Novia Indriani Sudharma
Universitas Trisakti

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pemantauan Konsumsi Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Dalam Meningkatkan Berat Badan Balita Dengan Masalah Gizi Evi Susanti Sinaga; Indra Azis Rasyid; Muhammad Rizky Mubarok; Novia Indriani Sudharma; Helfi Nolia
ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Vol 6, No 1 (2023): Januari 2023
Publisher : Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32509/abdimoestopo.v5i2.2236

Abstract

Salah satu indikator kesehatan yang dinilai pada Sustainable Development Goals (SDGs) di Indonesia adalah mengenai status gizi balita. Berdasarkan hasil Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) 2021, diketahui prevalensi stunting menurun dari 27,7% pada tahun 2019 kemudian pada tahun 2021 menjadi 24,4%. Sedangkan prevalensi underweight meningkat pada tahun 2021 menjadi 17% yang sebelumnya pada tahun 2019 adalah 16,3%. Salah satu upaya pemerintah dalam mengatasi masalah kekurangan gizi adalah melalui program Pemberian Makanan Tambahan (PMT). Sasaran dalam pemberian makanan tambahan adalah balita kelompok usia 6-59 bulan. Pengabdian masyarakat ini ingin memantau konsumsi pemberian makanan tambahan pada balita dengan masalah gizi di Kelurahan Kebon Baru, melakukan penyuluhan pada orang tua balita dan melakukan penilaian status gizi dengan indikator keberhasilan yaitu peningkatan berat badan pada balita. Kemudian ditemukan hasil yaitu masih ada balita dengan masalah gizi yang belum mendapatkan makanan tambahan berupa proten, masih ada PMT yang tidak dihabiskan oleh balita selama satu bulan pemberian makanan tambahan, dan ditemukan terdapat PMT yang dikonsumsi tidak hanya oleh balita tapi juga anggota keluarga lainnya. Terdapat peningkatan pengetahuan pada orang tua balita setelah penyuluhan. Ada peningkatan status gizi balita berdasarkan BB/U yaitu dari status kurang (underweight) menjadi normal sebelum dan sesudah pemberian PMT.
Benford’s law analysis to evaluate the quality data of COVID-19 epidemiological surveillance in Indonesia Sinaga, Evi Susanti; Sudharma, Novia Indriani
International Journal of Public Health Science (IJPHS) Vol 13, No 1: March 2024
Publisher : Intelektual Pustaka Media Utama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.11591/ijphs.v13i1.23437

Abstract

Countries worldwide, including Indonesia, grappled with the unprecedented challenges brought about by the coronavirus disease (COVID-19) pandemic. Surveillance data vividly illustrates the profound effect of the COVID-19 pandemic in Indonesia. Both daily cases and deaths were raised, revealing the rapid transmission of the virus within communities. A quantitative study using a statistical approach was accomplished with secondary data to evaluate the quality of COVID-19 epidemiological surveillance data in Indonesia during the period between March 2020 to January 2021. The data was sourced from the World Health Organization (WHO) website using data reports on COVID-19 confirmed cases and deaths. A rapid tool called the first digit law or the fulfillment of Benford’s law was used to suggest good data quality for epidemiological surveillance. Data analysis used the Chi-squared test and the log-likelihood ratio test. Also, it displayed the difference in mean absolute deviation (MAD) to identify the proximity of the data and Benford’s law distribution. The results showed that both confirmed, and death case distributions were statistically non-conformity with Benford’s law distribution. In terms of quality data regarding the COVID-19 pandemic, the epidemiological surveillance system falls short of Benford’s law assumption. Benford's law has been acknowledged as an initial analysis that can expeditiously assess the performance of a surveillance system. The next phase of this study would be to conduct a complete evaluation suitably, especially in post-pandemic COVID-19.
Faktor Internal dan Eksternal yang Berhubungan dengan Kualitas Hidup Pasien Diabetes Novia Indriani Sudharma; Tri Yunis Miko Wahyono; Evi Martha; Harsheena Gobind
Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026: Prosiding Seminar Nasional Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Surakarta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pendahuluan: Diabetes merupakan penyakit yang berlangsung lama dan mempunyai kecenderungan untuk timbulnya komplikasi, yang akan berdampak pada kualitas hidup pasien diabetes. Beberapa hal yang mempengaruhi kualitas hidup pasien diabetes baik faktor dari internal pasien sendiri seperti karakteristik pasien diabetes, karakteristik penyakit diabetes yang diderita, faktor personal, faktor psikologis, faktor metabolik, maupun faktor dari luar (eksternal) pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes yang berkunjung ke Puskesmas di Jakarta Selatan. Metode: Mixed-method penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain sekuensial eksplanatori. Penelitian kuantitatif melalui cross sectional dilakukan pada pasien diabetes yang datang berobat ke Puskesmas secara consecutive non random sampling, untuk menganalisis faktor internal dan eksternal yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes dan dianalisis dengan regresi logistik berganda, sedangkan penelitian kualitatif dilakukan pada 9 informan pasien yang memiliki kualitas hidup kurang dan 5 informan pasien dengan kualitas hidup baik, untuk menjelaskan mengenai perawatan mandiri (self-care) yang dilakukan pasien, dengan analisis tema. Hasil. Faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes adalah diabetes distress domain kesulitan dengan dokter (aOR 4.79 95% CI 1.44-15.96); diabetes distress domain beban emosional (aOR 3.99 95% CI 1.47-10.81); Self-care latihan fisik/olah raga (aOR 1.99 95% CI 1.11-3.61); serta self-care domain perawatan kaki (aOR 0.39 95% CI 0.21-0.74). Hasil: kualitatif didapatkan adanya kesulitan melakukan pengelolaan diabetes mandiri pada pasien-pasien dengan kualitas hidup yang kurang, dengan tema-tema yaitu kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi. Sementara itu, pasien dengan kualitas hidup yang baik, dapat melakukan perawatan mandiri karena faktor pengalaman, pengetahuan, keluarga, dan adanya motivasi emosional. Simpulan. Diabetes distress dan perilaku perawatan mandiri berhubungan dengan kualitas hidup pasien diabetes, setelah dikontrol variabel lainnya. Kesulitan melakukan perawatan mandiri berkaitan dengan kurangnya pengetahuan/persepsi, kesibukan, emosional, dan kurangnya edukasi.