Myrnawati Crie Handini
Universitas Sari Mutiara Indonesia, Medan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH FAKTOR RISIKO KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (Studi Kasus Kontrol Di RSUD Dr. Pirngadi Medan) Tahun 2019 Caesara Masthura; Myrnawati Crie Handini; Netty Etalia Br. Brahmana
Excellent Midwifery Journal Vol 5, No 2 (2022): EDISI OKTOBER
Publisher : STIKes Mitra Husada Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55541/emj.v5i2.215

Abstract

atar Belakang: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhungan dengan kejadian demam berdarah dengue, seperti usia, perilaku utama yang meliputi menguras tempat penampungan air, menutup tempat penampungan air dan mengubur barang bekas dan perilaku penunjang yang meliputi perilaku menggantung pakaian dan perilaku penggunaan obat nyamuk. Tujuan: untuk menganalisis pengaruh antara faktor risiko seperti tersebut pada pasien di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2019. Metode: Jenis penelitian yang dilakukan ini adalah penelitian analitik dengan pendekatan case control. Hasil:  Dari penelitian ini diperoleh responden berdasarkan usia  ≥ 15 tahun atau sekitar 62%, perilaku utama dengan perilaku tidak baik mempunyai peluang mengalami demam berdarah dengue sebanyak 2,368 kali  dibanding dengan responden dengan perilaku baik, sedangkan perilaku penunjang tidak baik mempunyai peluang mengalami demam berdarah dengue sebanyak 2.083 kali dibanding dengan responden yang memiliki perilaku penunjang baik. Kesimpulan:  Dari keseluruhan data variabel diketahui faktor yang paling berpengaruh terhadap kejadian demam berdarah dengue pada pasien di RSUD Dr. Pirngadi Medan tahun 2019 adalah perilaku utama, dimana memiliki hasil 2,3 kali lebih besar terhadap terjadinya demam berdarah dengue.Kata Kunci: Demam Berdarah Dengue, Faktor Risiko, Perilaku
KEJADIAN STUNTING DAN FAKTOR RISIKO (Studi Kasus Kontrol pada Anak Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Simarmata Kecamatan Simanindo Kabupaten Samosir Tahun 2022) Harry M Damanik; Myrnawati Crie Handini; Otniel Ketaren; Janno Sinaga; Masdalina Pane
Jurnal Ners Vol. 7 No. 2 (2023): OKTOBER 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v7i2.17006

Abstract

Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2021 melaporkan, Provinsi Sumatera Utara merupakan urutan 17 tertinggi prevalensi balita stunted dengan angka 25,8%. Prevalensi balita stunted di Kabupaten Samosir yaitu sebesar 28,4%. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan desain studi kasus-kontrol (case-control study). Adapun responden dalam penelitian ini adalah balita usia 0-59 bulan di wilayah kerja Puskesmas Simarmata dengan jumlah kelompok kasus sebanyak 40 responden dan kelompok kontrol sebanyak 80 responden. Uji Chi-Square menunjukkan ASI Ekslusif berpengaruh signifikan terhadap ¬stunting (p=0.02) OR=2.414 95%CI=1.091-5.341, tinggi badan ibu tidak berpengaruh signifikan terhadap stunting (p=0.76) OR=0.231 95%CI=0.040-1.318, BBLR berpengaruh signifikan terhadap stunting (p=0.002) OR=0.072 95%CI=0.008-0.619, jarak kelahiran tidak berpengaruh signifikan terhadap stunting (p=1.0) OR=1.0 95%CI=0.317-3.151. ASI Ekslusif dan BBLR berpengaruh secara signifikan terhadap kejadian stunting. Hasil uji regresi logistik ganda menunjukkan faktor risiko paling dominan terjadinya stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Simarmata adalah BBLR, dimana anak dengan riwayat berat badan rendah mempunyai risiko terkena stunting 43 kali dibanding anak yang tidak riwayat berat badan lahir rendah. (p=0.003) OR=43.00 95%CI=3.563-519.05. Puskesmas Simarmata telah membuat program pencegahan dan penurunan angka kejadian Stunting berupa deteksi dini ibu hamil dengan Kurang Energi Kronik (KEK), Pengawaasan pemberian makan tambahan (PMT) pada ibu hamil yang mengalami KEK, melakukan edukasi kepada ibu hamil dan ibu menyusui tentang cara mengolahan makanan protein tinggi.