Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Gambaran Apraisal Sikap dalam Teks Dialog Penyandang Anxiety Suriyadi; Erwinsyah; Sulaiman Ahmad
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 01 (2021): Artikel Riset Periode November 2021
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.441 KB) | DOI: 10.47709/jbsi.v1i01.1394

Abstract

Penelitian bahasa evaluatif dalam teori Apraisal ini menggambarkan makna yang terdapat dalam teks dialog para penyandang ansietas (anxiety) dalam grup Bye-Bye Cemas 3 (BBC3) yang dapat berupa sumber-sumber bahasa yang tidak hanya memiliki nilai negatif tetapi juga bersumber dari bahasa-bahasa yang memiliki nilai positif. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk memerikan apraisal Sikap dalam teks dialog penyandang anxiety dan (2) menganalisis apraisal Sikap yang terbentuk dalam teks dialog penyandang Anxiety. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif analitis. Data yang bersumber dari teks dialog penyandang anxiety di grup whatsApp BBC3 dikumpulkan, dikelompokkan dan dianalisis berdasarkan data apa adanya yang dikomunikasikan oleh para penyandang anxiety. Berdasarkan analisis data disimpulkan: (1) penggunaan sumber-sumber subsistem Afek dalam apraisal Sikap paling dominan dibandingkan dengan kedua subsistem lainnya yaitu Penghakiman/Penilaian dan Apresiasi. (2), penggunaan sumber-sumber “takut” bernilai negatif paling dominan dalam subsistem Afek, kemudian diikuti sumber-sumber “ingin/hasrat” yang bernilai positif. Setelah itu, penggunaan sumber-sumber “kapasitas” bernilai possitif paling dominan dalam subsistem Penilaian/Penghakiman, kemudian diikuti sumber-sumber “tenasitas” yang bernilai negatif. Penggunaan sumber-sumber “kualiatas” bernilai positif paling dominan dalam subsistem Afek, kemudian diikuti sumber-sumber “valuasi” yang bernilai negatif. Dominasi penggunaan leksis subsistem Afek dalam percakapan para penyandang anxiety di WhatsApp BBC pada umumnya disebabkan para penyandang anxiety berbicara tentang ekspresi emosi dan perasaan mereka berkaitan dengan penyakit cemas dan takut yang menerpa mereka.
Exploring social class dynamics in the novel "Laskar Pelangi": An in-depth analysis Majid Wajdi; Subekhi Hadi Purnomo; Siti Mariam; Suriyadi Suriyadi; Amrullah Amrullah
Journal of Education, Social & Communication Studies Vol. 1 No. 1 (2024): January 2024
Publisher : PT. MAWAMEDIA JAYAMUSTA BUANASIHA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study goes into the intricate web of social class dynamics depicted in the Indonesian novel "Laskar Pelangi" by Andrea Hirata. Set against the backdrop of Belitung, the narrative unfolds the lives of a group of students as they navigate the challenges of education and dreams. The primary aim of this research is to dissect the nuanced portrayal of social classes within the novel, examining how they shape characters' identities, opportunities, and interactions. To achieve a comprehensive understanding, a qualitative approach is employed, involving close textual analysis of key passages and character interactions. The analysis focuses on identifying and categorizing the various social classes represented in the novel, exploring the factors that contribute to their formation, and elucidating the implications of these class distinctions on character development and societal structures. Themes such as education, economic disparities, and cultural influences are scrutinized to unravel the intricate threads that weave the social tapestry of "Laskar Pelangi." This study concludes by synthesizing the findings, offering a nuanced understanding of how social class dynamics are intricately interwoven into the narrative fabric of "Laskar Pelangi." The novel serves as a microcosm reflecting broader societal structures in Indonesia, shedding light on the complexities and challenges faced by individuals from different social strata. This exploration contributes to the broader discourse on literature and social class, emphasizing the relevance of such analyses in understanding the cultural and societal nuances depicted in literary works.
Menata Ulang Pendidikan Bahasa Inggris di Era Generative AI: Integrasi EFL, ESP, Multilingualisme, dan Pedagogi Berbasis Teknologi untuk Mempersiapkan Pembelajar Masa Depan Suriyadi Suriyadi
Educational Studies and Research Journal Vol. 3 No. 2 (2026): Educational Studies and Research Journal
Publisher : MID Publisher International

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60036/zx5rgy47

Abstract

Perkembangan Generative Artificial Intelligence telah mendorong transformasi pendidikan bahasa Inggris menuju pembelajaran yang lebih adaptif, interaktif, kontekstual, dan berbasis teknologi. Penelitian ini bertujuan menganalisis perkembangan pendidikan bahasa Inggris pada era GenAI dengan mengintegrasikan perspektif English as a Foreign Language, English for Specific Purposes, multilingualisme, dan technology-enhanced language pedagogy dalam mendukung kesiapan pembelajar menghadapi kebutuhan masa depan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi literatur. Data dianalisis menggunakan thematic content analysis melalui tahapan reduksi data, kategorisasi, interpretasi, perbandingan, dan sintesis temuan. Hasil analisis menunjukkan bahwa GenAI memiliki potensi untuk meningkatkan kompetensi bahasa, mendukung pengembangan keterampilan menulis dan membaca, menyediakan umpan balik secara cepat, memperkuat pembelajaran EFL dan ESP, serta meningkatkan relevansi kompetensi bahasa dengan kebutuhan komunikasi profesional. Namun, efektivitas implementasinya dipengaruhi oleh kesiapan pedagogis, literasi AI, infrastruktur teknologi, kebijakan institusional, integritas akademik, serta keberagaman linguistik dalam lingkungan pendidikan. Penelitian ini menegaskan bahwa transformasi pendidikan bahasa Inggris pada era GenAI memerlukan pendekatan yang berorientasi pada teknologi sekaligus berlandaskan prinsip pedagogis, inklusivitas, relevansi profesional, dan kesiapan menghadapi perubahan dunia pendidikan serta dunia kerja.