Nadira Rosa
Program Studi S1 Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Tarumanagara

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HARMONI CENTER (PUSAT TRANSPORTASI DAN MAKANAN) DENGAN PENERAPAN STRATEGI INFILL DI KAWASAN HARMONI, JAKARTA PUSAT Nadira Rosa; Budi Adelar Sukada
Jurnal Sains, Teknologi, Urban, Perancangan, Arsitektur (Stupa) Vol. 4 No. 2 (2022): OKTOBER
Publisher : Jurusan Arsitektur dan Perencanaan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24912/stupa.v4i2.22158

Abstract

Transit Oriented Development (TOD) is an architectural design concept that emerged in the late 1980s. This concept is a combination of architectural design and transportation that considers how an architectural design can contribute to the principles of an efficient and sustainable city program. This design has been widely implemented in the world with different results. This is evidence that this design depends on various factors in the surrounding environment such as social, cultural, and environmental conditions. One application of this design concept which is influenced by environmental conditions is in the Harmoni area which is accommodated by various types of transportation such as Transjakarta, MRT, KRL, to city transportation (ANGKOT). This design concept can be combined using the Infill strategy, which is a design strategy that can fill unused land or buildings into an architectural design. The infill strategy is an effort to overcome excessive development so that conservation is carried out as an effort to maintain what we have wisely. Its application can be in the location of vacant land to unused buildings. The implementation of the infill strategy in the Harmoni area aims to revive activities in the area and its surroundings that are experiencing degradation or known as the Urban Acupuncture concept. Keywords: acupuncture; infill; transit; urban Abstrak Perancangan pusat transportasi adalah konsep perancangan arsitektur yang muncul pada tahun diakhir 1980-an. Konsep ini merupakan gabungan antara perancangan arsitektur dan transportasi yang mempertimbangkan bagaimana sebuah desain arsitektur dapat berkontribusi di prinsip program kota yang efisien dan berkelanjutan. Perancangan ini sudah banyak diimplementasikan di dunia dengan hasil yang berbeda-beda. Hal tersebut merupakan bukti bahwa perancangan ini bergantung  dari berbagai macam faktor di lingkungan sekitarnya seperti keadaan sosial, budaya, hingga keadaan lingkungannya. Salah satu penerapan konsep perancangan ini yang dipengaruhi oleh keadaan lingkunganya berada di kawasan Harmoni yang diakomodasi oleh berbagai macam transportasi seperti transjakarta, MRT, KRL, hingga angutan kota (ANGKOT). Konsep perancangan ini dapat digabungkan dengan menggunakan strategi Infill yaitu strategi desain yang dapat mengisi lahan atau bangunan tidak terpakai menjadi sebuah desain arsitektur. Strategi infill merupakan upaya dari mengatasi pembangunan yang berlebihan sehingga dilakukan konservasi sebagai upaya untuk memelihara apa yang kita punya secara bijaksana. Penerapannya dapat berada di lokasi lahan kosong hingga bangunan yang tidak terpakai. Penerapan strategi infill dalam kawasan Harmoni ini bertujuan untuk menghidupkan kembali aktivitas di kawasan dan sekitarnya yang mengalami degradasi atau dikenal sebagai konsep Urban Acupuncture.