Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KOMPLIKASI WEARING-OFF PADA PARKINSON DISEASE Elvina Zuhir
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif yang ditandai dengan berkurangnya fungsi motorik akibat degenerasi neuron dopaminergik di otak. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien Parkinson yang menjalani terapi levodopa jangka panjang adalah fenomena wearing-off, di mana efek obat berkurang sebelum dosis berikutnya diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali fenomena wearing-off pada pasien Parkinson dan penanganannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan studi kasus pada pasien berusia 66 tahun yang telah menjalani terapi levodopa selama tujuh tahun. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta penggunaan Wearing-Off Questionnaire (WOQ-9) untuk menilai gejala wearing-off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami wearing-off dengan gejala motorik seperti tremor, kekakuan, dan bradikinesia yang muncul kembali setelah 2-3 jam setelah mengonsumsi levodopa. Penyesuaian dosis obat, termasuk peningkatan frekuensi pemberian levodopa dan penambahan dosis pramipexol, dilakukan untuk mengatasi gejala tersebut. Pembahasan menekankan pentingnya penyesuaian dosis dan penggunaan terapi adjuvan untuk memperpanjang efek levodopa, serta penggunaan instrumen WOQ-9 sebagai alat diagnostik yang efektif. Kesimpulannya, pengelolaan wearing-off memerlukan pendekatan individual yang melibatkan pemantauan gejala secara berkala dan penyesuaian dosis obat yang tepat, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Parkinson.
Peningkatan Literasi Herbal Melalui Edukasi Penggunaan Herbal yang Tepat pada Siswa SMA Abdurrab Islamic School Arnila Melina; Indrawan Indrawan; Elvina Zuhir; Fahmi Nofriandi; Helga Pasadena
Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus :Jurnal Informasi Pengabdian Masyarakat
Publisher : Institut Nalanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47861/jipm-nalanda.v4i3.2526

Abstract

The use of herbal medicine in Indonesia continues to increase alongside growing public interest in traditional healthcare practices. However, inadequate knowledge regarding the appropriate use of herbal products may result in irrational practices, including improper indications, incorrect dosages, and potential interactions with conventional medicines. Adolescents are an important target group for early health education to promote informed and responsible decisions regarding herbal use. This community service program aimed to enhance herbal literacy by educating students at Abdurrab Islamic School Senior High School on the safe and appropriate use of herbal medicine. The activity was conducted on 9 May 2026 and involved 40 students through interactive lectures, educational media presentations, group discussions, and question-and-answer sessions. The educational materials covered the definition of herbal medicine, its benefits and limitations, safe use principles, possible adverse effects, herb–drug interactions, and the importance of obtaining information from reliable sources. The program was well received, with participants actively engaging throughout the sessions and demonstrating improved understanding of evidence-based and safe herbal use. The interactive discussions also enhanced students’ ability to critically evaluate health information related to herbal products. This educational intervention is expected to encourage healthier behaviors and strengthen adolescents’ awareness of the rational, safe, and responsible use of herbal medicine in daily life.