Abstract The rapid development of digital media has made social media one of the primary sources of information for university students. However, this condition also increases the risk of exposure to misleading information and hoax news. This study aims to analyze the influence of media literacy on the ability to detect hoax news among students at Garut University. This research employs a quantitative approach using an explanatory method. Data were collected through a five-point Likert scale questionnaire distributed online to 31 students selected using a purposive sampling technique. The independent variable in this study is media literacy, while the dependent variable is the ability to detect hoax news. Data analysis was conducted using descriptive statistics and simple linear regression analysis with the assistance of the SPSS program. The results showed that students’ media literacy was categorized as good, with an average score of 50.84, while their ability to detect hoax news was also categorized as good, with an average score of 52.13. The results of the simple linear regression analysis indicate that media literacy has a positive and significant influence on students’ ability to detect hoax news. The regression model obtained an R value of 0.742 and an R Square value of 0.551, indicating that media literacy explains 55.1% of the variation in students’ ability to detect hoax news, while the remaining 44.9% is influenced by other factors outside this research model. The significance value of 0.000 (<0.05) confirms that media literacy has a statistically significant influence on the ability to detect hoax news. These findings indicate that higher levels of media literacy contribute to better abilities in recognizing, evaluating, verifying, and responding to hoax news. This study emphasizes the importance of strengthening media literacy, particularly in information verification skills and critical evaluation of digital content, to improve students’ critical thinking and responsibility in dealing with information in the digital environment. ABSTRAK Pesatnya perkembangan media digital telah menjadikan media sosial sebagai salah satu sumber informasi utama bagi mahasiswa. Namun, kondisi ini juga meningkatkan risiko terpapar informasi yang menyesatkan dan berita hoaks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi media terhadap kemampuan mendeteksi berita hoaks di kalangan mahasiswa Universitas Garut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksplanatori. Data dikumpulkan melalui kuesioner berskala Likert lima poin yang disebarkan secara daring kepada 31 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik *purposive sampling*. Variabel independen dalam penelitian ini adalah literasi media, sedangkan variabel dependennya adalah kemampuan mendeteksi berita hoaks. Analisis data dilakukan menggunakan statistik deskriptif dan analisis regresi linear sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi media mahasiswa berada dalam kategori baik, dengan skor rata-rata 50,84, sementara kemampuan mereka dalam mendeteksi berita hoaks juga berkategori baik, dengan skor rata-rata 52,13. Hasil analisis regresi linear sederhana menunjukkan bahwa literasi media memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap kemampuan mahasiswa dalam mendeteksi berita hoaks. Model regresi menghasilkan nilai R sebesar 0,742 dan nilai R Square sebesar 0,551, yang menunjukkan bahwa literasi media menjelaskan 55,1% variasi dalam kemampuan mahasiswa mendeteksi berita hoaks, sedangkan 44,9% sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain di luar model penelitian ini. Nilai signifikansi sebesar 0,000 (<0,05) mengonfirmasi bahwa literasi media memiliki pengaruh yang signifikan secara statistik terhadap kemampuan mendeteksi berita hoaks. Temuan ini mengindikasikan bahwa tingkat literasi media yang lebih tinggi berkontribusi pada kemampuan yang lebih baik dalam mengenali, mengevaluasi, memverifikasi, dan merespons berita hoaks. Penelitian ini menekankan pentingnya penguatan literasi media, khususnya dalam keterampilan verifikasi informasi dan evaluasi kritis terhadap konten digital, guna meningkatkan kemampuan berpikir kritis dan tanggung jawab mahasiswa dalam menyikapi informasi di lingkungan digital.