Penelitian ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan guru terhadap panduan pembelajaran yang sistematis dan sesuai dengan karakteristik peserta didik tunagrahita ringan berfokus pada pengambangan kemandirin di sekolah dasar (SD) inklusif. Tujuan penelitian adalah: 1) Mendeskripsikan kebutuhan guru akan modul pembelajaran kemandirian peserta didik tunagrahita ringan, 2) Menghasilkan modul pembelajaran kemandirian peserta didiktunagrahita yang layak, 3) Menganalisis efektivitas modul dalam meningkatkan kompetensi guru di SD inklusif. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R & D) dengan model 4D (define, design, development,disseminate). Populasi penelitian ini berjumlah 54 guru di lima SD penyelenggara pendidikan inklusif yang diperoleh melalui teknik non-probability sampling. Analisis data menggunakan uji-t berpasangan untuk melihat perbedaan skor sebelum dan sesudah perlakuan serta uji N-Gain untuk mengukur tingkat peningkatan kompetensi guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Hasil analisis kebutuhan guru terhadap pengembangan modul pembelajaran kemandirian peserta didik tunagrahita ringan termasuk kategori tinggi. Artinya guru membutuhkan pengembangan modul untuk digunakan sebagai acuan dalam merancang pembelajaran bagi peserta didik tunagrahita ringan. 2) Hasil uji kelayakan validasi ahli materi, ahli penyajian, ahli bahasa, ahli kegrafikan, dan uji coba pengguna telah dinyakatan layak untuk digunakan, 3) Hasil analisis efektivitas modul melalui uji-t berpasangan menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor pretest (M = 51,28) dan posttest (M = 70,09), t (53) = 18,438, p < 0,001, yang mengindikasikan peningkatan kompetensi guru setelah menggunakan modul. Selanjutnya hasil rata-rata nilai N-Gain sebesar 0,637 menunjukkan bahwa peningkatan kompetensi guru berada pada kategori sedang. Rekomendasi dalam penelitian ini para guru di SD inklusif dapat memanfaatkan modul ini dalam merancang pembelajaran kemandirian bagi tunagrahita ringan.