Dwiyono
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Purwokerto

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Hubungan Antara Torah Dan Anugerah Dwiyono; Ampe RT Nainggolan
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Shema Desember 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In the mindset of the Jewish people, the Torah law seems to be a solution to the problem of sin they face. Torah is a command from God so that humans can obey and be saved. Christianity has a unique teaching. God saves mankind freely through grace. Grace in Christianity makes it possible for sinners to be forgiven and their lives sanctified, bearing in mind that there is not a single good in man that makes him worthy of being saved. Between the law and grace seem to be contradictory there is no relationship. In this research, the writer will find the relationship between the law and grace. This study uses library research methods. This research gives the result that there is a relationship between one and the other. Abstrak Bahasa Indonesia Dalam pola pikir orang Yahudi, hukum Taurat nampaknya bisa menjadi solusi bagi permasalahan dosa yang dihadapinya. Taurat adalah perintah dari Allah agar manusia dapat mentaati dan beroleh selamat. Kekristenan memiliki ajaran yang unik. Allah menyelamatkan manusia secara cuma-cuma melalui anugerah. Anugerah di dalam kekristenan memungkinkan bagi orang berdosa untuk diampuni dan dikuduskan hidupnya mengingat tidak ada satu kebaikan pun dalam diri manusia yang menjadikan dirinya layak untuk diselamatkan. Antara hukum Taurat dan anugerah nampaknya bertentangan tidak ada hubungan. Dalam penelitaian ini penulis akan menemukan hubungan antara hukum Taurat dengan anugerah. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan. Penelitian ini memberikan hasil bahwa ada keterkaitannya antara yang satu dengan yang lainnya.
Komparasi Pandangan Eskatologi Amilenialisme Louis Berkhof Dan Premilenialisme Charles C. Ryrie Paulus Dimas Prabowo; Dwiyono
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 2 No 2 (2022): Jurnal Shema Desember 2022
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

There are various views about the future, including Christianity from evangelical circles themselves. There are at least two camps that have emerged related to views of the future, namely amillennialism and premillennialism. Each view has its own arguments and peculiarities. On the other hand, some Christians blame ignorance of the doctrine of the future because they find this doctrine so difficult and worthy of doubt. Using the literature study method, this article attempts to reveal the peculiarities of amillennialism and premillennialism so that the differences between the two are apparent as a result of this research. At the end, there will be suggestions as to which view to suggest. Through this article, it is hoped that believers will understand and believe in the future as revealed by the Bible. Abstrak Bahasa Indonesia Terdapat beragam pandangan tentang masa depan, termasuk kekristenan dari kalangan injili sendiri. Setidaknya ada dua kubu yang muncul terkait dengan pandangan akan masa depan, yakni amilenialism dan premilenialism. Masing-masing pandangan memiliki argumen dan kekhasannya masing-masing. Di sisi lain, sebagian orang Kristen bersikap abai terhadap doktrin tentang masa depan karena menganggap doktrin ini begitu sulit dan layak diragukan. Dengan metode studi literatur, artikel ini berusaha mengungkap kekhasan pandangan amilenialism dan premilenialism sehingga nampak perbedaan di antara keduanya sebagai hasil dari penelitian ini. Di bagian penghujung, akan ada saran mengenai pandangan mana yang disarankan. Melalui artikel ini diharapkan orang percaya memahami dan meyakini masa depan sebagaimana yang Alkitab ungkapkan.