prosesi pembangunan seutuhnya hingga sekarang. Keberadaanya kini patut dilestarikan karena warga masih meyakini dan percaya serta menghormati para leluhur mereka juga sebagai nilai filosofi terhadap pewarisan bangunan tempat tinggalnya menjadi bagian satu kesatuan kawasan seutuhnya guna memperkaya kearifan lokal dan mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berfungsi melindungi dan menjaga warisan budaya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif diharapkan dapat menjelaskan dan pendalaman analisis dengan bantuan observasi/pengamatan terhadap obyek sekitar lingkungan kawasan. Bangunan arsitektur khususnya bangunan panggung seperti rumah tinggal, rumah tokoh, rumah adat, rumah raja/bangsawan sekitar obyek penelitian ini rata-rata berusia lebih dari lima puluh tahun, bahkan ada yang sudah berusia ratusan tahun. penelitian dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian yang patut dihargai dan dilestarikan keberadaannya sampai sekarang bagi generasi di masa yang akan datang. Berlokasi di Pekon Kenali, Kabupaten Lampung Barat, diharapkan menjadi warisan budaya setempat sebagai bentuk pelestarian bangunan.