Peningkatan jumlah penderita hipertensi di Indonesia dan khususnya di Kabupaten Bondowoso menjadi perhatian serius dalam bidang pelayanan kesehatan. Hipertensi dikenal sebagai "silent killer" karena dapat menyebabkan komplikasi berat seperti stroke dan gagal ginjal. Pengelolaan hipertensi tidak hanya berfokus pada terapi medis, namun juga harus mempertimbangkan aspek psikososial pasien, termasuk resiliensi atau ketahanan mental. Resiliensi dapat membantu pasien dalam menghadapi tekanan hidup akibat penyakit kronis. Faktor yang memengaruhi resiliensi di antaranya adalah peran perawat dan dukungan keluarga. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara peran perawat dan dukungan keluarga dengan resiliensi pada pasien hipertensi di RSUD Dr. H. Koesnadi Bondowoso. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 100 orang pasien hipertensi yang menjalani perawatan rawat jalan, dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrumen kuesioner yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Nilai Cronbach’s Alpha menunjukkan hasil reliabel: peran perawat sebesar 0,815, dukungan keluarga 0,802, dan resiliensi 0,826. Penelitian ini menggunakan uji Spearman Rank dalam analisis data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan resiliensi pasien hipertensi (p = 0,018) dan antara dukungan keluarga dengan resiliensi (p = 0,002). Temuan ini menegaskan bahwa semakin baik peran perawat dan semakin kuat dukungan keluarga yang diterima pasien, maka tingkat resiliensi mereka juga akan semakin tinggi. Namun, tidak ditemukan hubungan yang signifikan antara peran perawat dan dukungan keluarga itu sendiri karena nilai p > 0,05.