Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

HUBUNGAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA ANAK USIA DIBAWAH 6 TAHUN DI TK PERTIWI KOTA BANGKINANG Deinike Wanita Marwan; Nurlaila Nurlaila; Evy Eryta; Elvina Zuhir; Risnandar Risnandar
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 1 (2023): Januari
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i1.3287

Abstract

Obesity can occur due to an imbalance between energy intake and energy expenditure. Factors that play a role in determining the nutritional status of children are diet and physical activity. The general objective of this study was to determine the relationship between the level of physical activity and nutritional status as assessed based on body mass index in children under 6 years old at Pertiwi Kindergarten, Bangkinang City. This research is a quantitative research that is observational descriptive analytic with a cross sectional approach. The sampling method uses total sampling technique. Data were collected using questionnaires, scales and microtoise to measure body weight and height. This study found that subjects with a normal body mass index slept an average of 11.3 hours, did sedentary activities for 10.90 hours and were active for 1.96 hours a day, while subjects with a body mass index above the average sleeping normally for 13.69 hours, doing sedentary activities for 8.58 hours and doing active activities for 1.13 hours a day. In this study, 60 respondents had a normal body mass index, and 10 respondents had a body mass index who were overweight or obese. There is a significant relationship between physical levels. activity and nutritional status in children under 6 years of age.
SINDROM WEST (SPASME INFATILE) Elvina Zuhir
Collaborative Medical Journal Vol 6 No 2 (2023): Mei
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36341/cmj.v6i2.3808

Abstract

Spasme infantile adalah suatu sindrom epilepsi yang terjadi pada umur tertentu yang di tandai dengan spasme fleksi, ekstensi dan gabungan fleksi-ekstensi yang sering terjadi secara bersamaan. Penelitian ini dapat bertujuan untuk mengidentifikasi ciri khas spasme infantile dalam hal gejala klinis, penemuan elektroensefalogram (EEG), dan pemeriksaan diagnostik lainnya. Pengembangan metode diagnostik yang lebih akurat dapat membantu dalam pengenalan dini dan penanganan lebih lanjut. Hasil pemeriksaan MRI kesannya: tampak tanda-tanda atropi serebri ringan yang disertai juga dengan gangguan mielinasi ringan dengan hyper-intensitas patologis di white matter subkortikal periventrikuler di daerah pre sentral / posterior lobus frontalis bilateral, selain itu struktur serebral supratentorial lainnya tidak menunjukan abnormalitas lebih lanjut, terutama tak terlihat adanya SOL, anomali kongenital, hemorrhage, distrophi / sklerosis / malacia serebral atau intensitas patologis lainnya baik supra maupun infra-tentorial, termasuk juga di lobus temporalis dan hipokampus bilateral.
Cases Report: Benign Paroxysmal Positional Vertigo (BPPV) Elvina Zuhir
International Journal of Medicine and Health Vol. 4 No. 2 (2025): Juni: International Journal of Medicine and Health
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/ijmh.v3i3.4179

Abstract

Vertigo is defined as dizziness, namely an unpleasant, moving illusions. A case of a 36 years old woman came to the polyclinic with complaints that her head felt dizzy and spinning since 3 days before entering the hospital and was getting worse. After history, physical and supporting examination, the patients was diagnosed with BPPV.
KOMPLIKASI WEARING-OFF PADA PARKINSON DISEASE Elvina Zuhir
Integrative Perspectives of Social and Science Journal Vol. 2 No. 03 Agustus (2025): Integrative Perspectives of Social and Science Journal
Publisher : PT Wahana Global Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Parkinson merupakan gangguan neurodegeneratif yang ditandai dengan berkurangnya fungsi motorik akibat degenerasi neuron dopaminergik di otak. Salah satu komplikasi yang sering terjadi pada pasien Parkinson yang menjalani terapi levodopa jangka panjang adalah fenomena wearing-off, di mana efek obat berkurang sebelum dosis berikutnya diberikan. Penelitian ini bertujuan untuk menggali fenomena wearing-off pada pasien Parkinson dan penanganannya. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan studi kasus pada pasien berusia 66 tahun yang telah menjalani terapi levodopa selama tujuh tahun. Data diperoleh melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, serta penggunaan Wearing-Off Questionnaire (WOQ-9) untuk menilai gejala wearing-off. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien mengalami wearing-off dengan gejala motorik seperti tremor, kekakuan, dan bradikinesia yang muncul kembali setelah 2-3 jam setelah mengonsumsi levodopa. Penyesuaian dosis obat, termasuk peningkatan frekuensi pemberian levodopa dan penambahan dosis pramipexol, dilakukan untuk mengatasi gejala tersebut. Pembahasan menekankan pentingnya penyesuaian dosis dan penggunaan terapi adjuvan untuk memperpanjang efek levodopa, serta penggunaan instrumen WOQ-9 sebagai alat diagnostik yang efektif. Kesimpulannya, pengelolaan wearing-off memerlukan pendekatan individual yang melibatkan pemantauan gejala secara berkala dan penyesuaian dosis obat yang tepat, untuk meningkatkan kualitas hidup pasien Parkinson.