Gerardo Valentino Wijaya
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PEMBARUAN KAWASAN PAJAK IKAN LAMA WILAYAH KESAWAN MEDAN BARAT Gerardo Valentino Wijaya; Stephanus Huwae; J.M. Joko Priyono Santoso
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22029

Abstract

The area in the old city of Medan often cannot be claimed as an economic driver, even though at its time it was a source of economy and tourism. The fish market area (Pajak Ikan Lama) in Medan is one of the areas in the old city of Medan which is experiencing physical and social degradation. This can be seen from the many old buildings that have been abandoned and only become piles of garbage, lots of irregular traders, as well as being a dead area at night because there are no more community activities that make the area prone to crime. It is necessary to update the composition of the building and add other functions to revive the Pajak Ikan Lama Area and it is hoped that it can become a comfortable public space container and maximise its function as a market and public space. Urban acupuncture is one of the design methods used to find problem points and their relationship to the surrounding environment. The method used is to look for data related to the existing condition of the Pajak Ikan Lama Area and also to look for potentials that can be proposed so that the Pajak Ikan Lama Area can become a public space that can fulfil its function as a market, other commercial activities, and public space to the fullest. Keywords: Pajak Ikan Lama; Revitalisation; Public Area Abstrak Kawasan di kota tua Medan seringkali tidak dapat diklaim sebagai penggerak perekonomian walaupun pada masanya merupakan sumber perekonomian dan pariwisata. Kawasan pasar ikan (Pajak Ikan Lama) Medan merupakan salah satu kawasan di kota tua Medan yang mengalami degradasi secara fisik maupun sosial. Hal ini dapat dilihat dari banyak bangunan tua yang sudah ditinggalkan dan hanya menjadi tempat tumpukan sampah, banyak pedagang-pedagang yang tidak beraturan, serta menjadi kawasan mati pada malam hari akibat sudah tidak ada aktivitas masyarakat yang menjadikan kawasan tersebut rawan kejahatan. Perlu adanya pembaruan komposisi bangunan serta penambahan fungsi untuk menghidupkan kembali Pajak Ikan lama dan diharapkan dapat menjadi sebuah wadah ruang publik yang nyaman serta memaksimalkan fungsinya sebagai pasar dan ruang publik. Urban acupuncture menjadi salah satu metode desain yang dilakukan untuk menemukan titik permasalahan dan hubungannya pada lingkungan sekitar. Metode yang dilakukan adalah dengan mencari data terkait kondisi eksisting Pajak Ikan Lama dan potensi yang dapat diusulkan sehingga Pajak Ikan Lama dapat menjadi sebuah ruang publik yang dapat memenuhi fungsinya sebagai pasar, akitivitas komersial, serta ruang publik secara maksimal.