Sambas Sugiarto
Universitas Negeri Padang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengawasan Kepala Sekolah dalam Pelaksanaan Bimbingan dan Konseling di Sekolah Neviyarni Neviyarni; Firman Firman; Ida Murni; Yenni Elfira; Sambas Sugiarto
Jurnal Aplikasi IPTEK Indonesia Vol 6, No 1 (2022)
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/4.16506

Abstract

Keberhasilan program layanan bimbingan dan konseling (BK) di sekolah tidak hanya ditentukan oleh keahlian dan keterampilan para guru BK itu sendiri, namun juga sangat ditentukan oleh komitmen, kerjasama dan keterampilan seluruh staf sekolah. Realitas di sekolah, pada umumnya guru BK/konselor di sekolah banyak melakukan kegiatan non-konseling seperti guru BK/konselor bekerja sebagai tenaga yang bertugas mendisiplinkan siswa, sebagai tenaga pengelola serta pengumpul dokumen sekolah dan sebagai tenaga administrasi ujian siswa (Lowery et al., 2018; Fye et al., 2020). Hasil diskusi awal dengan 5 orang kepala sekolah di Kabupaten Agam pada bulan April 2021 tentang kinerja guru BK/konselor  dan pengawasan kepala sekolah yang mengemukakan bahwa mereka belum mengetahui sepenuhnya pekerjaan yang semestinya dikerjakan guru BK. Mereka menyatakan bahwa kerja guru BK sebagai profesi yang pekerjaannya mudah yaitu bekerja kalau ada siswa yang bermasalah di sekolah saja. Salah satu upaya untuk meningkatkan kinerja guru BK/konselor  dan pengawasan kepala sekolah SMP Negeri dan Swasta dalam penyelenggaraan pengawasan pelaksanaan BK di sekolah, tim pengabdian kepada masyarakat melaksanakan workshop di SMPN 2 IV Koto Kab. Agam. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula Pertemuan SMPN 2 IV Koto Kab. Agam, Sabtu 24 September 2022. Dalam kegiatan ini hadir Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kab. Agam, Bapak Drs. Isra, M.Pd., Ketua Pelaksana yang sekaligus pemateri Prof. Dr. Neviyarni S., M.S., Kons., pemateri Prof. Dr. Sufyarma M., M.Pd., dan Dr. Riska Ahmad, M.Pd., Kons. Anggota Pengabdian kepada Masyarakat terdiri dari Prof. Dr. Firman, M.S., Kons., Dr. Irda Murni, M.Pd., Yenni Elfira S.Pd., M.Pd., Kons., dan Sambas Sugiarto, S.Sos., M.Pd. Workshop mengenai pegawasan kepala sekolah dalam pelaksanaan BK ini dilakukan pemberian pemahaman kepada kepala sekolah agar dapat mengawasi dan mensupervisi kegiatan guru BK/konselor di sekolah. Pelaksanaan kegiatan workshop dilakukan dengan metode ceramah, diskusi dan evaluasi.
Pelaksanaan Layanan Konsultasi Dalam Mengatasi Masalah Belajar Siswa Di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu Sambas Sugiarto
KENDURI : Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2021): Desember
Publisher : Yayasan Darussalam Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Layanan konsultasi dalam mengatasi masalah belajar siswa di SMP Negeri 5 Kota bengkulu dilaksanakan dengan adanya kerjasama guru wali kelas serta orang tua, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan program layanan konsultasi dalam menangani masalah belajar siswa. Untuk mengetahui kendala yang dihadapi guru bimbingan dan konseling dalam melaksanakan layanan konsultasi terhadap masalah pribadi siswa. Pendekatan ini menggunakan pendekatan kualitatif, dan menggunakan teknik pengumpulan data melalui observasi dan wawancara. Subjek penelitian ini adalah guru bimbingan dan konseling, wali kelas, orang tua, dan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konsultasi di SMP Negeri 5 Kota Bengkulu dalam mengatasi masalah belajar siswa menggunakan teknik-teknik layanan konsultasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan konsultasi dalam mengatasi masalah belajar cukup efektif, hal ini dikarenakan adanya program layanan konsultasi yang khusus di rancang untuk mengatasi masalah belajar siswa yang ada di sekolah tersebut. Pelaksanaan layanan konsultasi terdapat beberapa kendala yang di jumpai oleh guru bimbingan dan konseling diantaranya kurang terbukanya siswa terhadap guru wali kelas dan kurang kepekaan wali kelas dalam memahami dan mengerti keadaan siswa serta orang tua yang belum begitu terbuka terhadap aktivitas anaknya sehari-hari sehingga layanan konsultasi tidak berjalan sesuai harapan yang diinginkan. Adapun upaya yang dilakukan untuk menyikapi kendala-kendala tersebut guru bimbingan dan konseling harus lebih terbuka dengan siswa dan orangtua agar lebih merasa nyaman dan percaya kepada wali kelas sehingga siswa bisa menceritakan masalah sepenuhnya ke guru bimbingan dan konseling agar bisa ditangani secara tepat dan tuntas.