Peningkatan pendapatan usaha penggilingan daging membutuhkan berbagai informasi terkait dengan faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan dan produktivitas. Faktor penting dalam pengelolaan sumberdaya produksi adalah faktor alam, modal, tenaga kerja, dan faktor manajemen. Tujuan penelitian untuk berapa besar pendapatan penggiling daging bakso Di Kecamatan Samarinda Seberang. Penelitian dilakukan di Kecamatan Samarinda Seberang Pemilihan responden pada penelitian ini adalah 5 (Lima) usaha penggilingan daging yang diambil secara acak sederhana (simple random sampling) dari daftar usaha penggilingan daging yang ada di Kecamatan Samarinda Seberang. Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dan kuantitatif berdasarkan data primer dan sekunder dari hasil penelitian. Untuk menganalisis pendapatan usaha dilakukan pencatatan terhadap seluruh penerimaan dan pengeluaran (biaya). Pendapatan  usaha merupakan hasil penguranganantara penerimaan dengan biaya yang dikeluarkan. Penerimaan berasal dari total produksi dikalikan dengan harga jual jasa. Pengeluaran biaya pada penelitian ini  terdiri  dari biaya-biaya yang harus dikeluarkan. Penerimaan usaha penggilingan daging “HAzizâ€, ‘UD Kurniaâ€, “Berkah Jayaâ€, “UD Rezky Anugerah Jayaâ€, dan “Laris Jaya Kecamatan Samarinda Seberang lebih didominasi oleh hasil penjualan jasa penggilingan daging, dibandingkan dengan hasil penjualan tepung tapioka itu sendiri. Pengeluaran terbesar pada usaha penggilingan daging H Aziz†adalah pada pembelian tepung tapioka, pengeluaran terbesar pada usaha penggilingan daging “UD Kurnia†adalah pada biaya tenaga kerja. Pendapatan usaha penggilingan daging bernilai positif yang ditunjukan dengan lebih besarnya total penerimaan daripada total biaya-biaya. Usaha penggilingan daging “HAzizâ€, ‘UD Kurniaâ€, “Berkah Jayaâ€, “UD Rezky Anugerah Jayaâ€, dan “Laris Jaya layak dan menguntungkan untuk diusahakan dan dikembangkan (rasio R/C 1).