Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengaruh Edukasi Berfikir Positif Pada Lansia Dengan Masalah Psikososial Ketidakberdayaan Asrina Pitayanti; Fitria Yuliana
Jurnal Sains dan Kesehatan Vol. 6 No. 2 (2022): Desember : Jurnal Sains dan Kesehatan (JUSIKA)
Publisher : Universitas Muhamadiyah Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57214/jusika.v6i2.215

Abstract

Sikap positif tentang penuaan dapat menjadi sumber persepsi diri yang positif tentang penerimaan diri dengan bertambahnya usia Kasus yang banyak ditemukan adalah ketidakberdayaan lansia dengan prevalensi kejadiannya berkisar 30-45% dari kasus kesehatan jiwa. Banyak lansia berharap saat mencapai tahap akhir perkembangan hidup, lansia hidup tenang, damai dan hidup bersama dengan anak-anak serta cucu dengan bahagia. Tapi pada kenyataan, sebagian besar harapan-harapan lansia tidak terwujud. Tujuan dari penelitian ini mengidentifikasi Pengaruh Pemberian edukasi berfikir positif pada lansia dengan masalah psikososial ketidak berdayaan Di UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha (PSTW) Desain penelitian yang digunakan adalah ” Pra experimental pre-post test whit control grup”. Dimana sampel dipilih secara purposive sampling, kemudian untuk kelompok tersebut diberikan perlakuan dan di observasi ulang untuk mengetahui hasilnya. Sampel penelitian ini adalah semua lansia yang memiliki data mayor atau memiliki karakteristik yang sesuai dengan criteria inklusi 25 orang lansia. Instrumen penelitian ini SAP dan memodifikasi kuesioner pre dan post. Hasil penelitian selisih dari tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah terjadi peningkatan pemahaman dari skor baik dari 6 bertambah menjadi 14, dan yang memiliki nilai cukup dari 9 menurun menjadi 10 lansia, sedangkan skor kurang 10 orang menurun menjadi 2 orang. Analisa hasil penelitian dengan uji wilcoxon diperoleh nilai p value 0,007 < α (0,05), disimpulkan bahwa ada pengaruh yang signifikan dari edukasi berfikir positif terhadap peningkatan pengetahuan lansia dengan masalah psikososial ketidakberdayaan. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan Pengaturan hidup yang dilakukan oleh Lansia dalam hal meningkatkan kemandirian didalam kehidupan sehari-hari, akan membuat lansia lebih bermakna dan bahagia sehingga Dukungan sosial dari orang terdekat misal keluarga, petugas kesehatan yang merawat diharapkan selalu aktif dan konsiten
Edukasi Jus Melon Sebagai Terapi Non Farmakologi dalam Pengendalian Tekanan Darah Asrina Pitayanti; Fitria Yuliana
Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara Vol. 2 No. 2 (2023): Juni : Jurnal Masyarakat Mengabdi Nusantara
Publisher : Sekolah Tinggi Pastoral Tahasak Danum Pambelum Keuskupan Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58374/jmmn.v2i2.142

Abstract

Hypertension is an increasingly important medical and public health problem. Prevention and management of hypertension is a major public health challenge. Many cardiovascular diseases, cerebrovascular diseases, and hypertension can be prevented by implementing medication through routine control and realizing the importance of a healthy lifestyle. The method used is to provide education and demonstration of non-pharmacological therapy about melon juice. Melon juice therapy can be used as an alternative therapy in lowering blood pressure in hypertensive patients. which is easy and cheap without compromising the benefits of pharmacological drugs applied by medical personnel. The content of melon fruit contains a lot of Potassium which functions to lower blood pressure because it can cause vasodilation, dilate blood vessels, so that blood pressure can decrease. Community service activities are aimed at all residents in order to increase knowledge about non-pharmacological therapies that are relatively safe from side effects.
EDUKASI PENGELOLAAN PEKARANGAN RUMAH DAN PENYERAHAN BIBIT LELE BAGI KELUARGA TERDAMPAK COVID 19 Asrina Pitayanti; Sagita Suharyati
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 2 No. 1 (2023): Februari : Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v2i1.1134

Abstract

Pemanfaatan lahan pekarangan sebagai upaya pemberdayaan untuk usaha budidaya ikan lele supaya keluarga mampu menambah sumber pangan dan pendapatan bagi keluarganya. Pengelolaan pekarangan sering juga disebut sebagai lumbung hidup, warung hidup atau apotik hidup (Van den Ban dan Hawkins, 1999). Pengelolaan pekarangan ini dapat dilakukan oleh keluarga sehingga mudah untuk pemeliharaan dan hasilnya bisa dinikmati oleh keluarga. Laporan The State of Food Security and Nutrition in the World terbaru yang dirilis Food and Agriculture Organization (FAO) Indonesia sendiri tercatat sebagai negara dengan jumlah penduduk kurang gizi tertinggi di kawasan Asia Tenggara. Estimasi rata-rata jumlah penduduk kurang gizi di Asia Tenggara periode 2019-2021 menurut FAO Indonesia: 17,7 juta orang. pandemi Covid-19 dan ketahanan pangan akan membaik, nyatanya kelaparan global terus meningkat sampai 2021. Masalah ini menunjukkan bahwa kebijakan negara-negara tidak lagi berkontribusi dalam mengurangi kelaparan, kerawanan pangan, dan malnutrisi," lanjutnya. Upaya pemerintah negara memperbaiki kebijakan dalam sektor pertanian, supaya bahan pangan sehat bisa dijangkau oleh kelompok berpendapatan rendah. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan keluarga dalam pencegahan kurang gizi serta upaya dalam pencegahan stunting. Metode yang digunakan dalam kegiatan pemberdayaan keluarga adalah penyuluhan dan dilanjutkan dengan diskusi, serta pemberian bibit lele menggunakan ember. sasaran yang cukup strategis dalam kegiatan ini adalah 30 keluarga. Evaluasi yang dilakukan untuk menilai keberhasilan kegiatan ini terdiri dari evaluasi awal, evaluasi proses dan evaluasi akhir. Selain kegiatan demonstrasi keterampilan pemanfaatan pekarangan, dilakukan juga penyerahan bibit lele yang pada warga. Hasil kegiatan mendapatkan adanya partisipasi masyarakat dalam mengoptimalkan pekarangan rumah untuk sumber pangan. Kegiatan ini efektif untuk meningkatkan keterampilan tentang pemanfaatan lahan pekarangan rumah meningkatkan gizi keluarga dan terjadinya stunting.