Risma Fadhila Arsy
Universitas Tadulako, Palu, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Pemetaan Partisipatif Sekolah Siaga Bencana Rendra Zainal Maliki; Risma Fadhila Arsy; Rahmawati Rahmawati; Arifuddin Abd Muis
Surya Abdimas Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37729/abdimas.v7i1.2322

Abstract

Salah satu strategi dalam pengurangan risiko bencana adalah dengan peningkatan pemahaman dan kapasitas individu maupun masyarakat terhadap bencana. Lembaga pendidikan sebagai salah satu ruang publik dituntut harus mampu mengelola risiko bencana sesuai dengan ancaman yang ada di wilayah sekitarnya. Melalui penerapan pendidikan sekolah siaga bencana maka secara tidak langsung melatih guru dan sisiwa dalam mitigasi bencana di sekolah mereka. Tujuan utama dalam pengabdian ini adalah agar warga sekolah memiliki ketahanan dan ketangguhan dalam menghadapi bencana melalui sekolah siaga bencana. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini menggunakan metode pendampingan. Pelaksanaan kegiatan Participatory Mapping dibedakan menjadi 3 tahapan, yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap analisis. Tahap persiapan merupakan tahapan pengumpulan data primer. Pengumpulan data primer untuk penyusunan peta-peta dasar. Tahap pelaksanaan merupakan tahap peserta kegiatan melakukan pelatihan untuk membuat peta denah sekolah. Tahap analisis merupakan tahap akhir kegiatan dengan menjelaskan dan mendiskripsikan peta denah sekolah. Hasil dari refeksi, observasi, serta inventarisasi dari kelompok kemudian dideskripsikan dan divisualisasikan dengan pembuatan denah peta lingkungan sekolah. Proses pemetaan lingkungan denah sekolah dilakukan secara partisipatif, terutama untuk menentukan jalur evakuasi dan titik kumpul apabila sewaktu-waktu terjadi bencana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan sebagai salah satu sarana bagi mitra yaitu sekolah dalam rencana tanggap darurat bencana. Pelibatan seluruh komunitas sekolah sangat penting terhadap literasi kebencanaan. Kegiatan ini telah menumbuhkan peningkatan pemahaman komunitas sekolah dalam kebencanaan khususnya di sekolah rawan bencana.
Disaster-Ready School Preparedness In Facing Flood Disasters At Sma Negeri 10, Sigi Regency Nurvita Nurvita; Risma Fadhila Arsy; Haslita Rahmawati Hasan; Suwarni Suwarni
Dinasti International Journal of Education Management And Social Science Vol. 6 No. 4 (2025): Dinasti International Journal of Education Management and Social Science (April
Publisher : Dinasti Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/dijemss.v6i4.4367

Abstract

This study aims to determine the level of school preparedness at SMA Negeri 10 in facing flood disasters in Rogo Village, South Dolo Sub-district, Sigi Regency. This research uses a qualitative descriptive approach with questionnaire, observation, and documentation methods. School preparedness parameters are 1) Knowledge Attitude or Attitude and Action, 2) Policy Statement or School Policy, 3) Emergency Planning or Emergency Response Plan, and 4) Resource Mobilization Capacity or Resource Mobilization, were collected using questionnaires and analyzed descriptively. Based on data processing and analysis, it was found that the preparedness of the entire School Community (KS) of SMA Negeri 10 Sigi based on a combination of all parameters was in the low category with an index value of 54.14%. It was found that the value of the knowledge parameter was in the medium category with an index of 75.81%, low school policy with an index number of 7.41, low emergency response plan with an index of 50.43, low disaster warning with an index value of 41.23 and resource mobilization in the medium category with an index of 55.74. Thus it can be concluded that SMA Negeri 10 Sigi has not provided educational policies or programs related to flood disaster preparedness in schools, allocated a special budget for school preparedness, policies to integrate flood disaster preparedness materials into relevant subjects and activities. It is necessary to get the attention of the government in this case the District Education Office to immediately carry out regulations and special assistance to prepare disaster preparedness schools, especially at SMAN 10 Sigi and generally in schools located in flood-prone areas.