Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

UPAYA PENINGKATAN DERAJAT KESEHATAN DAN DIGITAL MARKETING DI KELURAHAN GUNUNG ANYAR TAMBAK SURABAYA Fitria Fitria; Pinky Pininta Dewi; Nurul Hidayati; Fawwaz Alvin Muhammad
J-ABDI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 9: February 2023
Publisher : Bajang Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53625/jabdi.v2i9.4830

Abstract

Kesehatan merupakan pondasi utama bagi individu dan masyarakat untuk menjalankan hidup secara optimal. Penyakit Tidak Menular (PTM) menjadi masalah kesehatan masyarakat yang cukup besar di Indonesia pada saat ini. Diabetes Mellitus adalah penyakit metabolik dan angaka kejadian di Indonesi masih tinggi. Penyuluhan dan pemeriksaan gula darah ini bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan bagi warga RT 02 RW 08 Kelurahan Gunung Anyar Tambak dan kegiatan sosialisasi digital marketing dapat menambah wawasan dalam teknik pemasaran online yang sesuai dengan perkembangan teknologi terkini dapat menstabilkan penjualan produk, dan meningkatkan omset penjualan produk UMKM. Metode pelaksanaan menggunakan penyuluhan DM, pemeriksaan gula darah, sosisalisai digital marketing dan tanya jawab. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah Berdasarkan hasil pengabdian yang telah dilakukan diketahui bahwa para pelaku usaha UMKM di RT 02 RW 08 Kelurahan Gunung Anyar Tambak mampu meningkatkan penjualan, lebih dekat dengan konsumen, meningkatkan pendapatan setelah dilakuakn pedampingan digital marketing. Sisi lain edukasi ke warga dalam hal penyakit diabetes mellitus warga juga akan lebih paham tentang penyakit tersebut serta bagaimana upaya dalam mencegahnya.
PEMBERDAYAAN SISWA SMA MELALUI INTEGRASI LITERASI KETANGKASAN MEDIS DAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS INOVASI PANGAN BERGIZI DI SURABAYA Mochamad Syafruddin Aji; Siti Khoirotun Nisak; Rasi Rahagia; Agda Laily Ahadiya; Ayu Candra Kusuma; Nurul Hidayati; Dinda Winiastri
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 6 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v6i2.6400

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilatarbelakangi oleh pentingnya membekali siswa SMA dengan keterampilan hidup yang komprehensif, mencakup aspek kesehatan dan ekonomi. Program yang bertajuk "Siswa Siaga Sehat" ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa di SMA IPIEMS Surabaya melalui integrasi edukasi ketangkasan medis dan kewirausahaan berbasis inovasi pangan gizi. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan deskriptif-partisipatif yang meliputi kombinasi ceramah edukatif, demonstrasi teknis, serta praktik langsung di lapangan. Rangkaian program kerja utama mencakup standarisasi Unit Kesehatan Sekolah (UKS) untuk penanganan gawat darurat, edukasi kesehatan reproduksi dan gizi remaja, hingga pelatihan kewirausahaan melalui demonstrasi pembuatan produk pangan inovatif (Mochi kacang merah) serta strategi pemasaran digital. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman siswa mengenai kesiapsiagaan medis dan kesadaran gizi seimbang. Selain itu, tumbuhnya kreativitas siswa dalam bidang bisnis pangan menunjukkan bahwa sinergi antara literasi kesehatan dan kewirausahaan mampu menciptakan kemandirian siswa. Simpulan dari kegiatan ini adalah pendekatan terpadu sangat efektif dalam membentuk karakter siswa yang sehat secara fisik dan memiliki jiwa kompetitif di era digital.
Menjadi “Magnet Peluang” Melalui Personal Branding: Pendampingan Etika dan Komunikasi Efektif di SMK 10 Surabaya Endri Haryati; Teguh Setiawan Wibowo; Nurul Hidayati
Jurnal Pengabdian West Science Vol 5 No 07 (2026): Jurnal Pengabdian West Science
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/jpws.v5i07.3760

Abstract

Lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menghadapi tantangan tingginya angka pengangguran terbuka, yang salah satu penyebab utamanya adalah rendahnya pemahaman dan keterampilan dalam personal branding, etika profesional, serta komunikasi efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan siswa SMK 10 Surabaya tentang personal branding sebagai magnet peluang, etika fisik (cara duduk, berdiri, berpakaian, berjalan, dan makan), serta komunikasi efektif melalui pendampingan terpadu. Metode pelaksanaan kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 4 Maret 2026 di Aula SMKN 10 Surabaya ini melibatkan 100 siswa kelas XII dan menerapkan pendekatan kombinasi antara ceramah interaktif oleh Dr. Hj. Endri Haryati, S.E., M.M., MBA, praktik langsung dengan sistem rotasi stasiun dan pendampingan fasilitator, serta sesi tanya jawab. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang sangat signifikan dari rata-rata 42 persen pada pre-test menjadi 86 persen pada post-test, disertai dengan terbentuknya niat dan komitmen peserta untuk mengubah kebiasaan sehari-hari. Berbagai tantangan seperti keterbatasan waktu, perbedaan kemampuan awal peserta, dan keterbatasan alat peraga berhasil diatasi melalui strategi pembelajaran berdiferensiasi serta inovasi iptek sederhana berupa pemanfaatan kamera ponsel dan proyektor untuk demonstrasi langsung serta pembuatan video mikro pembelajaran. Kegiatan ini berhasil menjawab akar masalah rendahnya personal branding, lemahnya etika fisik, belum efektifnya komunikasi, dan tidak adanya kontrol citra diri pada siswa, sekaligus meletakkan fondasi keberlanjutan melalui rencana pembentukan Klub Personal Branding dan penyediaan akses video pembelajaran. Dengan demikian, pendampingan etika dan komunikasi efektif berbasis personal branding terbukti efektif dalam meningkatkan kesiapan siswa SMK menghadapi dunia kerja.
THE POLITICS OF PUBLIC HEALTH DATA: A STUDY ON DATA GOVERNANCE, PRIVACY, AND SECURITY DURING HEALTH CRISES Sarah Zielda Najib; Nurul Hidayati; Teguh Setiawan Wibowo; Rania Khatib
Cognitionis Civitatis et Politicae Vol. 3 No. 3 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/politicae.v3i3.3151

Abstract

Public health crises such as pandemics intensify the political significance of health data, exposing tensions between the need for rapid data sharing, the protection of individual privacy, and the assurance of data security. Governments increasingly rely on large-scale data collection and digital surveillance to inform policy responses, yet these practices often raise ethical, legal, and political concerns. This study aims to analyze how data governance frameworks shape the management of public health data during health crises, with particular attention to the balance between public interest, privacy rights, and data security. The research employs a qualitative research design based on document analysis and comparative policy review, examining national regulations, emergency health policies, and international guidelines related to health data governance. The findings indicate that data governance during health crises is strongly influenced by political priorities, institutional capacity, and levels of public trust. Weak regulatory clarity and limited oversight mechanisms tend to exacerbate privacy risks and public resistance, while transparent governance models and robust security protocols enhance data legitimacy and compliance. The study concludes that effective public health data governance requires an integrated approach that aligns legal safeguards, ethical principles, and technological security with crisis-driven decision-making. Strengthening accountability and transparency is essential to ensuring that public health objectives do not undermine fundamental rights during emergencies.
PUBLIC HEALTH GOVERNANCE AND SOCIAL TRUST: LESSONS FROM GLOBAL HEALTH CRISES Sarah Zielda Najib; Nurul Hidayati; Teguh Setiawan Wibowo; Roya Zahir
Cognitionis Civitatis et Politicae Vol. 3 No. 2 (2026)
Publisher : Yayasan Adra Karima Hubbi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70177/politicae.v3i2.4151

Abstract

Public health governance has become a critical determinant of societal resilience as recent global health crises have demonstrated that effective emergency responses depend not only on healthcare capacity but also on institutional legitimacy, transparent decision-making, and public trust. Persistent variation in policy compliance and crisis outcomes across countries has intensified interest in understanding how governance quality influences collective behavioral responses during public health emergencies. This study aimed to examine the relationship between public health governance, institutional transparency, social trust, and community resilience across diverse national contexts. A mixed-methods sequential explanatory design was employed involving 3,600 respondents from twelve countries representing different governance systems and public health capacities. Quantitative data were collected using validated measures of governance effectiveness, institutional trust, policy compliance, communication credibility, healthcare preparedness, and community resilience, and analyzed through multilevel modeling, structural equation modeling, mediation analysis, and hierarchical regression. Qualitative evidence was obtained through semi-structured interviews, focus group discussions, policy document analysis, and institutional case studies, followed by thematic interpretation. Findings revealed that governance effectiveness significantly strengthened institutional trust, while transparent communication and information credibility enhanced policy compliance, vaccination acceptance, and community resilience. Community resilience further reinforced the positive relationship between institutional trust and behavioral compliance during health emergencies. Results indicate that sustainable public health governance requires coordinated institutional leadership, evidence-based communication, transparent policymaking, and meaningful public engagement. The proposed governance framework offers practical guidance for strengthening institutional resilience and social trust during future global health crises.