Jasmine Hasna Nafila Rahman
Universitas Gadjah Mada

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Persepsi Masyarakat dengan Metode Big Data terhadap Kinerja DPR dalam Memproses RUU PKS Fandy Arrifqi; Dyah Ainiyatul Munawaroh; Jasmine Hasna Nafila Rahman
Jurnal PolGov Vol 4 No 2 (2022): Jurnal PolGov Vol. 4 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Departemen Politik dan Pemerintahan, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/polgov.v4i2.3614

Abstract

Menurut laporan tahunan Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan (Komnas Perempuan), angka kasus kekerasan seksual terus meningkat setiap tahunnya. Data kasus kekerasan seksual yang terus meningkat mendorong perlunya payung hukum yang dapat melindungi korban. Oleh sebab itu, Komnas Perempuan melalui usulannya mendesak pemerintah untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU PKS). Melalui Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) yang mendapatkan mandat dari rakyat untuk mewakili suara mereka justru seolah tutup telinga akan masukan dan kritikan rakyat. Banyaknya kasus yang terus mencuat tidak lantas membuat DPR segera mengesahkan RUU PKS sehingga menimbulkan berbagai persepsi negatif dari masyarakat terhadap kinerja DPR. Oleh karena itu, kajian dalam artikel inii berusaha melihat sentimen masyarakat terhadap kinerja DPR dalam proses perumusan RUU PKS menggunakan metode big data. Data yang digunakan diambil dari media sosial Twitter. Kemudian, data diolah menggunakan text network analysis dan sentiment analysis untuk melihat persepsi dan sentimen masyarakat terhadap kinerja DPR atas tertundanya RUU PKS. Dari hasil persepsi dan sentimen masyarakat tersebut, lalu kami berusaha menganalisis model representasi yang dilakukan oleh DPR dalam konteks perumusan RUU PKS. Hasil sentiment analysis menunjukkan bahwa sentimen negatif mendominasi respons masyarakat atas tertundanya pengesahan RUU PKS. Pada analisis dengan menggunakan model representasi, diketahui DPR RI memiliki gaya/model perwakilan trustee dilihat dari adanya jurang yang lebar di antara tuntutan rakyat dengan kebijakan yang dihasilkan oleh DPR.
PENGARUH DOMINASI MEDIA SEBAGAI KOMUNIKATOR DAN SOSIALISATOR ISU PUBLIK: STUDI KASUS PELECEHAN SEKSUAL SANTRIWATI PONDOK PESANTREN JOMBANG Jasmine Hasna Nafila Rahman; Rahma Kintara Saniya Dafin; Mohammad Itqon Alexander
ARIMA : Jurnal Sosial Dan Humaniora Vol. 1 No. 3 (2024): Februari
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/arima.v1i3.891

Abstract

Media massa dalam pandangan Habermas dilihat sebagai alat untuk mendistribusikan informasi. Dalam dunia digital, digitalisasi media massa meningkatkan kemudahan akses terhadap informasi dan mempercepat respon publik terhadap suatu isu. Detik, menjadi media berita daring yang paling sering dikonsumsi dan menempati urutan pertama di Indonesia. Namun, seiring dengan peningkatan konsumsi media daring, tantangan objektivitas dan independensi muncul ke permukaan. Penelitian ini akan fokus menyoroti kasus yang menjadi pembicaraan nasional di tahun yang sama ketika Detik mengalami popularitas puncak, yaitu pelecehan seksual di pondok pesantren Jombang Jawa Timur oleh anak pemilik pondok, Much Subchi Azal Tsani, untuk melihat bagaimana pemberitaan yang diproduksi oleh Detik sebagai media massa berperan dalam mengamplifikasi isu kekerasan seksual di pesantren di dalam ruang media sosial twitter dan mensosialisasikan penggambaran bechi sekaligus memvalidasi kontradiksi yang tak wajar dalam isu tersebut. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa berita yang dihasilkan Detik mengenai kasus tersebut menjadi pusaran percakapan terbanyak. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menunjukkan bahwa dominasi media mampu menjadikan sebuah isu sebagai keresahan bersama sehingga lebih mudah ditangkap oleh pemerintah maupun pemangku kebijakan lainnya.