Rizki Satria Rachman
Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMODELAN DAN ESTIMASI POTENSI BATUBARA DI DAERAH JANGGA, KABUPATEN BATANG HARI, PROVINSI JAMBI: MODELING AND COAL POTENTIAL ESTIMATION IN JANGGA AREA, BATANG HARI REGENCY, JAMBI PROVINCE Rizki Satria Rachman; Rino Destama Sugandhi; Rezky Aditiyo; Sigit Arso Wibisono
Buletin Sumber Daya Geologi Vol. 17 No. 3 (2022): Buletin Sumber Daya Geologi
Publisher : Pusat Sumber Daya Mineral Batubara dan Panas Bumi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47599/bsdg.v17i3.365

Abstract

Coal is one of the largest commodities used to produce electrical energy in Indonesia. As considered that coal is non-renewable energy, it is important to find new potential sources of coal. Exploration was carried out in the Jangga area, Batang Hari Regency, Jambi Province. It was an early stage exploration activity carried out by Center for Mineral, Coal dan Geothermal Resources, which consists of two activities, namely surface geological mapping and core drilling. After that, data processing was carried out to determine the 3D coal seam model and estimate the potential of coal. Two main rock units can be observed from geological mapping, namely sandstone and claystone units. Three coal outcrops were also found. Drilling activities were carried out at four locations, namely MK-01, MK-02, MK-03, and MK-04. Coal seam modeling and potential estimation were carried out using MineScape 5.7 software. From the results of the drilling data, there are 8 coal seams that can be modeled with supporting data in the form of coal outcrop data. The estimation of coal potential in this study refers to the exploration target group and the coal inventory group. From the estimation results, it is known that the minimum total exploration target is 1,158,822.74 tons and the maximum is 4,208,379.08 tons. Meanwhile, the total estimated coal potential in the inferred inventory group is 12,916,775.7 tons and the indicated inventory is 9,296,304.45 tons.
Pemodelan dan Estimasi Potensi Batubara menggunakan Inverse Distance Weighting (IDW) berdasarkan Data Geologi Permukaan dan Pemboran di Daerah Batang Gangsal, Riau Rizki Satria Rachman; Sigit Arso Wibisono
GEOSAINS KUTAI BASIN Vol. 9 No. 2 (2026)
Publisher : Geophysics Study Program, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Mulawarman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/kge58654

Abstract

Batubara tetap menjadi sumber energi primer penting, meskipun pergeseran kebijakan energi nasional menuju energi baru terbarukan telah menurunkan pemanfaatannya. Data potensi batubara di Provinsi Riau, termasuk daerah Batang Gansal, masih terbatas dan jarang diperbarui melalui pemodelan tiga dimensi, sehingga kajian ini relevan untuk melengkapi basis data sumber daya batubara nasional yang cenderung stagnan. Penelitian ini memodelkan dan mengestimasi potensi batubara di daerah Batang Gansal, Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau, menggunakan metode Inverse Distance Weighting (IDW), berdasarkan pemetaan geologi permukaan, pengeboran eksplorasi, analisis laboratorium, dan pemodelan tiga dimensi. Batubara dijumpai pada Formasi Lakat (Bekasap) berumur Oligosen–Miosen Awal, dengan ketebalan lapisan 0,14–2,07 m pada tujuh seam (A–G), di mana Seam A memiliki sebaran dan ketebalan terbesar. Pemodelan IDW (power = 2, radius = 3.000 m, isotropik) menghasilkan block model dan solid model sebagai dasar estimasi volume dan tonase batubara. Berdasarkan SNI 5015:2019, total potensi batubara mencapai 35,14 juta ton (20,35 juta tereka, 8,67 juta tertunjuk, 6,12 juta terukur), dengan nilai kalori 1.668–7.289 kal/g adb. Hasil ini menegaskan potensi batubara Batang Gansal yang signifikan serta menunjukkan bahwa integrasi data permukaan dan bawah permukaan melalui pemodelan IDW merupakan pendekatan efektif untuk evaluasi sumber daya batubara, sekaligus menjadi acuan awal bagi industri dan pemerintah daerah dalam menentukan prioritas eksplorasi dan pengelolaan sumber daya di Riau.