Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Midwife skill training as a family assistance team in preventing stunting in Tegal City Fitriani Nur Damayanti; Rahayu Astuti; Siti Istiana; Avisa Zahra Paramitha
Community Empowerment Vol 8 No 1 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Magelang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31603/ce.8258

Abstract

Stunting is still a health problem that requires attention because it affects physical growth and interferes with children's intelligence. Midwives are one of the personnel who provide oversight to ensure that nutrition and reproductive health education programs continue in the first 2 years of a baby's life, as well as monitoring the growth and development of the baby, which can help prevent stunting. The purpose of this community service is to increase the knowledge and skills of the family assistance team in collecting data and identifying the risk of stunting in Tegal city. The results of the activity show that training on data collection and identification of stunting risks using lecture and practice methods can increase midwives' knowledge in preventing stunting in Tegal City.
Sosialisasi dan pelaksanaan layanan Fisioterapi di Puskesmas Wonosalam 1 Demak Restu Tama Febriany; Rahayu Astuti; Ratih Sari Wardani; Munarto Tri Cabana
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 4 No. 2 (2026): Februari, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v4i2.306

Abstract

Fisioterapi di Puskesmas Wonosalam 1 sudah berjalan selama 1 tahun sesuai dengan peraturan yang telah di tetapkan yaitu setiap puskesmas wajib menyediakan pelayanan fisioterapi. Akan tetapi fisioterapi di Puskesmas Wonosalam 1 kurang berjalan secara efektif, karena banyak masyarakat belum mengetahui tentang fisioterapi. Tujuan : (1) Mensosialisasikan layanan fisioterapi di Puskesmas Wonosalam 1 Demak, (2) Melakukan pemeriksaan dengan keluhan awal (skor pretest) sebelum dilakukan fisioterapi pada peserta kegiatan, (3) Melakukan pemeriksaan dengan keluhan akhir (skor postest) setelah dilakukan fisioterapi pada peserta kegiatan, (4) Menganalisis keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat dengan menganalisis perubahan skor setelah dilakukan fisioterapi. Metode: Pelaksanaan kegiatan layanan fisioterapi dengan tahapan pemeriksaan pretest dan postest. Hasil: Berdasarkan dari pengabdian masyarakat dilakukan selama 4 minggu didapatkan penurunan skor nyeri dari 8 (nyeri sangat hebat) ke skor nyeri 6 (nyeri ringan).