Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Intensitas Penggunaan Media Sosial dengan Kesehatan Mental pada Remaja Putri Tara Diva; Roshinta Sony Anggari; Haswita Haswita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 10 No 1 (2023): Januari
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55500/jikr.v10i1.184

Abstract

Teknologi merupakan perubahan yang muncul sangat pesat pada saat ini, salah satu perubahan tekonologi tersebut adalah munculnya media sosial. Hal ini tidak selalu menimbulkan dampak yang positif bagi para penggunannya, tetapi juga dapat memberikan dampak negatif yaitu berupa stress, depresi, cemas, gangguan tidur hingga bunuh diri. Minimnya pengetahuan remaja akan pentingnya menjaga kesehatan mental membuat para remaja sering kali tidak menyadari bahwa tindakan ataupun perilaku yang ia lakukan adalah salah satu tanda gejala bahwa dirinya mengalami gangguan kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental pada remaja di SMP X Glenmore. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan pada 216 siswa dengan menggunakan teknik simple random sampling. Instrumen yang digunankan berupa kuesioner Social Networking Time Use Scale (SONTUS) dan Self Reporting Questionner 20 (SQR-20). Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan google form dan data dianalisis dengan menggunakan uji spearman rank. Hasil penelitian menunjukkan sebanyak 82 siswa dengan kategori intensitas rendah tetapi mengalami gangguan kesehatan mental. Hasil uji spearman rank didapatkan hasil p-value = 0,125 > a 0,05 yang menandakan bahwa tidak ada hubungan antara intensitas penggunaan media sosial dengan kesehatan mental pada remaja di SMP X Glenmore. Perlunya dilakukan penelitian lanjut tentang kesehatan mental remaja dan pentingnya membatasi jumlah intensitas pengggunaan media sosial yang digunakan oleh remaja sehingga dapat dilakukan pencegahan dan penanganan gangguan kesehatan mental.
Hubungan Peran Perawat Dan Dukungan Keluarga Dengan Resiliensi Pada Pasien Hipertensi Diruang Rawat Jalan RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso Mega Dwi Nuriya; Rizka Yunita; Roshinta Sony Anggari
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2048

Abstract

Peningkatan jumlah penderita hipertensi di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius dalam bidang pelayanan kesehatan. Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke dan gagal ginjal. Pengelolaan hipertensi tidak hanya berfokus pada terapi medis, namun juga harus mempertimbangkan aspek psikososial pasien, termasuk resiliensi atau ketahanan mental. Resiliensi dapat membantu pasien dalam menghadapi tekanan hidup akibat penyakit kronis. Faktor yang memengaruhi resiliensi di antaranya adalah peran perawat dan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran perawat dan dukungan keluarga dengan resiliensi pada pasien hipertensi di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pasien hipertensi yang menjalani perawatan rawat jalan, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Nilai Cronbach’s Alpha menunjukkan hasil reliabel: peran perawat sebesar 0,815, dukungan keluarga 0,802, dan resiliensi 0,826. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan resiliensi pasien hipertensi (p = 0,018) dan antara dukungan keluarga dengan resiliensi (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik peran perawat dan semakin kuat dukungan keluarga yang diterima pasien, maka tingkat resiliensi mereka juga akan semakin tinggi. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara peran perawat dan dukungan keluarga itu sendiri karena nilai p > 0,05.
Hubungan Kepatuhan Pola Hidup Sehat Dengan Kejadian Gastritis Dirumah Sakit Mitra Medika Bondowoso Muhimmatul Lathifa; Roshinta Sony Anggari; Iin Aini Isnawati
Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia Vol. 5 No. 1 (2026)
Publisher : YAYASAN PENDIDIKAN MANDIRA CENDIKIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70570/jikmc.v5i1.2060

Abstract

Gastritis adalah peradangan yang terjadi pada mukosa lambung yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti iritasi, infeksi, dan pola makan tidak teratur, seperti telat makan, makan berlebihan, makan terburu-buru, serta mengonsumsi makanan yang banyak bumbu dan rasa pedas. Tujuan penelitian mengindentikasi hubungan pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif, khususnya penelitian korelasional. Populasi 25 pasien, sampel pasien dengan gastritisyang periksa dirumah sakit mitra medika,pengumpulan data menggunakan kuesioner, pengolahan data editimg,coding,tabulating, analisa data menggunakan spearman rank,. Teknik pengambilan sampel menggunakan Spearman rank. Alat pengumpul data kuesioner dan observasi. Gaya hidup sehat adalah pilihan sederhana yang sangat tepat untuk dijalankan. Gaya hidup sehat adalah sehat dengan pola makan, pikiran, kebiasaan dan lingkungan yang sehat. Sehat dalam arti kata mendasar adalah segala hal yang kita kerjakan memberikan hasil yang baik dan positif. Hasil uji statistik Spearman Rank menunjukkan nilai p-value = 0.000 (< 0.05), yang berarti ada hubungan yang signifikan antara pola hidup sehat dengan kejadian gastritis. Semakin buruk pola hidup seseorang, maka semakin besar pula kemungkinan terkena gastritis kronis. Sebagian besar pasien gastritis di RS Mitra Medika Bondowoso mengalami gastritis akut, yaitu sebesar 68%. Diharapkan banyak dapat meningkatkan gaya hidup sehat dengan tidak mengonsumsi minuman tinggi kafein, tidak merokok, dan menjaga pola makan yang baik untuk mencegah terjadinya komplikasi serta dapat mengikuti diet, berolahraga dan makanan yang sehat yang dianjurkan untuk mencegah kekambuhan gastritis.