Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Wanprestasi dalam Perjanjian Kredit Karena Nasabah Koperasi yang Tidak Beritikad Baik Rahmadhany Septian Pratama; Muh. Jufri Ahmad
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 2: Januari 2023
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v2i2.1328

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan bentuk itikad tidak baik yang mencerminkan perilaku wanprestasi yang dilakukan nasabah berdasarkan perspektif hukum perdata serta mengetahui dan menjelaskan upaya penyelesaian wanprestasi nasabah koperasi simpan pinjam karena tidak beritikad baik dalam perspektif hukum perdata. Penelitian ini menggunakan metode yuridis normatif menggunakan deskriptif analisis dalam mengolah data dengan pendekatan kualitatif untuk menentukan isi dan makna aturan hukum guna dijadikan rujukan dalam menyelesaikan permasalahan hukum yang menjadi objek kajian. Hasil dari penelitian tersebut berkesimpulan bahwa tidak melaksanakan perjanijian dengan itikad baik dapat membuat perjanjian yang seharusnya dapat berjalan dengan baik tetapi tidak berjalan sebagaimana seharusnya yang mengakibatkan debitur dinyatakan wanprestasi. Wanprestasi timbul ketika seorang debitur tidak mampu melaksanakan kewajibannya karena kesalahan atau kelalaian dari seorang debitur. Penyelesaian wanprestasi perjanjian kredit dapat dilakukan secara litigasi dan non-litigasi.
LEGAL ANALYSIS OF TRAFFIC ACCIDENTS INVOLVING LARGE VEHICLES WITH CONTENTER LOADS IN INDONESIA BASED ON LAW NUMBER 22 OF 2009 CONCERNING TRAFFIC AND ROAD TRANSPORTATION CASE STUDY: 87/PID.SUS/2021/PN MRS Muhammad Irsyadul Anam; Muh. Jufri Ahmad
Akrab Juara : Jurnal Ilmu-ilmu Sosial Vol. 10 No. 4 (2025): November
Publisher : Yayasan Azam Kemajuan Rantau Anak Bengkalis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study analyzes the implementation of Law Number 22 of 2009 on Road Traffic and Transportation (UU LLAJ) as a multi-layered accountability framework (layered liability) in major vehicle accident cases, focusing on the gap between the law's legislative intent (ratio legis) and the Judge's main legal consideration (ratio decidendi) in Decision Number 87/PID.SUS/2021/PN MRS. The findings reveal a significant disparity between the law's requirement for multi-party accountability (criminal, civil, and administrative) and empirical law enforcement practices that tend to centralize fault (culpa) on the driver (driver-centric), overlooking potential corporate structural negligence related to Article 48 of UU LLAJ and Over Dimension and Over Loading (ODOL) practices, due to difficulties in corporate criminal prosecution. In the examined case, the Judge found the Defendant (truck driver) guilty of gross negligence (culpa lata) for failing to secure a broken-down truck left on a dark roadway for nine hours without warning signs, an omission that served as the dominating factor in the victim's death (Article 310 paragraph 4). Despite this, the Judge applied substantive justice by imposing a lighter sentence of one year and six months based on humanitarian considerations. The study concludes that reform in technical accident investigation and the consistent application of corporate criminal liability are urgently needed to create structural deterrence and achieve comprehensive justice