Kurnia Muhajarah
Fakultas Dakwah Dan Komunikasi, Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analysis of the Spiritual Experience of Performing Umrah for Converts to Islam (Phenomenological Study in Muallaf Kita Bersama Semarang City) Hakim, Lukman; Muhajarah, Kurnia
JUSPI (Jurnal Sejarah Peradaban Islam) Vol 7, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30829/juspi.v7i2.19139

Abstract

The spiritual experience experienced by converts in performing Umrah is certainly different from the spiritual experience experienced by Muslims who were born and raised in an Islamic environment. The spiritual experience of converts is more complex and dynamic, because it is influenced by various factors, such as background, motivation, expectations, and the challenges they face. This spiritual experience was studied using a phenomenological approach. The subjects of this study were 5 converts who had performed Umrah in the MKB community. The method and data collection tools in this research are interviews. And for the results of interviews and observations described in descriptive form. According to the results of data analysis that has been carried out in the results and discussion, the author can draw conclusions, namely: Converts who perform Umrah have aspects of spiritual experience described by William James, namely aspects of ineffability expressed through feelings of amazement and difficult to explain by words when arriving at the Kabah area and kissing Hajar Aswad, aspects of noetic quality expressed through feelings such as there are supernatural worshipers who help to kiss Hajar Aswad, The transiency aspect is expressed through feelings of anxiety and suddenly crying when reminded of the sins that have been committed, and the passivity aspect is expressed through focusing only on Allah SWT by dhikr and asking for forgiveness.
Optimalisasi Manajemen Pelayanan Haji Prioritas Lansia pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati (Perspektif Psikososial) Zidan Al Mahasin; Kurnia Muhajarah
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (April - Mei 2025)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v6i3.4490

Abstract

Peningkatan jumlah jamaah haji lanjut usia (lansia) memerlukan pendekatan pelayanan yang holistik, termasuk aspek psikososial. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi optimalisasi pelayanan haji ramah lansia dengan pendekatan psikososial pada Kantor Kementerian Agama. Metode penelitian kualitatif digunakan untuk memahami tantangan dan peluang dalam implementasi pendekatan ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kendala dan peluang dalam pelayanan haji ramah lansia serta merumuskan strategi optimalisasi yang sesuai. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam di lokasi manasik haji serta embarkasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan bagi lansia masih menghadapi kendala dalam aspek infrastruktur, sumber daya manusia, dan teknologi. Dukungan emosional, interaksi sosial, dan kesiapan mental lansia memainkan peran penting dalam keberhasilan pelaksanaan ibadah haji. Integrasi layanan psikososial ke dalam program pelayanan haji melalui pelatihan petugas, fasilitas pendampingan, dan kegiatan berbasis komunitas. Pelaksanaan ibadah haji bagi jamaah lanjut usia (lansia) menghadirkan tantangan khusus, baik dari segi fisik, mental, maupun logistik.  Rekomendasi yang diusulkan mencakup peningkatan fasilitas ramah lansia, pelatihan petugas, dan pengembangan teknologi pendukung. Optimalisasi pelayanan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengalaman ibadah haji bagi lansia. Keterbatasan penelitian ini hanya dilakukan pada wilayah atau instansi tertentu yang menyelenggarakan pelayanan haji bagi lansia, sehingga hasilnya belum tentu dapat digeneralisasikan ke daerah atau negara lain dengan kebijakan dan kondisi yang berbeda.