Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Analisis Posisi Duduk dan Lama Kerja terhadap Kejadian Low Back Pain (LBP) pada Penjahit Konveksi Eko Prasetyo; Noor Faidah; Dliya Uddin Al-Farisi
Jurnal Ilmiah Permas: Jurnal Ilmiah STIKES Kendal Vol 12 No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Permas: jurnal Ilmiah STIKES Kendal: Supp Oktober 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kendal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32583/pskm.v12i4.1049

Abstract

Low back pain merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal akibat dari ergonomi yang salah. Sebagai contoh pekerjaan yang dapat menyebabkan gangguan muskuluskeletal adalah menjahit. Dalam melakukan pekerjaan, pekerja beresiko mendapat kecelakaan ataupun penyakit akibat kerja. Hal ini dapat terjadi karena pekerja sering mengalami posisi duduk dan lama duduk yang tidak sesuai sehingga terjadi keadaan postur yang kaku dan beban otot yang statis. Aktivitas yang terlalu menggunakan gerak ke depan maupun membungkuk, mengangkat beban berat secara tidak tepat, maupun bekerja dengan posisi duduk dalam jangka waktu yang lama kemungkinan merupakan faktor yang dapat menyebabkan nyeri pada bagian anggota badan, punggung, lengan, bagian persendian, dan jaringan otot lainnya. penelitian yang digunakan adalah penelitian secara observasional Analitik. Rancangan penelitian ini menggunakan  pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah penjahit konveksi di Desa Wilalung Kecamatan Gajah Kabupaten Demak yang berjumlah 53 orang dengan teknik pengambilan sampel yang digunakan Total Sampling. Uji statistik menggunakan Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa posisi duduk memiliki hubungan dengan kejadian Low Back Pain dengan nilai p = 0,001 yang berarti p < 0,05, dan lama kerja menunjukkan tidak ada hubungan dengan kejadian Low Back Pain dengan nilai p = 0,000 yang berarti p > 0,05. Penjahit konveksi melakukan aktivitas secara terus-menerus dalam jangka waktu bertahun-tahun tentunya dapat mengakibatkan gangguan pada tubuh. karena jenis pekerjaan yang biasa dilakukan setiap hari dan sikap kerja yang berulang-ulang yang dapat mengakibatkan terjadinya Low Back Pain.
Penurunan Kecanduan Gadget melalui Terapi Bermain Tradisional Pada Anak Usia Sekolah Biyanti Dwi Winarsih; Jamaludin Jamaludin; Gardha Rias Arsy; Sri Hartini; Noor Faidah; Wahyu Yusianto; Feni Diah Kristiyanti
Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Vol. 3 No. 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Menara Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70109/jupenkes.v3i2.126

Abstract

Penggunaan gadget yang berlebihan pada anak usia sekolah dapat menyebabkan kecanduan yang berdampak negatif pada kesehatan fisik, perkembangan sosial, dan prestasi akademik. Anak-anak masa kini cenderung menghabiskan banyak waktu di ponsel mereka. Anak dapat menjadi tergantung pada gadget jika penggunaannya tidak diatur dengan baik. Anak yang menghabiskan terlalu banyak waktu dengan gadget mungkin mengalami kurangnya interaksi sosial secara langsung yang sangat penting untuk perkembangan kemampuan komunikasi dan keterampilan sosial mereka. Upaya meminimalisir penggunaan gadget pada anak yaitu memberikan mainan dan kegiatan alternatif dengan mengajarkan permainan tradisional karena permainan tradisional merupakan salah satu alternatif agar anak tidak bosan dalam beraktivitas sehari-hari. Tujuan kegiatan ini untuk menurunkan tingkat kecanduan gadget melalui terapi bermain tradisional pada anak usia sekolah. Upaya yang telah dilakukan dengan memberikan terapi permainan tradisional kepada anak di sekolah dan dilanjutkan pada saat waktu senggang di rumah. Hasil menunjukkan bahwa terjadi penurunan tingkat kecanduan gadget dari 90,2% menjadi 74,5% setelah dilakukan terapi bermain tradisonal
Relationship between Long Time Undergoing Hemodialysis and the Level of Sexual Dysfunction in Chronic Renal Failure (CRF) Patients in the Hospital Hemodialisation Unit Nila Putri Purwandari; Dewi Retnowati; Noor Faidah; Devi Setya Putri
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 7 No 3 (2025): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v7i3.5552

Abstract

Hemodialysis has negative impacts on patients. The duration of hemodialysis can affect the level of sexual dysfunction in patients with chronic renal failure. Sexual dysfunction is a disorder that occurs in patients undergoing hemodialysis. This disorder often occurs due to decreased productivity, decreased libido, impotence, infertility, genicomasty and neurohormonal disorders. This study aims to determine the relationship between the duration of hemodialysis and the level of sexual dysfunction in patients with chronic renal failure in the hemodialysis unit of the Sunan Kudus Islamic Hospital. This study is a correlational analytical study, with a cross-sectional research design, the sampling method using consecutive sampling, with a sample size of 38 respondents and data collection using a questionnaire. The results of this study showed that with male respondents with a level of severe ED category dysfunction as many as 15 people (39%) in women experiencing sexual dysfunction as many as 14 people (36.8%). The results of the analysis with the Spearman rank correlation test obtained a ρ value of 0.00 <α (0.05) which can be concluded that there is a relationship between the length of hemodialysis and the level of sexual dysfunction in chronic kidney failure (CKF) patients in the Hemodialysis Unit of the Sunan Kudus Islamic Hospital. There is a significant relationship between the length of hemodialysis and the level of sexual dysfunction in chronic kidney failure (CKF) patients at the Hemodialysis Unit of Sunan Kudus Islamic Hospital.