Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Zinc sebagai Imunomodulator pada Pasien COVID-19 Pamela B. Ratela; Youla A. Assa; Murniati Tiho
eBiomedik Vol. 10 No. 1 (2022): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v10i1.38277

Abstract

Abstract: Consumption of micronutrients is essential for maintaining optimal health. Zinc can act as an immunomodulator and is a compound that can interact with the immune system. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) is a disease caused by Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Until now, there is no specific treatment for COVID-19, because the  has self-limiting properties, so the healing process is influenced by immunity. Various efforts have been made as prevention, one of them being related to nutrition. During the COVID-19 pandemic, immunostimulants are needed to increase the body’s immunity against viral infections. The purpose of this study was to determine the role of zinc as an immunomodulator in COVID-19 patients. This research is in the form of a literature review using three databases, namely Pubmed, Science Direct, and Clinical Key. The keywords used in the article search were zinc OR seng AND immunomodulator AND COVID-19. After being selected based on inclusion and exclusion criteria, there were 10 literatures that met the criteria. The results obtained from all studies show that zinc has a role as an immunomodulator in COVID-19 patients. In conclusion, zinc therapy has benefits as an immunomodulator in COVID-19 patients.Keywords: zinc; COVID-19 Abstrak: Konsumsi mikronutrien sangat penting untuk menjaga kesehatan yang optimal. Zinc dapat berperan sebagai imunomodulator dan merupakan senyawa yang dapat berinteraksi dengan sistem imun. Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) merupakan penyakit yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus-2 (SARS-CoV-2). Hingga saat ini tidak ada tatalaksana khusus dalam pengobatan COVID-19, karena virus memiliki sifat self-limitting, sehingga proses penyembuhan dipengaruhi oleh imunitas. Berbagai upaya dilakukan sebagai pencegahan, salah satunya terkait dengan gizi. Di masa pandemi COVID-19 ini, dibutuhkan imunostimulan agar dapat meningkatkan kekebalan tubuh dalam infeksi virus. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui peran zinc sebagai imunomodulator pada pasien COVID-19. Penelitian ini berbentuk literature review menggunakan tiga database yaitu Pubmed, Science Direct dan Clinical Key. Kata kunci yang digunakan dalam pencarian artikel yaitu zinc OR seng AND COVID-19. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 10 literatur yang memenuhi kriteria. Hasil yang didapatkan dari semua studi menunjukkan bahwa zinc memiliki peran sebagai imunomodulator pada pasien COVID-19. Kesimpulan, terapi zinc memiliki manfaat sebagai imunomodulator pada pasien COVID-19.Kata kunci: zinc; COVID-19
Efek Antioksidan pada Teh Hijau terhadap Kadar Kolesterol Darah Brigita T. Tamon; Murniati Tiho; Stefana H. M. Kaligis
eBiomedik Vol. 9 No. 2 (2021): eBiomedik
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ebm.v9i2.31869

Abstract

Abstract: Hypercholesterolemia, a condition when blood cholesterol levels exceed the normal value can lead to atherosclerosis and furthermore coronary heart disease. For that reason, some treatment actions are needed, one of which is by given hypolipidemic drugs. One of the natural remedies that act as hypolipidemic drugs is green tea. Green tea contains catechins, one of the antioxidant compounds. Catechins, especially epigallocatechin-3-gallate (EGCG), plays an important role in lowering blood cholesterol levels. The aims of this study is to determine the effect of antioxidants in green tea on blood cholesterol levels. This is a literature review study with data retrieved using 3 databases: Pubmed, ClinicalKey and Google Scholar. Using Green Tea OR Teh Hijau, Cholesterol OR Kolesterol, and Antioxidant OR Antioksidan as keywords and limiting the article searching based on inclusion and exclusion criteria, 12 studies was found to be reviewed. From 12 literature reviewed using experimental research methods with human and animal subjects with intervention green tea (extract, EGCG and PPE), all of them showed a significant reduction in blood cholesterol levels after the intervention with green tea. In conclusion, the antioxidants in green tea can reduce cholesterol levels in the blood.Keywords: antioxidant, green tea, EGCG, cholesterol, hypercholesterolemia  Abstrak: Kadar kolesterol yang melebihi batas normal atau biasa disebut hiperkolesterolemia dapat menyebabkan pembentukan aterosklerosis bahkan penyakit jantung koroner. Untuk itu diperlukan penanganan, salah satunya dengan pemberian obat hipolipidemia. Salah satu bahan alami yang dapat berperan sebagai hipolipidemia yaitu teh hijau. Teh hijau mengandung senyawa antiosidan yaitu katekin terutama epigallocatechin-3-gallate (EGCG) yang berperan penting dalam menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efek antioksidan pada teh hijau terhadap kadar kolesterol dalam darah. Penelitian ini berbentuk literature review dengan pencarian data menggunakan 3 database yaitu PubMed, ClinicalKey dan Google Scholar. Kata kunci yang digunakan yaitu Green Tea OR Teh Hijau, Cholesterol OR Kolesterol, dan Antioxidant OR Antioksidan. Setelah diseleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, didapatkan 12 literature yang di review. Dari 12 literature yang di review menggunakan metode penelitian eksperimental dengan subjek penelitian manusia dan hewan yang diberi teh hijau (ekstrak, EGCG dan PPE) semuanya menunjukkan hasil adanya penurunan kadar kolesterol darah yang signifikan setelah diberikan teh hijau. Sebagai simpulan, antioksidan pada teh hijau dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.Kata Kunci: antioksidan, teh hijau, EGCG, kolesterol, hiperkolesterolemia
Hubungan Kadar Natrium Serum dengan Estimated Glomerular Filtration Rate (EGFR) pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara) Mahatir Hadi Rahman; Stefana Helena Margaretha Kaligis; Murniati Tiho
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 6 No. 4 (2026): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v6i4.3163

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan masalah kesehatan global dan menempati peringkat keempat sebagai penyebab kematian tidak menular setelah penyakit kardiovaskular, kanker, dan penyakit pernapasan kronis. Diabetes melitus tipe 2, yang mencakup sekitar 90% dari seluruh kasus diabetes, berkaitan dengan ketidakseimbangan elektrolit dan risiko penyakit ginjal. Pada penderita DM, kadar natrium serum sering mengalami ketidakseimbangan yang dapat memengaruhi kemampuan filtrasi glomerulus sebagai salah satu faktor risiko utama penyakit ginjal. Oleh karena itu, pengukuran kadar natrium serum memiliki peran penting dalam menilai risiko gangguan laju filtrasi glomerulus. Untuk menilai hubungan antara kadar natrium serum dan eGFR pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan potong lintang. Penelitian retrospektif ini menggunakan data rekam medis sekunder dari Februari 2024 hingga Agustus 2025. Penelitian ini menggunakan metode total sampling dengan jumlah sampel sebanyak 326 pasien yang memenuhi kriteria. Berdasarkan hasil uji korelasi Spearman, diperoleh nilai signifikansi sebesar 0,017 (p-value <0,05) dengan koefisien korelasi 0,132. Terdapat hubungan yang signifikan antara kadar natrium serum dan eGFR pada pasien diabetes melitus tipe 2 di RSUD ODSK Provinsi Sulawesi Utara.