Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

PENDAMPINGAN OLEH TIM KELOMPOK KERJA AKADEMISI DALAM PENENTUAN FOKUS KAJIAN INFRASTRUKTUR DI KOTA MEDAN Cut Nuraini; Rizky Franchitika; Yudha Hanova; Surta Ria Nurliana Panjaitan; Muhammad Amin
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Digital Vol 1, No 2: JUPED - Mei 2022
Publisher : Insight Power (Kekuatan Wawasan)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1205.271 KB)

Abstract

The scientific study of the integrated utility network in the city of Medan, and the mapping of safety locations in the city of Medan. The title of the study became the initial discussion material to formulate the focus of research in the infrastructure sector on the most urgent (important) infrastructure problems found in the city of Medan inventory of drainage flow dimensions and patterns, Measurement of drainage channel base elevation, Inventory of public perceptions of water management and drainage systems, Analysis of hydrology Hydraulic analysis and social analysis of society. It was found that there were 2 sewers on Jalan Cempaka, but the dimensions that changed significantly resulted in being unable to accommodate runoff from upstream. The sewer at the District Office is at the lowest elevation and becomes a collection of flows from various directions. The second sewer near the leafy Glugur road is suffering from the settlement. The impact of land-use change without knowing the function of the natural channel has an impact on the closure of the natural discharge channel, thus affecting the pattern of runoff. Selayang River is one of the causes due to the low channel dimensions. Irregular channel size is related to flooding problems due to river overflow, it is necessary to normalize the river by considering the potential that exists in each river. Flood problems also require handling from upstream to downstream. Solving the problem of air and flood problems requires clear regulations. For this reason, appropriate regulations are needed for solving water and flood problems at the level of policies or regulations of the Medan City Government.Keywords: Accompaniment, Network research, development, infrastructure,
Penataan Distribusi Air Permukaan untuk Efisiensi Penggunaan dan Pemanfaatan Air Di Desa Hamparan Perak Yudha Hanova; Rizky Franchitika
Jurnal Simetri Rekayasa Vol 3 No 2 (2021): Edisi Oktober 2021
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of the efforts to increase the productivity of agricultural land in the Desa Lama is to manage surface water caused by excess rainwater. Arrangement of surface water on agricultural land will have a positive impact on plant growth because the water needs of plants can be fulfilled, especially in the dry season. The arrangement of the system aims to distribute surface water and rainwater evenly in agricultural areas. This study aims to analyze the arrangement of surface water on agricultural land with a catchment system as a medium for managing rainfall that falls so that farmers can utilize and distribute water to agricultural land by designing reservoirs. In the Desa Lama, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency. The method used in this study consists of, 1) Hydrological analysis such as analysis of maximum daily rainfall, return period rainfall, analysis of hourly rainfall distribution, and return period discharge. 2) Analysis of storage capacity. From the implementation of the design of the storage carried out in the field, it was obtained that the surface water storage capacity was 37.47 m3/s. Based on the hydrological analysis results, the storage capacity is the storage capacity for the 20 year return period.
Uji Penerapan Perbaikan Tanah Dasar Jenuh Air dengan Stabilitas Semen untuk Rekomendasi Desain Struktur Jalan di Kawasan Hamparan Perak Kab. Deli Serdang M. Hadi Sofyan; Rizky Franchitika; Yudha Hanova
Jurnal Simetri Rekayasa Vol 4 No 1 (2022): Edisi April 2022
Publisher : Universitas Harapan Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Roads are an important factor in supporting agricultural development and making it more efficient. In the construction of agricultural roads in Lama Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, the presence of soft soil is one of the problems in the construction of farm road construction. Embankments built on soft subgrade without reinforcement will experience a slide. so that it is necessary to strengthen and improve the subgrade soil to prevent road sliding. This study aims to increase the carrying capacity of water-saturated soil on agricultural land in Lama Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency. The method used in research on the improvement and strengthening of the subgrade for farm roads is cement stabilization. The variations in cement content used were 3%, 4%, and 5%. The bearing capacity of subgrade and stabilized soil will be tested using a dynamic cone penetrometer (DCP). From the research results, it can be seen that the average CBR value of subgrade is 0.65%. From the results of the comparison of soil CBR values, soil stabilization with a cement percentage of 3% shows a CBR value of 5.51%, or 6%, fulfilling the requirements to increase soil carrying capacity according to MDP 2017, where the minimum subgrade CBR for pavement design is 6%.
EFEKTIFITAS STABILISASI DUA TAHAP MENGGUNAKAN ABU BATU BUKHO DAN ABU VULKANIK DITINJAU NILAI CBR RENDAM PADA TANAH LEMPUNG LUNAK Fachriza Arif Firmana; Yudha Hanova
Buletin Utama Teknik Vol 18, No 3 (2023): Edisi Mei
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tanah dengan karakteristik yang kurang baik seperti tanah lempung kerap menimbulkan masalah seperti tanah lunak dengan daya dukung yang rendah. Daya dukung tanah dasar yang rendah dipengaruhi oleh nilai CBR tanah yang rendah.  Untuk itu dibutuhkan metode perbaikan tanah dimana metode yang digunakan adalah stabilisasi dua tahap dengan menggunakan abu bukho dan abu vulkanik. Variasi kadar campuran bahan stabilisasi yang ditambahkan adalah abu batu bukho 3%, 6%, 9%, 12%, dan abu vulkanik 4% dari berat tanah kering. Selain uji sifat fisik, dilakukan pemadatan standar dan pengujian CBR rendaman laboratorium (soaked) untuk mengetahui nilai CBR rendam pada tanah lempung dengan variasi campuran abu batu bukho dan abu vulkanik. Nilai CBR tanah asli didapatkan sebesar 1,992%, tanah ini tergolong sebagai tanah lempung kurang baik karena nilai CBR 5%. Perbaikan tanah dengan menggunakan 3% abu batu bukho (ABB) dan 4% abu vulkanik (AV) didapatkan sebesar 2,192%, untuk 6% ABB dan 4% AV didapatkan sebesar 2,271%, untuk 9% ABB dan 4% AV didapatkan sebesar 2,391%, dan untuk 12% ABB dan 4% AV didapatkan sebesar 2,471%. Stabilisasi dua tahap dengan batu bukho dan abu vulkanik memberikan peningkatan nilai CBR seiring dengan penambahan jumlah abu batu bukho.
PENGEMBANGAN SISTEM IRIGASI TETES DI LAHAN PERTANIAN TIDAK BERIRIGASI Muhammad Anzar Alpandi; Yudha Hanova
Jurnal Teknik Sipil Vol 2, No 1 (2023): Edisi Juni
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v2i1.7670

Abstract

Kesulitan untuk mendapatkan suplai air yang cukup untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian menjadi salah satu faktor penelitian ini. Penggunaan metode irigasi hemat air merupakan salah satu cara untuk mengatasi keterbatasan suplai air irigasi pada lahan kering.Penelitian ini bertujuan untuk memberikan informasi dan menjadikan salah satu alternatif penggunaan air yang optimal dan efisien bagi lahan pertanian.Penelitian dilaksanakan pada bulan April sampai dengan Agustus 2022 yang berlokasi di Desa Lama Kec. Hamparan Perak Kab. Deliserdang. Penelitian ini dilakukan dengan metode observasi dan terdiri dari beberapa tahapan seperti melakukan studi baik lapangan maupun referensi jurnal kemudian survey lapangan, konsep desain, gambar desain, pembuatan model sampai pengujian dan hasil. Rancangan model yang diusung yaitu menggabungkan saluran drip dengan saluran terbuka dan mengadopsi sistem irigasi yang tersirkulasi. Berdasarkan hasil penelitian, sistem sirkulasi air irigasi mampu memberikan efisiensi pemanfaatan air, kemudian berdasarkan hasil perhitungan, saluran mampu menampung debit 7,247 liter/detik dengan dimensi penampang saluran lebar 0,2m dan tinggi 0,1m, selanjutnya saluran terbuka mampu menggantikan peran pipa sebagai media untuk mengalirkan air sehingga bisa mengurangi biaya produksi.
EVALUASI KONDISI JARINGAN IRIGASI SALURAN IRIGASI PRIMER PADA DAERAH IRIGASI KERASAAN KABUPATEN SIMALUNGUN WILAYAH KERJA BALAI WILAYAH SUNGAI SUMATERA II Khairul Nazri; Yudha Hanova
Jurnal Teknik Sipil Vol 1, No 2 (2022): Edisi Desember
Publisher : Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/jtsip.v1i2.6703

Abstract

Daerah Irigasi Kerasaan merupakan daerah irigasi yang terletak di Kecamatan Pematang Bandar, Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatera Utara. Dengan luas fungsional 5000 (Ha) dan luas saluran irigasi primer 31.02 (km). Dalam mengoptimalkan kinerja irigasi di daerah irigasi Kerasaan, maka harus dilakukan perawatan infrastruktur jaringan irigasi salah satunya adalah dengan cara mengevaluasi saluran irigasi di daerah tersebut. Evaluasi ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis kondisi serta fungsi aset irigasi di daerah irigasi Kerasaan, sehingga dapat mengoptimalkan fungsi saluran irigasi untuk mengairi lahan-lahan yang berada di daerah irigasi tersebut. Metode yang digunakan dalam mengevaluasi saluran irigasi tersebut yaitu metode observasi dengan melakukan penelusuran jaringan irigasi dengan menggunakan alat (GPS) untuk mengetahui koordinat titik saluran serta mendokumentasikan kerusakan aset dengan kamera/handphone. Berdasarkan hasil analisis, diperoleh total panjang kerusakan struktur saluran pasangan sebesar 10 m dari gabungan beberapa segmen di 2 ruas saluran pada saluran primer dengan total indeks kerusakan sebesar 0,70%. Pada saluran primer Kerasaan dari hasil survei sejauh ( 1500 m) di lapangan terdapat 1 unit bangunan pelimpah samping, 2 unit bagi sadap, dan 2 unit bangunan kantong lumpur. Hasil analisis tersebut dapat digunakan untuk perencanaan pembangunan bangunan irigasi dengan merencanakan bangunan struktur, pintu air maupun bangunan ukurnya.