Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Tujuan pendidikan Islam; multidisipliner (Tinjauan filosofis, teoritis, dan praktis) Akhmad Syahbudin; Ridhahani Fidzi; Syaifuddin Sabda; Husnul Yaqin; Hamdan Hamdan
Cendikia : Media Jurnal Ilmiah Pendidikan Vol 13 No 3 (2023): Januari: Education Science
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan pendidikan Islam secara praktis dapat dikembangkan dan diterapkan dalam suatu lembaga yang dapat mengintegrasikan, menyeimbangkan, dan mengembangkannya dalam suatu lembaga pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kajian literatur. Literatur diambil sesuai dengan kajian pembahasan ini. Untuk mendapatkan temuan dalam penelitian ini, peneliti mengkaji referensi dari jurnal, buku dan dokumen lainnya, sehingga dari review ini peneliti hanya memperoleh temuan dalam penelitian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tujuan pendidikan Islam dapat dikaji dalam berbagai bidang, baik secara filosofis, teoritis maupun praktis. Setiap kajian memiliki perbedaan, namun pada hakikatnya tujuan pendidikan Islam adalah membentuk peserta didik ke arah yang lebih baik, secara afektif dan psikomotorik.
Komponen Utama dalam Instrumen Akreditasi Sekolah/Madrasah (Mutu Guru dan Manajemen Sekolah/Madrasah) Halya Quzwainie Shaieba; Hilmi Mizani; Husnul Yaqin
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/23zndb54

Abstract

Penilaian terhadap standar kelayakan operasional pendidikan di sekolah atau madrasah diwujudkan melalui mekanisme akreditasi. Proses ini dijalankan oleh BAN-S/M dengan menggunakan perangkat instrumen yang ditetapkan oleh pemerintah. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan dua komponen utama dalam instrumen akreditasi, yaitu mutu guru dan manajemen sekolah/madrasah, sebagaimana tercantum dalam Kepmendikbudristek No. 246/O/2024. butir kekhususan dari masing-masing komponen secara sistematis. Penelitian ini menerapkan teknik studi kepustakaan melalui proses analisis terhadap berbagai dokumen instrumen akreditasi yang berlaku. Hasil kajian menunjukkan bahwa komponen mutu guru mencakup sub komponen kompetensi pedagogis, peningkatan profesionalisme, serta aspek kreativitas dan inovasi. Seluruh unsur tersebut diimplementasikan melalui empat poin esensial beserta poin spesifik yang disesuaikan untuk level pendidikan dasar (SD/MI) maupun kejuruan (SMK/MAK). Komponen manajemen sekolah/madrasah mencakup sebelas sub komponen dengan tiga belas butir inti, ditambah butir kekhususan untuk SMK/MAK dan SLB/MLB. Kedua komponen ini mencerminkan standar penyelenggaraan pendidikan yang wajib diacu oleh setiap unit pendidikan. Melalui pedoman ini, lembaga pada level SD/MI maupun SMK/MAK memiliki landasan formal untuk melakukan eskalasi mutu operasional secara berkelanjutan