Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH

ANALISIS BIAYA USAHA TANI JAGUNG PIPILAN BERDASARKAN JUMLAH BENIH YANG DIGUNAKAN DI KECAMATAN LUBUK BASUNG Rahman, Adipo; Dwinanda, Puji
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 3 (2025): August 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i3.4203

Abstract

Abstract: This study aims to calculate the cost of shelled corn farming based on the cultivation practices carried out by the community in Nagari Garagahan, Lubuk Basung District, Agam Regency, and to convert these costs into farming costs per kilogram of seed. This field research was conducted in Lubuk Basung District from August 2024 to January 2025 using a participatory observation method, where the researcher was directly involved in corn cultivation and observed 19 sample farmers. Primary data was obtained from observations and interviews, while secondary data was sourced from pesticide and fertilizer websites to determine standard prices of production inputs. Cost calculation used the formula TC = TVC + TFC. The results show that the cost incurred for 1 kg of seed is Rp. 1,299,093/kg of seed, which can be used as a standard benchmark. This conversion also allows for easy estimation of costs per hectare by multiplying it, given that 1 hectare of land can be planted with 15 kg of seeds. These costs can change if the prices or wages for production inputs vary , or due to unforeseen circumstances such as plant diseases or natural disasters. It is hoped that the results of this study can become a standard cost conversion and facilitate stakeholders, especially agricultural agribusiness students, in understanding farmers' perceptions of land area and cost calculations.Keywords: farming costs; shelled corn; cost per kg of seed; local wisdom; Lubuk Basung.Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menghitung biaya usaha tani jagung pipilan berdasarkan budidaya yang dilakukan oleh masyarakat di Nagari Garagahan, Kecamatan Lubuk Basung, Kabupaten Agam, serta mengkonversikan biaya tersebut menjadi biaya usaha tani per kilogram benih. Penelitian lapangan ini dilakukan di Kecamatan Lubuk Basung dari Agustus 2024 hingga Januari 2025 menggunakan metode observasi partisipatif, di mana peneliti terlibat langsung dalam budidaya jagung dan mengobservasi 19 petani sampel. Data primer diperoleh dari observasi dan wawancara, sementara data sekunder didapat dari website penyedia sarana produksi. Perhitungan biaya menggunakan rumus TC = TVC + TFC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya yang dikeluarkan untuk 1 kg benih adalah Rp. 1.299.093/kg benih, yang dapat dijadikan patokan standar. Konversi ini juga memungkinkan estimasi biaya per hektar dengan mengalikan biaya per kg benih dengan asumsi 15 kg benih per hektar. Biaya ini dapat berubah tergantung pada harga sarana produksi, upah tenaga kerja, atau faktor tak terduga seperti penyakit tanaman atau bencana alam. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi standar konversi biaya dan memudahkan pemangku kepentingan, khususnya mahasiswa agribisnis, dalam memahami persepsi petani mengenai luas lahan dan perhitungan biaya.Kata Kunci: biaya usaha tani; jagung pipilan; biaya per kg benih; kearifan lokal; Lubuk Basung.
ANALISIS USAHATANI PADI (Oryza sativa ) LADANG DI LANAI HILIR NAGARI CUBADAK BARAT KECAMATAN DUA KOTO KABUPATEN PASAMAN Neldi, Harboy; Rahman, Adipo
JOURNAL OF SCIENCE AND SOCIAL RESEARCH Vol 8, No 4 (2025): November 2025
Publisher : Smart Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54314/jssr.v8i4.4865

Abstract

Abstract: Upland rice is a strategic food commodity in Indonesia, especially for people living in rural and hilly areas. This study aims to describe the technical aspects of upland rice cultivation and to analyze the farming business based on revenue, income, profit, and R/C ratio in Lanai Hilir, Nagari, West Cubadak, Dua Koto District, Pasaman Regency. The research method used was interviews and a survey of 36 randomly selected upland rice farmers. The collected data and information were then analyzed using Microsoft Excel. The results of this study indicate that dryland rice farming at the study site averaged Rp1,690,785.39 per ton (MT) and had an average R/C ratio of 1.32, indicating that the farming is feasible to continue.Keyword: Dryland Rice, Income, Profit, R/C Ratio, Pasaman.Abstrak: Padi ladang merupakan salah satu komoditas pangan strategis di Indonesia, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan dan perbukitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan teknis budidaya padi ladang serta untuk menganalisis usahatani berdasarkan penerimaan, pendapatan, keuntungan serta R/C ratio di Lanai Hilir Nagari Cubadak Barat Kecamatan Dua Koto Kabupaten Pasaman. Metode penelitian yang digunakan adalah wawancara dan survey terhadap 36 petani padi ladang yang dipilih secara acak. Data dan informasi yang dikumpulkan kemudian dianalisis menggunakan microsoft exel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani padi ladang di lokasi penelitian rata-rata keuntungan Rp.1.690.785,39/MT dan rata-rata R/C Ratio adalah sebesar 1,32 artinya usahatani layak untuk dilanjutkan.Kata kunci: Padi Ladang, Pendapatan, Keuntungan, R/C Ratio, Pasaman..