Ikin Asikin
Pendidikan Agama Islam, Tarbiyah dan Keguruan

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Upaya Guru PAI dalam Peningkatan Hasil Belajar Materi Thaharah Siswa Kelas IV di SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung Fauziah Dewi Rahayu; Nan Rahminawati; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.5973

Abstract

Abstract. In PAI learning the lowest learning achievement was in Thaharah material, this shows that 33 grade IV students at SD Mathlaul Khoeriyah Bandung achieved a KKM score of only 60%, while 40% of students did not achieve a KKM score. The research method used in this study is a qualitative approach, descriptive method and case studies. Data collection techniques through interviews, observation and documentation. Data analysis techniques: data reduction, data presentation, and verification/conclusion. 1) The existing condition of Islamic education learning in grade IV at SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung, teachers still use conventional methods in class, namely passive students and less conducive learning, resulting in low student learning outcomes. The material with the lowest KKM score is in Thaharah material 2) PAI teacher's efforts in improving learning outcomes of class IV thaharah material which has low KKM scores in SD Mathla'ul Khoeriyah Bandung, namely teacher's efforts through the process of implementing learning, teacher's efforts through school programs, teacher giving reward and punishment efforts through increasing student motivation, the teacher is able to understand the character of the students, the teacher establishes good communication with parents of students, the teacher attends teacher training workshops. 3) The results of learning thaharah material for grade IV students at SD Mathla'ul Khoeriyah after the efforts made by PAI teachers in improving student learning outcomes in thaharah material. written test, oral test, and practice. During the learning process, students are active, communicative, disciplined, and pay attention to the teacher. Abstrak. Pada pembelajaran PAI pencapaian hasil belajar yang paling rendah adalah pada materi Thaharah, hal ini menunjukkan bahwa 33 siswa kelas IV di SD Mathlaul Khoeriyah Bandung mencapai nilai KKM hanya 60%, sedangkan 40% siswa tidak mencapai nilai KKM. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, metode deskriptif dan studi kasus. Teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data : reduksi data, penyajian data, dan veruvikasi/penarikan kesimpulan. 1) Kondisi eksisting pembelajaran PAI kelas IV di SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung guru masih menggunakan metode konvensional di kelas, yaitu siswa pasif dan pembelajaran kurang kondusif, mengakibatkan hasil belajar siswa tetap rendah. Materi dengan nilai KKM terendah yaitu pada materi Thaharah 2) upaya guru PAI dalam peningkatan hasil belajar materi thaharah kelas IV yang memiliki nilai KKM rendah di SD Mathla’ul Khoeriyah Bandung yaitu Upaya guru melalui proses pelaksanaan pembelajaran, Upaya guru melalui program sekolah, Guru memberikan reward dan punishment upaya melalui peningkatan motivasi siswa, Guru mampu memahami karakter siswa, Guru menjalin komunikasi baik dengan orang tua siswa, Guru mengikuti workshop pelatihan guru. 3) Hasil belajar materi thaharah siswa kelas IV di SD Mathla’ul Khoeriyah setelah upaya yang dilakukan guru PAI dalam peningkatan hasil belajar ketuntasan siswa pada materi thaharah jumlah keseluruhan siswa kelas IV 33 orang lulus standar mutu mata pelajaran PAI dari KKM 80 nilai yang didapatkan berdasarkan tes tulis, tes lisan, dan praktek. Pada saat proses pembelajaran berlangsung siswa aktif, komunikatif, disiplin, dan memperhatikan guru.
Implementasi Metode Cerita Islami dalam Menanamkan Moral Keagamaan Siswa Hafizhatul Hilma; Ikin Asikin; Huriah Rachmah
Bandung Conference Series: Islamic Education Vol. 3 No. 1 (2023): Bandung Conference Series: Islamic Education
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v3i1.6239

Abstract

Abstract. There are several moral dilemmas in this globalization era, such as the association between boys and girls being too open. Initial observations at MI al-Mukhlisin Bojongsoang revealed various undesirable trends, including 10% of pupils who used harsh language, 30% who littered, 10% who joined bad external groups, and 10% who got into arguments with friends. To address this, the Islamic nuanced story method is used by the MI Al-Mukhlisin teacher, Mr. Ahmad as the Islamic Cultural History (SKI) teacher, specifically for the formation and moral development of students, such as the stories of the Prophets and their companions, which are unquestionably true in accordance with al-Mukhlisin. Al-Hadith and the Qur'an. This study employed a descriptive qualitative research methodology focused on schools. students, teachers of Islamic Cultural History (SKI), and administrators. It can be deduced from the preparation of the Islamic tale method used at MI Al-Mukhlisin Bojongsoang to inculcate students' religious values that Mr. Ahmad, a teacher of Islamic Cultural History (SKI), developed Prota, Promissory Notes, KKM, Syllabus, and RPP. Abstrak. Era globalisasi ini banyak terjadi krisis moral, sebagai contohnya adalah pergaulan antara anak laki-laki dan anak perempuan sudah terlewat bebas. Berdasarkan observasi awal di MI al-Mukhlisin Bojongsoang terlihat beberapa fenomena yang kurang baik yaitu terdapat 10% siswa yang berbicara kasar, 30% siswa membuang sampah sembarangan, 10% mengikuti kelompok eksternal yang negatif, dan 10% berkelahi sesama teman. Untuk mengatasi hal tersebut guru MI Al-Mukhlisin yaitu bapak Ahmad selaku guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) menggunakan metode cerita bernuansa Islami dikhususkan sebagai pembentukan dan pembinaan moral terhadap siswa, seperti contohnya kisah para Nabi dan sahabatnya yang tidak diragukan lagi akan kebenarannya sesuai dalam al-Qur’an dan al-Hadist. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dilakukan kepada kepala sekolah, Guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) dan siswa. Mengenai perencanaan metode cerita Islami dalam menanamkan moral keagamaan siswa yang dilakukan di MI Al-Mukhlisin Bojongsoang dapat disimpulkan bahwa bapak Ahmad selaku guru Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) mempersiapkan Prota, Promes, KKM, Silabus dan RPP in order to carry out learning activities successfully and efficiently. The application of the Islamic story-learning method begins with the opening activity, in which the students sit nicely, then the instructor greets them, leads them in prayer, and takes their attendance. The SKI teachers' biggest hindrance is the necessity of supporting technologies like infocus while learning occurs while watching videos. In addition, associations outside of school have a significant impact on kids' character because a bad association will likewise have a negative effect on children.
Implementasi Kegiatan Keagamaan Dalam Mengembangkan Sikap Afektif Pada Pendidikan Agama Islam Di SMP PGII 2 Bandung Gilang Prakasa; Ikin Asikin
Bandung Conference Series: Islamic Education 585-590
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/bcsied.v6i2.24845

Abstract

Abstract. This research was motivated by the importance of developing the affective domain in Islamic Religious Education as an effort to shape students who possess noble character, discipline, and religious attitudes. However, the implementation of learning in schools still tends to focus on the cognitive domain. Therefore, religious activities are needed to support the development of students' affective attitudes. This study aimed to examine the planning, implementation, supporting and inhibiting factors, and evaluation of religious activities in developing students' affective attitudes at SMP PGII 2 Bandung. This study employed a qualitative approach using a descriptive method. Data were collected through observation, interviews, and documentation. The data were analyzed through the processes of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The findings revealed that the implementation of religious activities at SMP PGII 2 Bandung was carried out through various religious habituation programs, including morning dhikr, recitation of Asmaul Husna, congregational Duha prayer, Qur'an recitation before class, short Islamic sermons kultum, tahfiz Qur'an memorization, regular Islamic studies, and character development activities. These programs contributed to improving students' discipline, responsibility, religious attitudes, and moral character. Supporting factors included students' awareness, teachers' active involvement, and the use of engaging learning methods. Meanwhile, the inhibiting factors were peer influence, environmental factors, and the lack of awareness among some students. Evaluation was conducted continuously by observing changes in students' attitudes and behavior in their daily lives. Keywords: religious activities, affective attitudes, Islamic Religious Education, religious habituation. Abstrak. Penelitian ini di latar belakangi oleh pentingnya pengembangan ranah afektif dalam Pendidikan Agama Islam sebagai upaya membentuk peserta didik yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki sikap religius. Namun, implementasi pembelajaran di sekolah masih cenderung berfokus pada aspek kognitif sehingga diperlukan kegiatan keagamaan yang mampu mengembangkan sikap afektif peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses perencanaan, pelaksanaan, faktor pendukung dan penghambat, serta evaluasi implementasi kegiatan keagamaan dalam mengembangkan sikap afektif peserta didik di SMP PGII 2 Bandung. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kegiatan keagamaan di SMP PGII 2 Bandung dilaksanakan melalui pembiasaan religius, seperti dzikir pagi, membaca Asmaul Husna, salat Dhuha berjamaah, membaca Al-Qur'an sebelum pembelajaran, kultum, tahfiz, pengajian rutin, serta pembinaan akhlak. Kegiatan tersebut mampu meningkatkan kedisiplinan, tanggung jawab, sikap religius, dan akhlak peserta didik. Faktor pendukung implementasi meliputi kesadaran peserta didik, peran guru, serta penggunaan metode pembelajaran yang menarik. Adapun faktor penghambat berasal dari pengaruh teman sebaya, lingkungan, serta kurangnya kesadaran sebagian peserta didik. Evaluasi dilakukan secara berkelanjutan melalui pengamatan terhadap perubahan sikap dan perilaku peserta didik dalam kehidupan sehari-hari. Kata kunci: kegiatan keagamaan, sikap afektif, Pendidikan Agama Islam, pembiasaan religius.