Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Privatisasi ruang publik trotoar: “Koridor jalan di lingkungan kampus Universitas Lampung” Nandang; D Lisa; D Hardilla; D Jhonnata*
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 3 (2020)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1316.42 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v3i.16

Abstract

Trotoar umumnya berfungsi mengakomodasi aktivitas pejalan kaki dan dalam perkembangannya trotoar diperuntukkan juga bagi pengguna penyandang disabilitas seperti tuna netra serta tuna daksa. Trotoar sebagai tempat umum merupakan salah satu kebutuhan esensial masyarakat perkotaan demi memiliki akses transportasi yang baik, murah, sehat, juga menyenangkan. Banyak hal yang perlu dibahas ketika berhubungan dengan trotoar, apalagi jika penempatannya berada di lingkungan tempat pendidikan. Kampus yang dipilih dalam penelitian ini adalah “Universitas Lampung”, pertimbangan mengapa lokasi tersebut dipilih tentunya karena perbedaan perilaku antara masyarakat umum dengan dominasi remaja yang dikenal sebagai mahasiswa. Disamping diketahui bahwasanya Universitas Lampung merupakan salah satu Perguruan Tinggi tertua di Sumatera dan sudah selayaknya memiliki trotoar yang tidak hanya baik serta terencana, tetapi juga memenuhi tujuan jangka panjang yaitu mampu beradaptasi secara efisien terhadap fungsi.
Pelestarian bangunan arsitektur mendukung tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) di pekon kenali kabupaten lampung barat D Lisa; F Rusmiati; Y Kesuma
Prosiding Seminar Nasional Ilmu Teknik Dan Aplikasi Industri Fakultas Teknik Universitas Lampung Vol. 4 (2021)
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.566 KB) | DOI: 10.23960/prosidingsinta.v4i.43

Abstract

Bangunan arsitektur khas dan menjadi bagian dari generasi selanjutnya telah ada sejak lama dan sampai saat ini tetap megah, unik berdiri, yakni bangunan panggung. Konstruksi bangunan panggung tinggi rata-rata dua meter dari atas permukaan tanah, sistem sambungan kayu, dengan teknik kearifan tukang kayu lokal/setempat, umumnya berbahan organik seperti kayu, bambu, sirap, alang-alang, daun rumbia, rotan yang ada dan tumbuh di wilayah setempat, ornamen bermotif hias tanaman dan hewan dengan pola pembangunan rumah diawali ritual permohonan doa dengan tujuan keselamatan bagi penghuni rumah, serta tidak melupakan tetap dengan bentuk bangunan panggung, sehingga hal ini menjadi bagian dari bangunan dan prosesi pembangunan seutuhnya hingga sekarang. Keberadaanya kini patut dilestarikan karena warga masih meyakini dan percaya serta menghormati para leluhur mereka juga sebagai nilai filosofi terhadap pewarisan bangunan tempat tinggalnya menjadi bagian satu kesatuan kawasan seutuhnya guna memperkaya kearifan lokal dan mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan yang berfungsi melindungi dan menjaga warisan budaya. Menggunakan metode deskriptif kualitatif diharapkan dapat menjelaskan dan pendalaman analisis dengan bantuan observasi/pengamatan terhadap obyek sekitar lingkungan kawasan. Bangunan arsitektur khususnya bangunan panggung seperti rumah tinggal, rumah tokoh, rumah adat, rumah raja/bangsawan sekitar obyek penelitian ini rata-rata berusia lebih dari lima puluh tahun, bahkan ada yang sudah berusia ratusan tahun. penelitian dilakukan sebagai bagian dari upaya pelestarian yang patut dihargai dan dilestarikan keberadaannya sampai sekarang bagi generasi di masa yang akan datang. Berlokasi di Pekon Kenali, Kabupaten Lampung Barat, diharapkan menjadi warisan budaya setempat sebagai bentuk pelestarian bangunan.