Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Evaluasi Program Pemberian Makanan Tambahan Tambahan pada Balita: Telaah Literatur Mahmudah Khurotul Aini; Ani Margawati; Sri Winarni
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (326.499 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v8i1.11173

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Salah satu pendekatan yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi gizi kurang yaitu Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Pemulihan pada balita gizi kurang. PMT-P bagi balita merupakan program pemberian gizi yang bertujuan memulihkan gizi balita dengan jalan memberikan makanan dengan kandungan gizi yang cukup sehingga kebutuhan balita terpenuhi. Evaluasi Pemberian Makanan Tambahan ini penting untuk mengetahui perencanaan dan pelaksanaan program PMT apakah sudah sesuai dengan petunjuk teknis dari Kemenkes, selain itu evaluasi memberikan gambaran yang jelas tentang proses setiap tahap baik dari mulai input, proses dan output sehingga diharapkan dengan adanya evaluasi pemberian makanan tambahan ini dapat memperbaiki kegiatan program yang sudah dilaksanakan dan perbaikan program PMT yang perlu ditingkatkan Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui berbagai evaluasi program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita Metode: Telaah artikel dibuat dengan menggunakan metode telaah pustaka terhadap artikel yang membahas mengenai pemberian makanan tambahan berbahan pangan lokal pada balita. Artikel yang digunakan didapat dari Google Scholar dan Pubmed dengan kata kunci PMT Lokal, Pemberian Makanan Tambahan dan PMT balita. Artikel yang digunakan menggunakan bahasa indonesia dan bahasa inggris yang relevan dalam 6 tahun terakhir yaitu yang dipublikasikan mulai tahun 2017 sampai tahun 2022. Hasil: Temuan dalam penelitian menunjukkan bahwa secara umum program pemberian makanan tambahan pada balita telah dijalankan dengan baik namun terlihat adanya hambatan dan masalah dalam proses, input maupun output. Kesimpulan: Program Pemberian Makanan Tambahan pada Balita di berbagai daerah di Indonesia masih memiliki berbagai tantangan, hambatan, kesulitan dan kendalanya masing-masing. Hambatan dan Permasalahan tersebut diantaranya permasalahan tenaga yang masih kurang dan belum berpengalaman, belum adanya pelatihan kepada petugas, sosialisasi masih kurang kurangnya anggaran dana, tidak terbentuknya kelompok ibu balita, distribusi PMT yang tidak tepat waktu dan tepat sasaran, fasilitas gudang penyimpanan program PMT-P, kegiatan pemantauan pencatatan dan pelaporan yang kurang optimal serta kurangnya peran masyarakat terutama orang tua balita sasaran.
Determinan Pemanfaatan Program Kesehatan Preventif pada Kelompok Pekerja Informal : Scoping Review Sarasyita Nada Re; Ayun Sriatmi; Sri Winarni
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56337

Abstract

Background Informal workers represent a highly vulnerable group due to limited access to preventive health services. Various individual, social, economic, policy, and environmental factors contribute to their low participation in preventive health programs. Objective This study aims to identify the determinants of preventive health service utilization among informal workers based on a review of 13 national and international journals published between 2021 and 2025. Method A systematic review approach was applied by examining relevant articles from international and national databases. The analysis included socio-demographic variables, employment status, health insurance policies, and environmental factors influencing access to preventive services. Results Education, health knowledge, attitudes, and family support were found to enhance preventive health service utilization. Economic constraints such as unstable income and lack of social security emerged as major barriers. Furthermore, distance to health facilities, service quality, and limited availability of health professionals exacerbated access disparities, making informal workers more vulnerable to chronic diseases. Conclusion Preventive health service utilization among informal workers is influenced by a combination of individual, social, economic, policy, and environmental factors. Inclusive policies, community-based interventions, and improved health infrastructure are required to increase participation and ensure equitable access to preventive health services. Keywords: informal workers, preventive health, determinants, social security, health access
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepuasan Pasien Pengguna BPJS Kesehatan: Scoping Review Irene Yunita Prihandini; Sri Winarni; Septo Pawelas Arso
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.56914

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui BPJS Kesehatan bertujuan meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan. Seiring meningkatnya jumlah peserta, kepuasan pasien menjadi indikator penting dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan. Kepuasan pasien dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berkaitan dengan pelayanan kesehatan, karakteristik pasien, dan sistem pelayanan BPJS. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan. Penelitian ini menggunakan desain scoping review dengan pendekatan Population, Concept, Context (PCC). Population adalah pasien pengguna BPJS Kesehatan, Concept adalah faktor-faktor yang memengaruhi kepuasan pasien (faktor pelayanan rumah sakit, faktor dari dalam diri pasien, dan faktor pelayanan BPJS), dan Context adalah pelayanan kesehatan di rumah sakit serta sistem pelayanan BPJS. Pencarian artikel dilakukan pada database PubMed, Scopus, Cochrane Library, dan Google Scholar menggunakan kata kunci terkait BPJS, patient satisfaction, dan health services. Proses seleksi artikel dilakukan menggunakan PRISMA-ScR. Hasil scoping review menunjukkan bahwa kepuasan pasien dipengaruhi oleh faktor pelayanan rumah sakit seperti kualitas pelayanan, sikap tenaga kesehatan, fasilitas, dan waktu tunggu. Faktor dari dalam diri pasien meliputi karakteristik sosiodemografi dan persepsi pasien, sedangkan faktor pelayanan BPJS berkaitan dengan sistem rujukan dan prosedur administrasi. Faktor pelayanan rumah sakit merupakan faktor yang paling dominan memengaruhi kepuasan pasien. Penelitian menyimpulkan bahwa kepuasan pasien pengguna BPJS Kesehatan dipengaruhi oleh faktor pelayanan rumah sakit, karakteristik pasien, dan sistem pelayanan BPJS, dengan faktor pelayanan rumah sakit sebagai faktor yang paling dominan.
IMPLEMENTASI PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI DI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT PRIMER SEBAGAI UPAYA DALAM MENINGKATKAN KUALITAS LAYANAN ANTENATAL: SEBUAH SCOPING REVIEW SISTEMATIS Muhammad Murtadho; Ayun Sriatmi; Sri Winarni
Jurnal Manajemen Kesehatan Indonesia Vol 14, No 1 (2026): April 2026
Publisher : Magister Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmki.14.1.2026.43-53

Abstract

The Maternal Mortality Rate (MMR) is an indicator used to measure a country's health development and is one of the targets in the Sustainable Development Goals (SDGs). In Indonesia, the MMR is still relatively high. Various factors are considered to contribute to the high MMR, including inadequate access and quality of antenatal care (ANC) services, delays in seeking and receiving appropriate maternal services, limited availability of birth attendants, socioeconomic tensions, cultural barriers, and inadequate handling of emergency obstetrics. One potential intervention to reduce MMR is by improving the quality of ANC services through various strategies. One such strategy is the provision of Ultrasonography (USG) services in integrated antenatal care at the primary level. However, unfortunately, the availability of USG at primary level health facilities in developing countries like Indonesia is still very limited. This scoping review aims to determine how the availability of USG services can improve the quality of integrated antenatal care at Puskesmas or Primary Level Health Facilities and provide strategic insights for its implementation. The methodology employed in this scoping review involves selecting topics and determining keywords for journal searches using both English and Indonesian languages through two scientific article databases, namely PubMed and Google Scholar. After applying the PRISMA model (Preferred Reporting Items for Systematic Reviews and Meta- analyses), six articles were identified that met the inclusion criteria. The provision of ultrasound services has the potential to enhance the quality of ANC services and should be implemented comprehensively and sustainably.Keywords: Ultrasonography, Primary Health Care, Quality of ANC