Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA PEMBELAJARAN MATERI LISTRIK DINAMIS Norhasanah, Siti
Vidya Karya Jurnal Kependidikan Vol 28, No 2 (2013): Oktober 2013
Publisher : Vidya Karya Jurnal Kependidikan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Problem-based learning ( PBL ) model is a learning model that uses real-world problems as a context for students to learn about critical thinking and problem solving skills, as well as a way to acquire the knowledge and the essential concepts of the subject matter. The purpose of this study was to determine whether PBL models can improve learning outcomes of 26 students in physics class XA SMAN 1 Tanta. The data were analyzed by descriptive . The results showed that in the first cycle, students learning outcomes increase on average of 12.69 % , while in the second cycle students learn to achieve an increase on average by 21.93 % and the third cycle , students achieve average improvement of learning outcomes average of 10.77 % . Thus it can be said that through the application of the PBL , the results of studying physics grade students of SMAN 1 Tanta XA can be improved.
VIDEO PEMBELAJARAN DENGAN APLIKASI CAPCUT PADA MATERI KHALIFAH UMAR BIN ABDUL AZIZ DI KELAS VIII MTS DARUL AMIN Pengelola, Pengelola; Pratama, Hidayatullah Akbar; Norhasanah, Siti
Tasyri` : Jurnal Tarbiyah-Syari`ah-Islamiyah Vol. 32 No. 02 (2025): Oktober
Publisher : LPPM STAI Ihyaul Ulum Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70281/4z2efh84

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kebutuhan media video animasi dalam pembelajaran materi Sejarah Umar bin Abdul Aziz pada siswa kelas VIII di MTS Darul Amin dengan menggunakan pendekatan kuantitatif. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan angket yang melibatkan 25 siswa. Observasi partisipatif dilakukan untuk mengamati proses pembelajaran, sedangkan wawancara terhadap guru dan siswa bertujuan untuk memperoleh informasi tentang kebutuhan media pembelajaran yang efektif. Angket yang terdiri dari dua indikator yaitu kebutuhan media infografis dan kecenderungan gaya belajar digunakan untuk menilai sejauh mana siswa memanfaatkan media video animasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun ada larangan membawa telepon genggam ke sekolah, siswa masih memiliki akses terhadap perangkat tersebut di luar sekolah, yang menunjukkan potensi pemanfaatan media video animasi. Penelitian ini juga menekankan pentingnya dukungan dari pihak sekolah dalam menyediakan sarana belajar yang memadai. Dengan demikian, penggunaan media video animasi diharapkan dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan.