p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Tri Endah Suryani
SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN SAPTA BAKTI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Inisiasi Menyusu Dini (Imd) dan Frekuensi Menyusui dengan Kelancaran Asi pada Ibu Post Partum di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Seluma Tri Endah Suryani; Lolli Nababan; Iin Nilawati; Meiniarti Meiniarti; Dian Ika Pratiwi
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.46303

Abstract

Kelancaran produksi ASI dipengaruhi oleh faktor frekuensi pemberian ASI, berat bayi saat lahir, usia kehamilan saat bayi lahir, usia ibu, paritas, stres dan penyakit akut, IMD, perawatan payudara, penggunaan alat kontrasepsi, status gizi dan kelelahan akibat bekerja. Penelitian ini dilakukan agar diketahuinya hubungan inisiasi menyusu dini (IMD) dan frekuensi menyusui dengan kelancaran ASI pada ibu post partum di Wilayah Kerja Puskesmas Pajar Bulan Kabupaten Seluma. Jenis penelitian adalah analitik dengan desain cross sectional, dengan sampel sebanyak 50 ibu post partum diambil secara total sampling. Menggunakan data primer, diolah secara univariat dan bivariat dengan analisis uji chi square. Hasil penelitian diketahui ibu post partum sebagian besar 62,0% dengan kelancaran ASI yang lancar, sebagian besar 58,0% melakukan inisiasi menyusu dini (IMD), sebagian besar 62,0% dengan frekuensi menyusui dengan optimal. Ada hubungan inisiasi menyusu dini (IMD) dengan kelancaran ASI pada ibu post partum (p = 0,008), ada hubungan frekuensi menyusui dengan kelancaran ASI pada ibu post partum (p = 0,000). Hendaknya kepala Puskesmas membuat kebijakan terkait pengklaiman BPJS oleh bidan dan pegawai Puskesmas bagi pasien persalinan normal agar melampirkan bukti pelaksanaan IMD dan observasi frekuensi menyusui. Selain itu juga mewajibkan bagi ibu yang akan melahirkan di Puskesmas Pajar Bulan untuk mengikuti kegiatan ANC minimal 6 kali selama kehamilan dan mengikuti kegiatan kelas ibu hamil, serta posyandu balita sehingga dapat dilakukan pemantauan frekuensi menyusui bagi ibu.
Hubungan Usia dan Tingkat Pendidikan Ibu Nifas dengan Perawatan Luka Perineum di Pmb R Pasar Ikan Kota Bengkulu Lolli Nababan; Tri Endah Suryani; Entan Afriannisyah; Daniati Jeany Putri
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48137

Abstract

Robekan perineum bisa terjadi saat proses kelahiran. Penyebab nya adalah berat badan bayi ≥ 4000 gram, malpresentasi, letak sungsang, cara meneran ataupun pimpinan persalinan yang salah. Luka pada perineum memerlukan perawatan untuk mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan usia dan tingkat pendidikan ibu nifas dengan perawatan luka perineum di PMB “R” Pasar Ikan Kota Bengkulu Tahun 2023. Metode penelitian adalah metide kuantitatif dengan desain cross sectional, populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu nifas di BPM “R”, dengan sampel sebanyak 50 ibu nifas dengan teknik pengambilan sampel secara total Sampling. Menggunakan data primer dan sekunder, diolah secara univariat dan bivariat. Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 23 Februari Tahun 2023 di PMB “R” Kota Bengkulu. Hasil analisa univariat, dari 50 ibu nifas setengahnya 25 (50,0%) melakukan perawatan luka perineum, 25(50,0%) ibu nifas berusia produktif 20-35 tahun, dan hampir setengahnya 19 (38,0%) ibu nifas memiliki tingkat pendidikan tinggi. Hasil analisa bivariat menggunakan uji statistic Chi-Square didapatkan ada hubungan yang signifikan antara usia dan perawatan luka perineum (p = 0,000), dan hasil uji statistic Chi-Square juga menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan perawatan luka perineum (0,027). Diharapkan tenaga kesehatan khususnya Bidan untuk selalu melakukan meningkatkan upaya promotif dan preventif yaitu peningkatan pengetahuan serta upaya pencegahan robekan perineum serta melakukan kunjungan nifas lengkap.