Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

PERAN LEMBAGA KONSULTASI DAN BANTUAN HUKUM DALAM MEMBERIKAN PENDAMPINGAN HUKUM BAGI MASYARAKAT TIDAK MAMPU Ahmad Dasan; Susiyanto Susiyanto; Sinung Mufti Hangabei; Mikho Ardinata
AL IMARAH : JURNAL PEMERINTAHAN DAN POLITIK ISLAM Vol 7, No 1 (2022): Januari
Publisher : Fakultas Syari'ah Universitas Islam Negeri Fatmawati Sukarno Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29300/imr.v7i1.6236

Abstract

Abstract: One of the reasons why the poor need legal protection is the equality of citizens before the law, there is no gap between the people and those who have money and positions, where both have the status of citizens in accordance with the legal system. In an atmosphere of a criminal justice system that has not yet reached the point of integration, there is a need to defend poor people or groups. The purpose of this study was to determine the role of legal advice and support institutions in providing legal support and community empowerment to the underprivileged. Using an empirical legal approach, this research focuses on the activities of the Legal Aid and Consultation Institute at the University of Muhammadiyah Bengkulu in fulfilling its role. The results of the study show that the Legal Consultation and Aid Institute is obliged to provide free legal aid through legal aid providers, but the information on the provision of free or free legal aid is not optimal, so there are still many accused or suspects with the law in Conflicted, not receiving legal advice/assistance from legal aid providers, thereby rendering the user powerless to deal with allegations/accusations/charges from the state. Keywords: Legal Aid Institutions, Free Legal Aid, Underprivileged Communities
Hak Asasi Manusia dan Pemenuhan Pendampingan Hukum (Advokasi Hukum Korban Penyalahgunaan Narkoba di Kota Bengkulu) Susiyanto Susiyanto; Mikho Ardinata; Sinung Mufti Hangabei; Hendi Sastra Putra
Jurnal HAM Vol 12, No 3 (2021): December Edition
Publisher : Badan Penelitian dan Pengembangan Hukum dan HAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (491.89 KB) | DOI: 10.30641/ham.2021.12.429-448

Abstract

Selain pemakai, remaja dijadikan sebagai perantara untuk mengedarkan narkotika di tingkat sekolah. Beberapa remaja yang ditangkap sebagai pengedar tidak mengetahui mengenai apa yang disangkakan. Kewajiban memberikan bantuan hukum bagi orang atau kelompok miskin oleh advokat sejalan dengan prinsip justice for all dan hak untuk didampingi oleh advokat tanpa kecuali. Dalam sistem hukum pidana yang belum mencapai titik keterpaduan, pembelaan bagi orang atau kelompok miskin tetap diperlukan. Tulisan ini membahas mengenai peran pengacara dalam hal pendampingan hukum bagi korban penyalahgunaan narkoba di Kota Bengkulu. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan hukum empiris dengan mengamati perilaku verbal maupun nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, informasi berkaitan pemberian hukum secara gratis belum maksimal. Masih banyak pengguna narkotika yang berhadapan dengan hukum tidak mendapatkan pendampingan/ bantuan hukum yang menimbulkan ketidakberdayaan. Perlu adanya ketentuan untuk memberikan bantuan hukum kepada tersangka dan terdakwa yang disangka dan didakwa melakukan tindak pidana dengan ancaman pidana di bawah lima tahun.
Student Decision to Enter College in Bengkulu Ririn Harini; Susiyanto Susiyanto; Onsardi Onsardi; Fitri Nur Hafidzah
EKOMBIS REVIEW: Jurnal Ilmiah Ekonomi dan Bisnis Vol 12 No 1 (2024): Januari
Publisher : UNIVED Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37676/ekombis.v12i1.4989

Abstract

Universities in Indonesia face increasingly fierce competition in attracting prospective students to remain and compete with other universities, Muhammadiyah University of Bengkulu needs to apply factors that can influence student decisions. This research aims to examine the influence of social media marketing, university reputation, tuition fees, location, and product variations on students' decisions to study at UM Bengkulu. The data used is primary data. This research is included in quantitative research with a purposive sampling technique. The population of this research was all UM Bengkulu students, totaling 800 respondents. This research uses SEM-PLS version 4.0. The results of this research state that tuition fees, location, and product variety have a significant influence on student decisions, while social media marketing and university reputation have no influence on students' decisions to study at UM Bengkulu.
Pendampingan Penguatan Kapasitas Kelembagaan Pusat Konsultasi Bantuan Hukum Pimpinan (Posbakum) Wilayah Aisyiyah Bengkulu Riri Tri Mayasari; Susiyanto Susiyanto; Randy Pradityo; Rangga Jayanuarto
Jurnal Pengabdian Hukum Indonesia (Indonesian Journal of Legal Community Engagement) Vol 5 No 1 (2022): Indonesian Journal of Legal Community Engagement
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jphi.v5i1.48038

Abstract

Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (Posbakum) Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bengkulu masih belum sepenuhnya mampu melayani pendampingan hukum kepada masyarakat dengan baik. Hal ini dikarenakan masih terbatasnya jumlah anggaran yang didapat dari pemerintah melalui Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia. Kesadaran pengurus tentang peningkatan akreditasi untuk lebih mengoptimalkan pendampingan dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia menjadi detail kelemahan yang harus diatasi, agar banyaknya permohonan masyarakat yang meningkat setiap bulannya dapat dipenuhi secara maksimal. Untuk mencari solusi permasalahan mitra, seperti Pusat Konsultasi dan Bantuan Hukum (Posbakum) Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bengkulu, kami mengadakan program kerja bersama mitra dalam rangka peningkatan edukasi dan pendampingan penguatan kapasitas kelembagaan untuk mempersiapkan re-akreditasi yang lebih baik. Kata Kunci : Pendampingan, Bantuan Hukum, Organisasi Bantuan Hukum, Akreditasi
Penguatan Modal Sosial Keluarga dalam Kegiatan Mitigasi Bencana di Kelurahan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Linda Safitra; Susiyanto; Rifa’i; Hafri Yuliani; Eceh Trisna Ayu
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 3 No. 3 (2023): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v3i3.5897

Abstract

Kegiatan PPM dengan judul penguatan modal sosial keluarga dalam kegiatan mitigasi bencana di Kelurahan Malabro Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu dengan tujuan menguatkan modal sosial keluarga dalam tiga hal yaitu pertama, persiapan menghadapi bencana, kedua penguatan modal sosial ketika menghadapi bencana, ketiga penguatan modal sosial sesaat setelah terjadinya bencana. Metode ceramah dan praktik merupakan strategi yang dugunakan untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan PPM. Kegiatan ceramah dilakukan untuk memberikan penjelasan tentang makna modal sosial keluarga, modal sosial yang sudah dimiliki keluarga, modal sosial yang harus dikuatkan, modal sosial yang harus dimoiliki untuk mitigasi bencana serta manfaat modal sosial keluarga dalam mitigasi bencana. Sasaran PPM ini terdiri dari tiga hal yaitu “persiapan dengan modal sosial, mengahadapi dengan modal sosial, serta menangani dengan modal sosial”. Adapun yang menjadi faktor pendukung kegiatan ini adalah adanya penerimaan dan dukungan dari pemerintah Kelurahan Malabro dan keinginan masyarakat untuk berpartisipasi dalam kegiatan PPM. Sementara faktor penghabat bisa dikatakan tidak ada karena hanya berkaitan dengan keterbatasan waktu. Secara keseseluruhan kegiatan PPM ini telah terlaksana dengan baik dan lancar sesuai dengan tujuan yang sudah direncanakan dari awal kegiatan PPM.
Penerapan Kolaborasi antara Pemerintah Desa, Masyarakat dan Akademisi dalam Penguatan Kelembagaan dan Penanaman Pohon Rosidin; Susiyanto; Sri Indarti; Farida Nur Aini
JURNAL ABDIMAS SERAWAI Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Abdimas Serawai (JAMS)
Publisher : Program Studi Administrasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Bengkulu 

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/jams.v5i1.8098

Abstract

Desa Rindu Hati, Kabupaten Bengkulu Tengah, menghadapi tantangan degradasi lingkungan akibat alih fungsi lahan dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam. Di sisi lain, kapasitas kelembagaan desa dalam menginisiasi program berbasis lingkungan masih terbatas. Melalui pendekatan Administrasi Publik, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membangun kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat dalam program penghijauan sekaligus memperkuat kelembagaan desa agar mampu merancang kebijakan berkelanjutan. Tujuan Pengabdian ini adalah untuk Mendeskripsikan model sinergi multipihak dalam program penanaman pohon, Menganalisis dampak penguatan kelembagaan desa terhadap partisipasi masyarakat, dan Memberikan rekomendasi kebijakan berbasis temuan lapangan. Metode Kegiatan dilaksanakan dengan metode participatory action research (PAR), meliputi: FGD dengan perangkat desa dan tokoh masyarakat untuk identifikasi kebutuhan. Pelatihan administrasi pengelolaan lingkungan bagi aparatur desa. Aksi kolektif penanaman 500 bibit pohon (produktif dan endemik) melibatkan 100 peserta dan Pendampingan pembentukan kelompok kerja (pokja) lingkungan desa. Hasil dan Temuan Inovatif yaitu terbentuknya Pokja Hijau Desa sebagai wadah partisipasi masyarakat dalam monitoring lingkungan.
The Rise of Intersectionality in Sociological Discourse: A Global Bibliometric and Thematic Analysis (2014–2024) Rukminiarti; Kurniawati, Juliana; Safitra, Linda; Susiyanto; Pakpahan, Fransiskus Novrianto
Socio-political Communication and Policy Review Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Lenggogeni Data Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61292/shkr.275

Abstract

Intersectionality has emerged as a pivotal framework in sociology for examining how overlapping social identities, such as race, gender, and class, contribute to systemic inequalities. Despite its growing influence, there remains a lack of systematic analysis of its global scholarly impact, particularly outside Western academia. This study addresses this gap by employing bibliometric and thematic methods to map the development of intersectionality in sociological research from 2014 to 2024. Using a mixed-methods approach, we analyzed 580 Scopus-indexed documents through co-citation and bibliographic coupling in VOSviewer, identifying key intellectual clusters and geographic trends. The findings reveal a strong dominance of North American and European scholarship, with limited contributions from the Global South, highlighting disparities in knowledge production. Four major research clusters emerged, focusing on public health, methodological challenges, social reproduction, and health equity, while emerging themes include digital inequalities, climate justice, and epistemic decolonization. These results underscore the need for more inclusive methodologies that incorporate non-Western perspectives and practical applications in policy and activism. The study concludes by advocating for future research to expand intersectional analyses into critical areas such as climate justice, digital health equity, and the decolonization of knowledge, ensuring the framework remains relevant in addressing contemporary social inequalities.
GADGET ADDICTION AND CHANGES IN SOCIAL INTERACTIONS AMONG EARLY CHILDHOOD CHILDREN IN BETUNGAN, BENGKULU CITY Putri, Sonnya Desvi Hartati Isaya; Safitra, Linda; Susiyanto
Jurnal Sosiologi Dialektika Sosial Vol. 11 No. 2 (2025): September
Publisher : Program Studi Sosiologi Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsds.v11i2.22154

Abstract

This study aims to examine the impact of gadget addiction on changes in the social interactions of early childhood children in Betungan Village, Bengkulu City. Using a qualitative approach and case study method, data was collected through in-depth interviews and documentation, analyzed using theory of social change and symbolic interaction. The results of the study show that, on average, children spend more than four hours per day using gadgets, far exceeding the one hour limit recommended by experts. This habit has led to a decline in children's participation in group play, difficulties in understanding emotional expressions, and limitations in two-way communication. Passive stimulation from screens replaces physical activity and creative play, which are essential for fine motor development and imagination, thereby hindering socio-emotional growth. The main factors contributing to addiction include easy access to gadgets at home, app designs that make it difficult for children to detach, and a lack of alternative educational and recreational activities. In addition, the use of gadgets as a distraction tool in parenting reduces face to face interaction and emotional closeness between parents and children. A collaborative effort between families, educational institutions, and local governments is needed to set screen time limits, provide child friendly play facilities, and develop interactive stimulation programs to mitigate the negative effects of gadget addiction on the social, emotional, and cognitive development of early childhood.  
Representasi Kemiskinan Dalam Film Parasite (Karya Boong Joon-Ho) Muhamad Maruli Opradi; Susiyanto; M. Fikri Akbar
Jurnal Khabar: Komunikasi dan Penyiaran Islam Vol. 7 No. 2 (2025): Desember
Publisher : STAI Bumi Silampari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37092/khabar.v7i2.1301

Abstract

This study analyzes how the film Parasite depicts structural poverty through the denotative, connotative, and mythical meanings contained in each scene. At the denotative level, the film displays literal visual elements such as the Kim family's subterranean semi-basement, with dim, yellowish lighting, in stark contrast to the Park family's bright, modern, luxurious home. The connotative level reveals symbolic meanings where the semi-basement represents social decline and the vulnerability of the lower class, while the staircase motif connotes a metaphor for fragile social mobility and the cycle of poverty that is difficult to break. At the mythical level, the film dismantles capitalist ideology that naturalizes poverty as a "natural" consequence of social hierarchy. Using qualitative research methods and Roland Barthes' semiotic analysis techniques, researchers collected data through observation and documentation, and validated the data using triangulation. The results of the study using Roland Barthes' semiotic theory revealed that the visualization of poverty in the film clearly reflects structural poverty-a condition in which certain groups of people cannot access sources of income due to unfair social structures. This concept is reinforced by the Theory of Social Democracy which emphasizes that poverty is a systemic problem, not just the result of individual failure.
Pemberdayaan Ibu Muda dalam Pemenuhan ASI Eksklusif sebagai Upaya Pencegahan Stunting Linda Safitra; Melly Eka Karina; Susiyanto Susiyanto; Mukhlizar Mukhlizar; Hafri Yuliani
Collaborative: Journal of Community Service Vol 1 No 3 (2025): (JULY) Collaborative: Journal of Community Service
Publisher : PT. NALURI EDUKASI PRESS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64924/4dd2nk36

Abstract

Sebagai respon atas meningkatnya angka stunting yang mencapai 14% pada tahun 2024, pengabdian masyarakat ini dilakukan di Desa Pagar Dewa, Kecamatan Kelam Tengah, Kabupaten Kaur, Provinsi Bengkulu. Salah satu strategi pencegahannya adalah dengan memberdayakan para ibu muda untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama kehidupan bayi, mengingat ASI mengandung nutrisi lengkap yang sangat penting untuk tumbuh kembang anak. Namun, praktik ini belum sepenuhnya terlaksana karena masih banyak ibu muda yang belum memahami manfaatnya, terpengaruh oleh mitos, menghadapi tekanan sosial, serta kurangnya ruang laktasi dan fasilitas pendukung lainnya. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap, dan kemampuan para ibu muda melalui pendidikan partisipatif, pelatihan, diskusi kelompok, dan pengembangan kelompok pendukung menyusui. Pengajar dan mahasiswa dari Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Bengkulu melaksanakan kegiatan ini dengan bantuan dari pemerintah desa dan tenaga medis. Analisis SWOT menunjukkan bahwa pendekatan kolaboratif dan ilmiah dari program ini merupakan poin terkuatnya, namun juga menghadapi hambatan dari batas-batas budaya dan sumber daya yang langka. Sinergi lintas sektoral dan penggunaan media digital untuk penyebaran pengetahuan memberikan prospek pengembangan. Meningkatnya kebiasaan pemberian ASI eksklusif, pengembangan jaringan dukungan sosial yang kuat untuk ibu menyusui, dan pencapaian tujuan menurunkan angka stunting di Kabupaten Kaur menjadi 9% adalah hasil yang diharapkan. Selain itu, sebagai paradigma pemberdayaan berbasis masyarakat yang berhasil dalam upaya meningkatkan kesehatan ibu dan anak, inisiatif ini dapat direproduksi di daerah lain.