Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENJADWALAN PROYEK PEMBUATAN ROLLING MACHINE MENGGUNAKAN METODE JALUR KRITIS Ratih Wulandari
Jurnal Ilmiah Teknik Vol. 2 No. 1 (2023): Januari : Jurnal Ilmiah Teknik
Publisher : Asosiasi Dosen Muda Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56127/juit.v2i1.480

Abstract

Scheduling is very important in the basis of project planning so that it can run smoothly and can be completed on time. Before the project is carried out, it is necessary to have a project management stage which includes the planning stage, the scheduling stage and the coordination of these stages. Estimation of completion time for the production of rolling machine projects scheduled by PT. X is 36 days, the actual time in working on the rolling machine project is 32 days, then the estimated time for completing the iron rolling machine project using Microsoft Project is 27 days. The sequence of work processes using the critical path starts with number 1.1-1.2-2.1-4.1-4.2-4.3-4.7-4.8-6.1-6.2-6.3-7.1-7.2-7.3-7.4-7.5-7.6-7.7-7.8-7.9-7.10-8.1-8.2.
Pola Pembelian Produk Berdasarkan Association Rule Data Mining Ratih Wulandari; Ichsani Mursidah
Prosiding Seminar SeNTIK Vol. 3 No. 1 (2019): Prosiding SeNTIK 2019
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola Pembelian Produk Berdasarkan Association Rule Data Mining
ANALISIS KEPUASAN PELANGGAN TRANSPORTASI JAK-LINGKO WILAYAH JAKARTA SELATAN Ratih Wulandari
JISO : Journal of Industrial and Systems Optimization Vol. 7 No. 2 (2024): Desember 2024
Publisher : Universitas Maarif Hasyim Latif

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51804/jiso.v7i2.23-31

Abstract

ABSTRAKTransportasi menjadi sangat penting dikarenakan mobilitas masyarakat yang cenderung bergantung pada transportasi dan berbanding lurus dengan jumlah penduduk yang semakin padat akibat tingginya natalitas dan urbanisasi.. Jak Lingko merupakan model sistem integrasi tarif dan pembayaran untuk angkutan berbasis jalan di DKI Jakarta yang menghubungkan berbagai moda kendaraan. Kualitas pelayanan berdasarkan dari pendapat secara keseluruhan sesuai penilaian konsumen dari apa dirasakan/diterima konsumen berdasarkan layanan yang diberikan perusahaan. Kualitas pelayanan diukur dengan melakukan perbandingan antara harapan/keinginan dengan kinerja layanan yang sesungguhnya pada atribut-atribut pelayanan suatu Perusahaan. Tujuan penelitian untuk mendapatkan gambaran tentang kualitas pelayanan yang dilakukan berdasarkan 9 dimensi survei kepuasan masyarakat pengguna transportasi Jak-Lingko. Tingkat kepuasan secara umum terbentuk dari tingkat kepuasan pengguna layanan Jak Lingko sebesar 3.82 dengan kategori ‘Sangat Puas’ (3,5324-4;). Dimensi dengan tingkat kepuasan tertinggi adalah dimensi Tarif Pelayanan dengan skor 3,95 yang terdiri dari sub dimensi Tarif perjalanan yang wajar (3.90) dan Tarif yang dikenakan sesuai dengan pelayanan/fasilitas yang diterima (3.94). Sedangkan, dimensi dengan Tingkat kepuasan terkecil adalah dimensi Kompetensi Petugas dengan skor sebesar 3,75 yang terdiri dari sub dimensi Keterampilan dan Pengetahuan pengemudi dan petugas dalam pelayanan sudah baik (3,69) dan sub dimensi Kedisiplinan/Kepatuhan pengemudi terhadap tata tertib berlalulintas (3,81). Hasil analisis kuadran, dimensi yang masuk ke kuadran 1 (prioritas/perbaiakn utama) yaitu dimensi Kompetensi petugas dan dimensi Penanganan Pengaduan & Saran. ABSTRACTTransportation is very important because the mobility of people tends to depend on transportation and is directly proportional to the increasingly dense population due to high natality and urbanization.. Jak Lingko is a tariff and payment integration system model for road-based transportation in DKI Jakarta that connects various vehicle modes. Service quality is based on overall opinions according to consumer assessments of what consumers feel/receive based on the services provided by the company. Service quality is measured by comparing expectations / desires with actual service performance in the service attributes of a company. The purpose of the study was to get an overview of the quality of service carried out based on 9 dimensions of the Jak-Lingko transportation user satisfaction survey. The general level of satisfaction is formed from the level of satisfaction of Jak Lingko service users of 3.82 with the category 'Very Satisfied' (3.5324-4;). The dimension with the highest level of satisfaction is the Service Fare dimension with a score of 3.95 which consists of sub-dimensions of reasonable travel fares (3.90) and tariffs charged according to the services / facilities received (3.94). Meanwhile, the dimension with the smallest level of satisfaction is the Officer Competence dimension with a score of 3.75 consisting of the sub-dimension of Skills and Knowledge of drivers and officers in good service (3.69) and the sub-dimension of Driver Discipline / Compliance with traffic rules (3.81). The results of the quadrant analysis, the dimensions that enter quadrant 1 (priority / main concern) are the dimension of officer competence and the dimension of Handling Complaints & Suggestions.
Penerapan Metode Economic Order Quantity dalam Penentuan Safety Stock dan Reorder Point Bahan Baku pada CV Cakra Collection Dava Rehan Afreliano Supartono Putera; Deniel Putra Hardika; I.I. Dewa Putu Arjun Sastraguna; Ratih Wulandari
Factory Jurnal Industri, Manajemen dan Rekayasa Sistem Industri Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Agustus
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/factory.v5i1.1847

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mengoptimalkan pengendalian persediaan bahan baku pada CV Cakra Collection guna mengatasi ketidakakuratan data persediaan, keterlambatan pengadaan bahan baku, serta belum optimalnya perencanaan kebutuhan material akibat sistem pencatatan yang masih dilakukan secara manual. Metode yang digunakan meliputi Economic Order Quantity (EOQ), Safety Stock (SS), dan Reorder Point (ROP) untuk menentukan jumlah pemesanan ekonomis, persediaan pengaman, dan titik pemesanan kembali. Penelitian ini juga didukung oleh perancangan prototipe sistem informasi persediaan berbasis web sebagai alat bantu pencatatan dan pemantauan bahan baku. Hasil penelitian menunjukkan nilai EOQ sebesar 18.385 kg untuk kain spandeks, 12.487 gulung untuk kain elastis 4 cm, 22.062 gulung untuk kain elastis 2 cm, dan 1.360 gulung untuk benang jahit. Nilai Safety Stock yang diperoleh masing-masing sebesar 667 kg, 453 gulung, 800 gulung, dan 50 gulung, sedangkan nilai ROP masing-masing sebesar 847 kg, 575 gulung, 1.016 gulung, dan 64 gulung. Penerapan metode EOQ menghasilkan total biaya persediaan sebesar Rp10.182.378, lebih rendah dibandingkan kebijakan perusahaan sebesar Rp22.799.966, sehingga diperoleh penghematan sebesar Rp12.617.588 atau 55,34%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan EOQ, Safety Stock, dan Reorder Point yang didukung sistem informasi dapat meningkatkan efisiensi biaya, mengurangi risiko kekurangan maupun kelebihan persediaan, serta mendukung pengambilan keputusan persediaan secara lebih akurat dan efektif.