Penelitian ini memiliki tujuan untuk menganalisis secara rinci peran akuntansi forensik dan audit investigatif dalam membantu usaha pencegahan serta identifikasi penipuan di perusahaan-perusahaan manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Metodologi yang diterapkan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan tinjauan pustaka yang mempertimbangkan berbagai referensi mengenai konsep, peran, dan implementasi akuntansi forensik serta audit investigatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa akuntansi forensik memiliki peran strategis dalam aspek preventif, seperti mengidentifikasi kelemahan pengendalian internal, menganalisis risiko fraud, serta mendeteksi indikasi kecurangan sejak dini. Sementara itu, audit investigatif berperan dalam aspek represif melalui proses pemeriksaan mendalam, pengumpulan bukti yang sah, analisis pola kecurangan, serta pengungkapan pelaku dan modus operandi. Sinergi antara akuntansi forensik dan audit investigatif terbukti mampu meningkatkan efektivitas sistem deteksi fraud, menghasilkan proses investigasi yang lebih akurat, serta mengungkap kasus fraud secara komprehensif. Selain itu, penerapan kedua pendekatan ini juga berkontribusi dalam meningkatkan akuntabilitas dan transparansi organisasi. Dengan demikian, integrasi akuntansi forensik dan audit investigatif menjadi elemen penting dalam menciptakan tata kelola organisasi yang baik dan bebas dari praktik kecurangan.