Umi Halwati
UIN Prof. KH. Saifuddin Zuhri Purwokerto

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Kasus Pornografi di Media Online (Analisis Framing terhadap Pemberitaan Dea OnlyFans) Nurhidayah Nurhidayah; Umi Halwati; Nawawi Nawawi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 1 : Al Qalam (Januari 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i1.1796

Abstract

Penelitian ini menjabarkan konstruksi Tribunnews.com, Kompas.com, dan detik.com dalam membingkai pemberitaan pornografi Dea OnlyFans. Bagian yang dianalisis dalam penelitian ini adalah berita yang dibuat Tribunnews.com, Kompas.com, dan detik.com tentang pornografi Dea OnlyFans. Data penelitian diambil dengan cara mengunduh berita pornografi Dea OnlyFans di Tribunnews.com, Kompas.com, dan detik.com selama periode 25 Maret sampai 5 April 2022 dengan masing-masing mengambil 5 berita. Data disajikan berdasarkan analisis model Zhongdang Pan dan Gerald M.Kosicki. Model, analisis ini dipilih karena Pan dan Kosicki menjabarkan sebuah model yang sangat detail dalam melihat sebuah pembingkaian berita.  Hasil penelitian ini adalah kasus konten pornografi Dea Onlyfans  di media Tribunnews.com, Kompas.com, dan detik.com hanya sebagai penyampai berita saja, tanpa memberikan opini kritis terhadap kasus pornografi Dea. Tribunnews.com, Kompas.com, dan detik.com menginformasikan  kasus pornografi Dea secara berulang-ulang dengan judul yang berbeda-beda, tetapi isi cenderung sama, serta menyertakan kata-kata berbau porno. Perempuan dan seks cenderung dijadikan objek untuk menarik pembaca dalam media. Pasalnya, seks menjadi isu yang paling laku dan mempunyai ratinggi tinggi, namun tidak mencerdaskan masyarakat. Seksualitas dan perempuan, merupakan topik liputan yang banyak diminati media massa. Objek pornografi menjadi berita komersil. Kompas.com, dan detik.com melanggar kode etik jurnalistik, media dengan jelas menuliskan identitas lengkap pelaku pornografi.
FYP Dakwah Digital Creator Milenial Melalui Tiktok di Era 5.0 Yolandha Rakatiwi; Umi Halwati; Nawawi Nawawi
Al Qalam: Jurnal Ilmiah Keagamaan dan Kemasyarakatan Vol. 17, No 3 : Al Qalam (Mei 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an (STIQ) Amuntai Kalimantan Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35931/aq.v17i3.2116

Abstract

Media komunikasi digital yang memiliki audiens yang besar dan lebih interaktif. Hal ini juga memudahkan konsumen untuk memperoleh informasi dengan cepat. Tidak bisa dipungkiri pula betapa sulitnya para da'i menguasai aspek-aspek teknis transmisi ilmu akibat tumbuhnya media baru. Untuk melihat ragam taktik konten dari berbagai pembuat konten dakwah, penelitian ini mengkaji dan menganalisis konten (content analysis) pada platform media sosial TikTok yaitu FYP. Setiap pembuat konten dakwah yang berpartisipasi dalam penelitian ini dilakukan analisis konten dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian membahas dampak media sosial terhadap analisis konten terhadap keterlibatan pengguna berupa like, views, dan partisipasi pengguna TikTok dalam berdakwah. Konten yang diproduksi oleh masing-masing produsen konten dalam hal konten dakwah, metode penyampaian, unggahan rata-rata per bulan, dan penggunaan tagar yang sedang tren dari berbagai produsen konten menunjukkan dengan jelas teknis dalam pembuatannya masing-masing memiliki fitur tersendiri sehingga pengikut dapat mengingatnya. Kajian ini dapat menjadi bahan pertimbangan dan panduan teknis bagi para mubaligh dan milenial yang ingin ikut serta dalam maraknya tren penyampaian dakwah melalui media sosial di era 5.0.
Pesan Dakwah dalam Media Sosial (Analisis Semiotika terhadap Akun Youtube Ustadz Abdul Somad Official): Analisis Semiotika terhadap Akun Youtube Ustadz Abdul Somad Official Nurhidayah; Umi Halwati; Nawawi
IQTIDA : Journal of Da'wah and Communication Vol. 3 No. 01 (2023)
Publisher : Faculty of Ushuluddin and Dakwah, UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, Central Java, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (430.919 KB) | DOI: 10.28918/iqtida.v3i01.6667

Abstract

This research was conducted to find out the meaning of denotation, connotation, and myths of da'wah messages about the three great sins on Ustadz Abdul Somad's Official Youtube account. The part studied is the contents of Ustadz Abdul Somad Official's YouTube da'wah content. The data was taken from content entitled "3 Great Sins" during the recitation after dawn at the Sultan Mahmud Badaruddin Mosque on the link https://www.youtube.com/watch?v=qLHIBaIVSuQ which was uploaded on May 1, 2021 from Ustadz Abdul Somad's Official Youtube account . This research is a qualitative research model of Roland Barthes's semiotic analysis. The purpose of this research is to see how the contents of da'wah messages on Ustadz Abdul Somad Official's Youtube account, especially content with a discussion of the three great sins. The results of the study, there is a discussion that is included as a grave sin, namely, associating partners with Allah, disobedience to parents, and false witnesses.
Potret Dakwah Rasulullah (Dakwah Bil Hal, Bil Lisan dan Bil Qolam) nabila fatha zh; Umi Halwati
Al-Hikmah: Jurnal Dakwah dan Ilmu Komunikasi Vol 10, No 1 (2023): Volume 10, Nomor 1 Tahun 2023
Publisher : Universitas Islam Negeri Imam Bonjol Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15548/al-hikmah.v10i1.5005

Abstract

ABSTRACT Proselytizing is an activity of inviting, calling and calling for goodness. In his activities, proselytizing requires others both as objects and subjects of proselytizing. Therefore, proselytizing activities need to use a method or method so that proselytizing activities can influence the people involved in the program so that proselytizing activities can be successful and achieve goals. One of the best da'i figures of all time is the prophet Muhammad SAW. Because he was able to influence many people to do various kinds of good. This research uses qualitative research methods with a descriptive approach. Data collection in this study used a literature study. The purpose of this study is to find out how the portrait of the proselytizing of the Prophet Muhammad SAW as the best da'i of all time. The results and findings in this study are to know how the portrait of the proselytizing of the Prophet Muhammad SAW which is known to have succeeded in influencing many people to do good by using 3 methods of proselytizing, namely: Dakwah Bil Hal, Dakwah Bil Lisan, and Da'wah Bil Qolam.  Keyword : Da’wah, Rasulullah, Bil hal, Bil lisan, dan Bil qalam ABSTRAKDakwah merupakan sebuah kegiatan mengajak, memanggil dan menyeru kedalam hal-hal kebaikan. Dalam aktifitasnya, dakwah memerlukan orang lain guna menjadi objek maupun subjek dari kegiatan berdakwah. Oleh karena itu, kegiatan berdakwah perlu menggunakan cara atau metode agar kegiatan dakwah dapat memberikan pengaruh terhadap orang yang terlibat didalamnya, sehingga kegiatan berdakwah bisa berhasil serta mencapai tujuan dakwah. Salah satu figur da’i terbaik sepanjang masa adalah rasulullah Muhammad SAW. Karena ia mampu menginfluence banyak orang untuk melakukan berbagai macam kebaikan. Penelitian ini menggunakan jenis metode penilitian kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi kepustakaan (library reasearch). Sumber data dalam penelitian ini bersumber dari beberapa buku, artikel dan jurnal yang berkaitan dengan kajian materi yang dibahas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui  bagaimana potret dakwah Rasulullah SAW sebagai da’i terbaik sepanjang masa. Hasil dan temuan dalam penelitian ini adalah mengetahui bagaimana potret dakwah Rasulullah SAW selaku the greatest da’i of all the time, yaitu dengan menggunakan 3 metode dakwah, yakni: Dakwah Bil Hal, Dakwah Bil Lisan, dan Dakwah Bil Qolam. Kata Kunci : Dakwah, Rasulullah, Bil hal, Bil lisan, dan Bil qalam
The Theory of Communicative Action in Da’wah Iqbal Hussain Alamyar; Umi Halwati
ICODEV: Indonesian Community Development Journal Vol. 4 No. 2 (2023)
Publisher : Da'wa Faculty UIN Saizu Purwokerto

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24090/icodev.v4i2.9904

Abstract

Abstract This study embarks on an in-depth exploration of the application of Jürgen Habermas’s Theory of Communicative Action in the context of Da’wah. Despite Da’wah’s pivotal role in Islamic societies, there is a conspicuous absence of literature that applies modern communication theories to this practice. This paper aims to fill this gap by scrutinizing how the Theory of Communicative Action, a framework devised for understanding social interactions and communication, can be utilized in Da’wah. The research employs a qualitative approach, with secondary data gathered from a comprehensive review of existing literature on both Da’wah and the Theory of Communicative Action. The findings reveal that the principles of the Theory of Communicative Action can indeed be applied to Da’wah, offering fresh insights into how this religious practice can be understood and executed more effectively in today’s society. Furthermore, this study identifies potential areas for future research, thereby contributing to the ongoing academic discourse on this topic. The implications of this research are substantial, as it not only enriches academic knowledge but also offers practical insights for those engaged in Da’wah. By applying the Theory of Communicative Action more effectively in contemporary society. Keywords: Theory of Communicative Action, Da’wah, Islamic Societies, Social Interactions, Communication theories, Modern Society