Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gambaran Kejadian Insomnia pada Wanita Menopause di Kelurahan Teluk Dalam Tahun 2013: Kajian Berdasarkan Usia Responden dan Lama Menopause Wijayanti, Devita; Husein, Achyar Nawi; Arifin, Syamsul
Berkala Kedokteran Vol 10, No 2 (2014): September 2014
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/jbk.v10i12.966

Abstract

ABSTRACT: Insomnia is a sleep disorder which manifest as difficulty to start sleep, difficulty to maintain sleep or wake up with feeling of dissatisfied sleep. Women showed the higher prevalence of insomnia than men due to the occurrence of menopause is associated with declining of estrogen levels in postmenopausal women. The aim of this study was to describe the incidence of insomnia in menopausal women based on menopausal age and menopausal periode in Teluk Dalam Area in Banjarmasin 2013 . The research method was descriptive with  cross - sectional approach . The number of samples according to Fraenkel and Wallen were 100 people with cluster random sampling technique. The results between menopausal women showed 60 % had insomnia and 40 % did not have insomnia . Based on the menopausal age, the incidence of insomnia in menopausal women aged 45-46 years old were 6.7 % , 47-48 years old were 8.3 % , 49-50 years old were 13.3 % , 51-52 years old were 8.3 % , 53-54 years old were 15 % and the most common age were 55 years as 48.4%. Based on the menopausal periode, 58.3%  women who experienced insomnia were less than five years and 41.7% were more than five years. It can be concluded that the most common age of woman who experienced insomnia was 55 years old and the most common menopausal periode of woman who experienced insomnia was less than 5 years.Key words: menopause, insomnia, usia, periode menopause. ABSTRAK: Insomnia merupakan gangguan tidur yang dapat berupa kesulitan untuk memulai tidur, kesulitan mempertahankan tidur atau bangun pagi dengan perasaan tidak puas tidur. Wanita menunjukkan prevalensi insomnia lebih sering dibanding pria disebabkan terjadinya menopause yang berhubungan dengan menurunnya kadar estrogen pada wanita menopause. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran kejadian insomnia pada wanita menopause berdasarkan usia menopause dan lama menopause di Kelurahan Teluk Dalam Banjarmasin Tahun 2013. Metode penelitian adalah deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Jumlah sampel menurut Fraenkel dan Wallen sebanyak 100 orang dengan teknik pengambilan sampel cluster random sampling. Hasil penelitian menunjukkan 60% mengalami insomnia dan 40% tidak mengalami insomnia. Berdasarkan usia menopause yang dialami, kejadian insomnia pada wanita menopause usia 45-46 tahun sebanyak 6,7%, usia 47-48 tahun sebanyak 8,3%, usia 49-50 tahun sebanyak 13,3%, usia 51-52 tahun sebanyak 8,3%, usia 53-54 tahun sebanyak 15% dan paling banyak terjadi pada usia 55 tahun sebanyak 48,4%. Jumlah responden yang mengalami insomnia berdasarkan lama menopause, maka pada wanita yang mengalami menopause kurang dari lima tahun sebanyak 58,3% dan pada wanita menopause lebih dari lima tahun sebanyak 41,7%. Kesimpulan penelitian ini yaitu jumlah wanita menopause yang paling banyak mengalami insomnia adalah pada usia 55 tahun dan pada wanita yang mengalami menopause  kurang dari 5 tahun. Kata-kata kunci: menopause, insomnia, age, menopausal periode
Peningkatan Literasi Generative AI Guru SMK dalam Mendukung Implementasi Kurikulum Baru Maria, Evi; Bayu, Teguh Indra; Kristianto, Budhi; Purnamasari, Elisabeth; Wijayanti, Devita
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.1003

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan di SMK Negeri 1 Salatiga untuk meningkatkan literasi Generative Artificial Intelligence (AI) bagi guru dalam mendukung implementasi kurikulum baru. Latar belakang program karena rendahnya pemanfaatan AI dalam pembelajaran dan teaching factory, padahal Permendikdasmen Nomor 13 Tahun 2025 menetapkan mata pelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial sebagai kurikulum wajib. Metode pengabdian dirancang dalam dua tahap, yaitu penyuluhan konseptual mengenai dasar-dasar Generative AI serta praktik dengan pendampingan intensif. Sebanyak 10 guru dari tujuh program keahlian terlibat, dengan dukungan dosen dan mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana melalui Skema Promosi Berbasis PkM Tahun 2025 pada 19-21 Agustus 2025. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan pada pemahaman konsep AI dari 50% menjadi 100%, keterampilan teknis AI dari 30% menjadi 90%, dan integrasi AI dalam pembelajaran serta teaching factory dari 20% menjadi 90% dan 10% menjadi 80%. Guru juga menghasilkan perangkat ajar serta konten promosi digital yang inovatif dan relevan sesuai bidang keahlian. Temuan ini menegaskan bahwa literasi AI di SMK harus dikelola secara diferensiatif sesuai karakteristik jurusan, sehingga model kegiatan ini dapat direplikasi untuk mendukung transformasi digital pendidikan vokasi.