Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemikiran Ali Muhammad Ash-Shallabi Tentang Kedudukan dan Perannya di Ranah Publik Gazali Gazali; Muhammad Sabri
Ministrate: Jurnal Birokrasi dan Pemerintahan Daerah Vol 5, No 1 (2023): Birokrasi dan Pemerintahah di Daerah 10
Publisher : Jurusan Administrasi Publik FISIP UIN SGD Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/jbpd.v5i1.23510

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemikiran Ali Muhammad Ash-Shallabi  dalam memahami kedudukan wanita dalam domestik, kedudukan wanita di ranah publik dan tipologi dalam memahami dalil-dalil tentang wanita. Adapun metode penelitian dalam artikikel ini deskriptif-analitis yang bearti menggambarkan kontruksi dari pemikiran Muhammad Ash-Shallabi, lalu di analisis secara kritis untuk mencari akar konstruksi pemikirannya, serta bagaimana kelebihan dan kekurangan dengan tokoh yang lainnya. Seterusnya, sumber data yang hendak penulis teliti yaitu” Negara Islam Modern” karangan yang penulis jadikan sebagai data primer, sedangkan data sekunder penulis yakni, karya ilmiah orang lain tentang Ali Muhammad Ash-Shallabi, yang berupa arikel, buku, webseit dan laiinya.Langkah penelitian ini yaitu, menetapkan tokoh, mengiventarisasi data dan menyeleksi, lalu data tersebut di analisis secara kritis dan di tarik sebuah konklusi yang akan menjawab dari rumusan masalah. Adapun hasil temuan sebagai berikut:, Pemahaman Ali Salaby dalam kedudukan wanita dalam ranah domestik yakni, Ali lebih kepada memberikan edukasi kepada kaum perempuan bahwa mereka mempunyai harga diri untuk di hormati, di hargai, di sayangi dan hak membela diri. Akan tetapi Ash-Shallabi dalam ranah publik Ali Muhammad Ash-Sahallabi berpendapat bahwa, perempuan harus lebih berhati-hati dalam pergaulan. Menurutnya, perempuan hanya boleh dalam pergaulan sosial dalam masalah yang penting dan bermanfaat saja, semisal majelis ilmu, kebutuhan mendesak, dan harus menjaga cara bicara dan gaya berjalan. Tipologi pemahaman Ash-Shallabi dalam memahami dalil kedudukan perempuan yakni cendrung semmi modernis (feminis Muslim), komparasi dan konfirmasi dengan tinjuan sejarah dalam al-Qur’an maupun hadis. Selanjutnya, pemikiran semmi moderat Ash-Shallabi di latar belakangi dengan sosialnya yang ahli politik dan beliau juga tokoh dalam kelompok gerakan Salafi di Libiya dan dekat denga Syekh Yusuf al-Qaradawi. Kesimpulan, Kedudukan perempuan dalam rumah tangga di muliakan, diberikan edukasi, dan di berikan hak-hak mereka dalam membela diri. Sedangkan dalam ranah sosial yakni, perempuan harus berhati-hati dalam pergaulan, akan tetapi hak mereka sama dengan laki-laki, baik dalam pendidikan dan sebagainya. Selain itu tipologi Ash-Shallabi cendrung semi modernis. 
Ali Muhammad Ash-Shallabi's Thoughts About the Position of Women Muhammad Sabri
AL-MAIYYAH : Media Transformasi Gender dalam Paradigma Sosial Keagamaan Vol 17 No 1 (2024): AL-MAIYYAH
Publisher : LPPM IAIN Parepare

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/almaiyyah.v16i2.8726

Abstract

This article aims to explore Ali Muhammad Ash-Shallabi’s thoughts on understanding the position of women in the domestic sphere, public sphere, and typology in understanding the postulates of women. The research method used is descriptive-analytical. It involves describing the construction of Muhammad Ash-Shallabi's thoughts and critically analyzing them to identify the roots of his thought construction. Additionally, it examines the strengths and weaknesses of other figures. The author's primary data is the "Modern Islamic State" source, while their secondary data consists of articles, books, websites, and other scientific works on Ali Muhammad Ash-Shallabi by other individuals. The steps in this research are determining figures, inventorying data and selecting, then the data is analyzed critically, and a conclusion is drawn which will answer the problem formulation. The research results show that women’s position in the household is glorified, given education, and given their rights to defend themselves. The implication is, in the social realm, women must be careful in their relationships, but their rights are the same as men, both in education and so on. Apart from that, Ash-Shallabi’s typology is a semi-modernist.