Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDAMPINGAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA DI SEKOLAH DASAR NEGERI 09 IPUH MUKOMUKO Cici Sumarni; Rasman Rasman; Rosidin Rosidin; Rekho Adriadi; Selvi Riwayati
Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (JIMAKUKERTA) Vol. 2 No. 3 (2022): JIMAKUKERTA
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Banyaknya siswa yang beranggapan bahwa matematika itu pembelajaran yang sulit, adanya faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi minat siswa dalam melaksanakan pembelajaran matematika, Faktor internal terdiri dari aspek fisiologis dan aspek psikologis. Keadaan kondisi tubuh siswa, agar dapat mengikuti pembelajaran dengan baik. Faktor Eksternal Faktor eksterenal merupakan faktor yang berasal dari luar. Faktor ekternal terdiri dari guru, orang tua, dan lingkungan belajar. upaya yang didapat dlakukan oleh guru dalam menumbuhkan minat belajar siswa terkait dengan faktor yang melatarbelakangi rendahnya minat belajar siswa dapat dilakukan dengan beberapa cara. Salah satu cara yang dapat dilakukan oleh guru antara yaitu dengan menggunakan media pembelajaran dan metode mengajar yang lebih bervariatf. Sehingga akan membuat siswa tertarik dan memilki minat dalam pembelajaran matematika. Kata Kunci: matematika, minat, siswa
Nandai Boteba dan Tabligh Musibah: Komparasi Upacara Kematian Tradisional Masyarakat Serawai dan Kematian Warga Muhammadiyah Bengkulu Hardiansyah Hardiansyah; Rasman Rasman; Susiyanto Susiyanto
JIA (Jurnal Ilmu Agama) Vol 24 No 2 (2023): Jurnal Ilmu Agama : Mengkaji Doktrin, Pemikiran, dan Fenomena Agama
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Pemikiran Islam Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jia.v24i2.19461

Abstract

Penelitian ini mengkaji komparasi antara upacara kematian tradisional masyarakat suku Serawai dan upacara kematian golongan warga Muhammadiyah. Urgensi kajian ini berkaitan dengan Muhamma-diyah yang lekat dengan ciri kemodernan. Cara beragama Muhammadiyah yang mengusung jargon anti takhayul, Bid’ah dan Khurafat (TBC) dinilai kering dan sangat sederhana dibandingkan dengan kaum tradisionalis. Namun pada kenyataanya, warga Muhamadiyah sendiri membentuk sebuah budaya dalam malam kematian dengan sebuah acara yang dinamakan Tabligh Musibah, di mana penyelenggaraan acara ini memiliki kesamaan tujuan dengan upacara tradisional masyrakat serawai. Alih-alih mengirim doa untuk orang yang sudah mati sebagaimana tradisi tradisionalis Islam, kedua acara ini justru berfokus menghibur keluarga yang ditinggalkan serta berisi nasehat bagi para hadirin. Dengan menggunakan jenis penelitian adalah studi pustaka berkaitan dengan catatan atau arsip tentang Nandai Boteba dan studi lapangan dengan melakukan wawancara terkait dengan Tabligh Musibah, hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan dan persamaan antara upacara tardisional kematian suku Serawai baik berkaitan dengan ritual maupun rangkaian acara. Selain itu, Nandai Boteba dan Tabligh Musibah memiliki kemiripan di mana tujuannya adalah menghibur keluarga yang ditinggalkan.