Oktavianus Rangga
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Penerapan Pelayanan Kasih Di GBI Pelita Imanuel (Suatu Perspektif Teologi Praktika): (Suatu Perspektif Teologi Praktika) Oktavianus Rangga; Roce Marsaulina; Ayu Sutrisna
JURNAL KADESI Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4. No. 2. 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v4i2.34

Abstract

Gereja dipanggil untuk melayani Tuhan Juruselamat-Nya dan memberitakan Injil tentang kedatangan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Dan hal ini gereja juga hadir menjalankan misinya untuk menerapkan kasih Kristus di tengah-tengah kesulitan. Gereja dalam dirinya menyadari akan adanya panggilannya di tengah-tengah dunia sepanjang zaman untuk mewujud kasih Allah melalui tindakan nyata. Penulis menggunakan metode kualitatif yang sacara langsung di lapangan (Penelitian lapangan) dan penulis menggunakan teknik pengumulan data melalui studi literatur baik dari buku, maupun jurnal. Pelayanan kasih merupakan sebuah sarana atau cara dari gembala kepada jemaat untuk dapat memberikan bimbingan. Pelayan kasih bukan sekedar kata, ataupun berbagi karena memiliki kelebihan secara ekonomi. Gereja bagian dalam pelaksanaan tugas tidak boleh berhenti hanya kepada mereka yang percaya (Galatia 6:10) tetapi juga di luar orang percaya (Roma 5:6-8). Jadi panggilan gereja adalah garam dan terang ditengah-tengah masyarakat (Matius 5:16). Hal inilah gereja terus mendampingi jemaatnya untuk menuntun disetiap kehidupan mereka menuju jalan kebenaran dan keselamatan. Gereja perlu melihat kebutuhan umat dari dua sudut pandang, yaitu kebutuhan spiritual dan kebutuhan material. Iman yang harus tercermin dalam tindakan praktis, seperti menjangkau mereka yang membutuhkan pertolongan.
Cross-Cultural Christian Education in the Metaverse: Developing Virtual Faith Communities for Global Spiritual Formation and Interfaith Dialogue Oktavianus Rangga
Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Philosophy Vol. 1 No. 1 (2024): January: Green Philosophy: International Journal of Religious Education and Phi
Publisher : International Forum of Researchers and Lecturers

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70062/greenphilosophy.v1i1.34

Abstract

This study aims to explore the role of cross-cultural Christian education in cyberspace in supporting the formation of virtual faith communities for global spiritual formation and interfaith dialogue. Issues that include the challenges of globalization and digitalization that change the way communities interact, especially in religious contexts. The methods used are concept analysis and literature studies that support the development of a theoretical framework for digital-based cross-cultural education. The results of the study indicate that digital platforms can be an effective means of creating inclusive cross-cultural dialogue spaces, strengthening spiritual identity, and facilitating cross-cultural learning. The findings also highlight the importance of design programs that are sensitive to cultural and technical contexts. The main conclusion of this study is that cross-cultural Christian education in cyberspace can be a powerful tool for advancing global solidarity and interfaith dialogue. However, its success depends on collaboration between educators, technology developers, and religious communities, as well as attention to obstacles such as digital literacy and unequal access to technology.