Claim Missing Document
Check
Articles

Found 39 Documents
Search

FAKTOR RESIKO PENYAKIT TB (TUBERKULOSIS) DI KECAMATAN KABANJAHE KABUPATEN KARO TAHUN 2021 Tanbunan, Helfi Nolia; Tanjung, Risnawaty; Sihombing, Nurmala Hayati; Sinaga, Jernita
Jurnal Ilmiah PANNMED (Pharmacist, Analyst, Nurse, Nutrition, Midwivery, Environment, Dentist) Vol. 16 No. 2 (2021): Jurnal Ilmiah PANNMED Periode Mei - Agustus 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.086 KB) | DOI: 10.36911/pannmed.v16i2.1132

Abstract

Tuberculosis (TB) is a direct infectious disease caused by TB (mycobactic tuberculosis) germs. The disease is still in the attention of the world and until now, there are no one neither country free from TB. Deli Serdang regency is an regency with the highest Tuberculosis case discovery in North Sumatra Province. This study was observational research with the design of study control cases, in order to determine the characteristics of the patient and the risk factor for the tuberculosis incident. The number of samples is 45 cases and 45 controls. The characteristic association and risk factors with the incidence of tuberculosis were analyzed in univariat and bivariat, Analysis is carried out using cross-con 2x2 to calculate the value of prevalen ratios and confidence values (CI). Statistical test used for analysis is chi square at the trust rate 95% (? = 5%). The results of the lighting study are obtained from the value of OR 0.348, CI 0.144 - 0.840 and p-value 0,031. Residence density obtained from the OR 0.35 CI 0.142 - 0.700 p-value 0.020 and Venting obtained from the OR 0,348 CI 0,144 – 0,840 p-value 0.031. Lighting, venting, and residence density have a relation with the incident TB in Kabanjahe District, while the variables with no relation are temperature, moisture and house floor condition.
KEMAMPUAN CHLORINE DIFFUSER DALAM MENURUNKAN ANGKA KUMAN (CHOLIFORM) PADA AIR SUMUR GALI Sondang siahaan; Supriatna; Helfi Nolia R
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (443.513 KB)

Abstract

Pemenuhan kebutuhan air bersih merupakan suatu keharusan bagi setiap keluarga. Kebutuhan air bersih digunakan untuk minum, masak, mandi serta kegiatan sanitasi lainya. Air digunakan oleh manusia untuk keperluan sehari-hari seperti minum, mandi, cuci, kakus, dan sebagainya. Diantara kegunaan-kegunaan air tersebut, yang sangat penting adalah kebutuhan untuk minum. Oleh karena itu, untuk keperluan minum, termasuk untuk masak, air harus mempunyai persyaratan khusus agar tidak menimbulkan penyakit pada manusia Jenis sarana penyediaan air bersih yang digunakan oleh masyarakat di daerah tersebut pada umunya adalah sumur gali. Berdasarkan survey awal peneliti, sumur gali adalah satu konstruksi sumur yang paling umum dan meluas dipergunakan untuk mengambil air tanah bagi masyarakat kecil dan rumah-rumah perorangan sebagai air minum. Sekitar 45% masyarakat di Indonesia menggunakan sumur sebagai sarana air bersih, dan dari 45% yang menggunakan sarana sumur tersebut, diperkirakan sekitar 75% menggunakan jenis sumur gali. Pembanguan sumur gali yang tidak sesuai dan berada dekat dengan sumber pencemaran air menjadikan air sumur tidak terjamin kebersihannya. Pilihan lain cara desinfektan adalah dengan menggunakan Chlorindeffuser suatu alat berisi chlor. Sampai saat ini belum diketahui berapa sisa chlor dalam air sumur dan berapa lama alat ini dapat digunakan. Chlorindeffuser yang akan di buat memiliki kelebihan karena dibuat dengan kemampuan yang lebih dari cholindeffuser yang pernah ada. Hasil penelitian menunjukan bahwa chlorindeffuser dapat menurunkan angka coliforn pada air sumur gali namun konsentrasi sisa clor dalam air sumur gali tidak setabil dan cendrung melebihi batas maksimum dalam air. Kondisi sumur dan masuknya cemaran kedalam sumur menjadi bagian yang harus dipertimbangkan dalam meningkatkan dan menjaga efektifitas chlorindeffuser sebagai alat desinfeksi dalam air sumur.
PENGOLAHAN LIMBAH CAIR MENJADI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) DI INDUSTRI TAHU GUNUNG USAHA GIAT KABUPATEN KARO 2021 Nolia R, Helfi; Sinaga, Jernita; Tarigan, Kristina
(Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat) Vol 7, No 1 (2022): JIMKesmas (Jurnal Ilmiah Mahasiswa Kesehatan Masyarakat)
Publisher : Universitas Halu Oleo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37887/jimkesmas.v7i1.23483

Abstract

AbstrakMemanfaatkan limbah cair tahu sebagai bahan baku Pupuk Organik Cair (POC) dapat menjadi jalan dari masalah ketersediaan pupuk dan limbah yang mengotori lingkungan. Limbah cair tahu mengandung unsur hara N 1,24%, P2O5 5.54 %, K2O 1,34 % dan C-Organik 5,803 % yang merupakan unsur hara essensial. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dolomit pada limbah cair tahu dengan pH pupuk organic cair dan pengaruh POC limbah cair tahu terhadap pertumbuhan kangkung (Ipomoea aquatica.) Penelitian dilaksanakan pada Juli hingga September 2021 dengan susunan rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL), yang terdiri atas POC A: limbah cair tahu dan dolomit 2 kg; POC B: limbah cair tahu dan dolomit 1,5 kg; POC C: limbah cair tahu dan dolomit 0,5 kg; POC D: limbah cair tahu tanpa dolomit. Hasil penelitian yang diperoleh adalah  POC  B mempunyai pH limbah cair tahu dengan penambahan dolomit 1,5 kg (POC B) menghasilkan pH 7,4 (netral) sehingga POC B dikatagorikan pupuk organic cair yang berkualitas baik  karena sudah memenuhi standar yang ditentukan untuk POC pH berkisar antara 7 – 7,5 yang bisa membuat pertumbuhan benih kangkung sebanyak 7 batang dan tinggi batang kangkung yang mengalami pertumbuhan pada hari 1 (pertama) : 4,2 cm an pada hari ke 6 (enam) tingginya : 5,8 cm . Pemberian pupuk cair organik limbah cair tahu dengan dolomit 1,5 kg atau POC B mempunyai nilai ekonomi dan ramah lingkungan dan siap dipasarkan dengan label FINATA MEGEMBURKata Kunci: Limbah Cair Tahu,Dolomit,pH,Pupuk Organik Cair (POC), Tahu 
Determinants of Environmental Sanitation Related to the Incidence of Diarrhea among Infants Jernita Sinaga; Risnawati Tanjung; Eka Lestari Mahyuni; Helfi Nolia; Raflizar Raflizar
Disease Prevention and Public Health Journal Vol. 16 No. 1 (2022): Disease Prevention and Public Health Journal
Publisher : Universitas Ahmad Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12928/dpphj.v16i1.4384

Abstract

Background: Incidence of diarrhea increased by poor environmental conditions factors. The several factors of environmental health are housing, disposal waste, clean water supply, and sewerage. This study's purpose was to determine the determinants of environmental sanitation related to the incidence of diarrhea in infants at the work area of Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Singa, Karo District. Method: This research was quantitative research as a case study of diarrhea among infants in Puskesmas Singa. The subjects were housewives who had infants and suffered from diarrhea in the last six months of the study, with 225 total population and 63 people selected by simple random sampling. The data analyzed used logistic regression to found the influence of environmental sanitation on diarrhea. Results: The results found there were six variables analyzed, there were three variables that influenced the incidence of diarrhea, the variable ownership of feces disposal facilities was the most dominant factor with Exp B 18.267 (p-value 0.003; 95% CI: 2.750-121.334), and the quality of clean water are variables that influence the incidence of diarrhea with Exp B 5.763 (p-value 0.026; 95% CI: 1.234-26.904), food and drink sanitation are variables that influence the incidence of diarrhea with Exp B 12.451 (p-value 0.004; 95% CI: 2.190 - 70.773). Conclusion: It concludes that diarrhea among infants has a dominant relationship of water sanitation, disposal sanitation, and food sanitation as determinants. It needs to improve basic sanitation to decrease the count of diarrhea.
Kajian Pengelolaan Biokonversi Sampah Organik melalui Budidaya Maggot Black Soldier Fly (Studi Kasus: PKPS Medan) Restu Auliani; Bella Elsaday; Desy Ari Apsari; Helfi Nolia
Jurnal Serambi Engineering Vol 6, No 4 (2021): Oktober 2021
Publisher : Fakultas Teknik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32672/jse.v6i4.3518

Abstract

The cultivation of maggot Black Soldier Fly (BSF) is a bioconversion technology of organic matter that can be one solution to the problem of organic waste. This study aims to examine aspects of organic waste management through BSF Medan maggot cultivation, including operational technical, financing, institutional, regulatory and community and government participation aspects. This research is a descriptive observational study with an exploratory study approach using the interview method. Descriptive and quantitative data processing and analysis. Based on operational technical aspects, maggot cultivation has succeeded in converting organic waste into a source of animal feed protein and reducing the amount of organic waste. The amount of organic waste that is managed is 90kg/day with an effectiveness of 0.013% the total domestic waste in Medan. The financing and institutional aspects of waste management are managed in an organized manner through a cooperative body, namely the Primary Waste Management Cooperative (PKPS) Medan. The regulatory aspect that is used as reference is Medan Mayor Regulation No. 26 of 2019. Aspects of community participation directly from members of the cooperative and the Laucih wholesale market trader in Medan City. This bioconversion technology is able to overcome the problem of waste in an effort to reduce organic waste.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Petani Dalam Penggunaan APD Untuk Pencegahan dan Penanggulangan Kejadian Keracunan Pestisida di Desa Barusjahe Kecamatan Barusjahe Tahun 2020 Helfi Nolia R; Mustar Rusli; Haesti Sembiring; Selviana Selviana; Khairul Bariyah
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 18, No 2 (2021): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v18i2.3488

Abstract

Pestisida adalah bahan beracun dan berbahaya, pestisida tersebut dapat menimbulkan dampak positif maupun negatif bagi kesejahteraan manusia dan lingkungan. Dampak negative tersebut akan menimbulkan berbagai masalah baik secara langsung ataupun tidak langsung terhadap kesehatan.  Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat program kemitraan wilayah dengan tema peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani dalam penggunaan alat pelindung diri (apd) untuk pencegahan dan penanggulangan kejadian keracunan pestisida di desa barusjahe kecamatan barusjahe tahun 2020 dengan sasaran petani sebanyak 30 (tiga puluh) orang. Sasaran kegiatan adalah petani yang yang tinggal di Desa Barusjahe Kecamatan Barusjahe, berusia ≥ 40 tahun dan petani yang kontak dengan pestisida ≥ 5 tahun. Kegiatan dilaksanakan diawali dengan koordinasi dengan kepala desa dan penyuluh pertanian Kecamatan Barusjahe. Dilanjutkan dengan survey awal untuk melihat kebiasaan petani sebelum menyemprot, kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan yang kegiatannya dengan memberikan pre-test, dilanjutkan dengan kegiatan monitoring untuk melihat apakah petani sudah melaksanakan apa yang sudah diinformasikan pada kegiatan penyuluhan dan yang terakhir adalah kegiatan evaluasi dengan melakukan post-test pada petani yang telah mengikuti kegiatan penyuluhan. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung telah meningkatkan pengetahuan dilihat dari hasil pre-test sebesar 60 % dan hasil post-test sebesar 97%. Kegiatanpengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan secara langsung telah meningkatkan keterampilan dilihat dari hasil pre-test sebesar 63 % dan hasil post-test terjadi sebesar 93%.
Penyuluhan dan Pembuatan Pupuk Kompos Rumah Tangga di Desa Ajinembah Kecamatan Merek Kabupaten Karo Erba Kalto Manik; Susanti BR Perangin-Angin; Helfi Nolia
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.4106

Abstract

Kita harus mengetahui bahwa kesadaran masyarakat tentang hidup bersih dan teratur perlu terus ditumbuhkan, salah satunya dalam penanganan sampah dari skala rumah tangga karena sampah juga merupakan bagian dari perilaku hidup bersih dan sehat. Untuk mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengelola sampah perlu upaya yang dimulai secara individual di setiap rumah (Atmojo, 2007).Agar kita bisa menjaga lingkungan bersih bebas dari sampah salah satu solusinya mengubah kebiasaan membuang sampah untuk mengolah sampah menjadi kompos dimulai dari sampah rumah tangga (Andriyeni, 2009). Kita sudah mengetahui bahwa sebagian sampah yang dihasilkan merupakan sampah organik (sampah basah), yaitu mencapai 60-70% dari total volume sampah, yang berasal dari dapur dan halaman. Sampah organik ini, jika pengelolaannya tidak secara benar maka akan memberikan bau busuk (H2S dan FeS) dan akan menjadi sumber lalat, bahkan dapat menjadi sumber lebih dari 25 jenis penyakit.Dewasa ini, banyak sekali orang-orang yang membudidaya tanaman hias. Untuk mendapatkan tanaman yang baik, kita harus memberi unsur-unsur yang diperlukan tanaman. Salah satunya adalah pupuk. Pupuk dibedakan menjadi dua, yaitu pupuk organik dan pupuk anorganik. Pupuk organik salah satunya adalah kompos. Kompos adalah bahan-bahan organik yang telah mengalami pelapukan karena adanya interaksi antara mikroorganisme yang bekerja di dalamnya. Kompos banyak sekali macamnya. Kompos yang dilaksanakan pada kegiatan pengabdian masyarakat adalah kompos kotoran hewan yang dicampur dengan dedaunan. Kami membuat kompos ini karena bahan-bahan yang digunakan mudah didapat di lingkungan kami. Mahasiswa, alumni dan masyarakat sudah mengetahui langkah – langkah pembuatan kompos sehingga dapat mengubah kebiasaan membuang sampah menjadi mengolah sampah menjadi kompos sehingga lingkungan sehat bebas dari masalah sampah, mengetahui cara untuk mempercepat pembuatan kompos, mengetahui kondisi yang mendukung terbentuknya kompos dalam waktu singkat dimana factor yang mempengaruhi terjadinya kompos adalah bahan baku, suhu,  nitrogen dan kelembaban serta mahasiswa, alumni dan masyarakat sudah mengetahui proses terjadinya pupuk kompos dari minggu ke minggu.
Sosialisasi Pemanfaatan Botol Plastik Bekas Menjadi Kursi, Meja dan Tempat Tidur Sebagai Upaya Mengurangi Limbah Plastik dan Menciptakan Produk Lokal Berdaya Saing Global Susanti BR Perangin-Angin; Erba Kalto Manik; Helfi Nolia
Jurnal Buletin Al-Ribaath Vol 19, No 1 (2022): Buletin Al-Ribaath
Publisher : Universitas Muhammadiyah Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29406/br.v19i1.4107

Abstract

Sampah plastik merupakan salah satu sampah dengan waktu urai paling lama, dimana akan mengakibatkan pencemaran secara masif jika penggunaan dan pengelolaan limbahnya tidak diatur. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat kali ini berlandaskan kuantitas dari sampah botol plastik yang sangat tinggi sedangkan dilain sisi dapat dikembangkan dan diolah menjadi sebuah produk selayaknya kursi, meja, dan tempat tidur. Kegiatan kali ini diawali dengan metode persiapan dan pelaksanaan dimana terdapat kegiatan persiapan dan pembekalan oleh mahasiswa, alumni, dan dosen pembimbing lapangan. Persiapan dan pembekalan ini mencakup teori dan praktek desa yang akan menjadi mitra pendampingan mahasiswa dan alumni serta masyarakat peserta Pengabdian Masyarakat yakni Desa Ajinembah Kecamatan Merek Kabupaten Karo. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa sosialisasi kali ini menghasilkan kesadaran masyarakat dalam membuang sampah terkhusus sampah botol plastik dan dalam mengolah sampah tersebut, selain itu kegiatan kali ini juga meningkatan kecintaan masyarakat terhadap produk lokal dan kedepannya dapat menciptakan produk yang dapat bersaing dengan produk asing. Dan dengan semua kemajuan diharapakan juga dapat membuka peluang usaha baru dalam pembuatan kursi, meja, dan tempat tidur.
PENYULUHAN TENTANG PERILAKU HIDUP BERSIH SEHAT DAN PENGOLAHAN SAMPAH 3R DI SMP NEGERI 1 SIMPANG EMPAT KABUPATEN KARO Susanti Br. Perangin-angin; Nelson Tanjung; Erba Kalto Manik; Helfi Nolia R. Tambunan
GANESHA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2022): Juli 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Tunas Pembangunan Surakarta (UTP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36728/ganesha.v2i2.1973

Abstract

Pentingnya mencuci tangan untuk menjaga kesehatan dan terhindar dari penyakit. Sebaiknya mengajarkan kebiasaan baik mencuci tangan kepada anak yang masih kecil, karena salah satu penyakit pembunuh anak nomor 1 di Indonesia adalah diare, yang dapat dicegah dengan mengajarkan anak untuk mencuci tangan. Penyuluhan kesehatan adalah penambahan pengetahuan dan kemampuan seseorang melalui tekhnik praktek belajar atau instruksi dengan tujuan mengubah atau mempengaruhi perilaku manusia secara individu, kelompok maupun masyarakat untuk dapat lebih mandiri dalam mencapai tujuan hidup sehat. Penyuluhan tentang sampah di institute pendidikan merupakan kebutuhan mutlak seiring munculnya berbagai penyakit yang sering menyerang anak usia sekolah yang ternyata umumnya berkaitan dengan perilaku hidup bersih dan sehat. Pengabdian masyarakat ini bertujuan memberikan pelatihan kepada siswa SMP tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan mengolah sampah secara 3 R (Reuse, Reduce dan Recycling). Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan memberikan penyuluhan Periaku hidup bersih dan sehat dan praktek cuci tangan pakai sabun, membuang sampah pada tempatnya serta mengolah sampah dengan 3 R (Reduce, Reuse dan Recylce) Sebaiknya masyarakat merawat alat yang telah disediakan dan dipakai sesuai kebutuhan dan masyarakat lebih dapat menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat agar terhindar dari penyakit. Disarankan kepada siswa agar lebih menjaga kebersihan lingkungan, menerapkan ilmu pengetahuan tentang sampah dan tentunya sangat perlu di terapkan di sekolah agar kualitas siswa dapat meningkat dan perlu adanya pengawasan oleh guru yang lebih ketat lagi.
Penyuluhan dan Intervensi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat pada Masyarakat Desa Cinta Rakyat Dusun 4 Kecamatan Percut Sei Tuan Susanti Br Perangin-angin; Helfi Nolia; Julietta Br Girsang
Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat) Vol 2 No 4 (2022): Jurnal Pustaka Mitra (Pusat Akses Kajian Mengabdi Terhadap Masyarakat)
Publisher : Pustaka Galeri Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55382/jurnalpustakamitra.v2i4.308

Abstract

Jika kita bisa menciptakan pola hidup bersih dan sehat maka biaya akan lebih murah dan mudah mengingat biaya yang dikeluarkan cukup mahal jika mengalami gangguan kesehatan. Lingkungan yang bersih dan sehat merupakan dambaan setiap manusia karena dapat memberikan kenyamanan dalam hidup. Peran masyarakat untuk berkomitmen hidup sehat melalui perilaku hidup bersih dan sehat sangat diperlukan sehingga tercipta bangsa yang lebih sehat. Pengertian Perilaku Hidup Bersih dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan kondisi bagi individu, keluarga, kelompok dan masyarakat dengan membuka jalur komunikasi, memberikan informasi dan melakukan pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan, sikap dan perilaku melalui pendekatan kepemimpinan, pembangunan suasana dan pemberdayaan masyarakat.Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi permasalahannya sendiri terutama di lingkungannya masing-masing, dan masyarakat dapat menerapkan cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Karena jika keluarga sehat tentunya akan membentuk masyarakat yang sehat pula. Jadi, sehat harus dimulai dari rumah sendiri. Kondisi sehat tentunya dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari tidak sehat menjadi perilaku sehat dengan menciptakan lingkungan yang sehat dalam rumah tangga.