Husairi Husairi
Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah Pasuruan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Implementasi Pendidikan Soft Skills dalam Membentuk Moralitas Siswa di Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan Husairi Husairi; Lutfi Rachman
Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam Vol. 1 No. 1 (2021): Al-Jadwa: Jurnal Studi Islam
Publisher : Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah Bangil Pasuruan Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1340.751 KB)

Abstract

ABSTRACT The education is called as student character development process so that students have the knowledge (cognitive), attitudes (affective) and skills (psychomotor) for the provision of living the midst of society. This process involves improvement the intellectual, personal and social skills are balanced between hard skills and soft skills that are not only useful for himself (intrapersonal skills) but also beneficial to the existence of society (interpersonal skills). Soft skills are a core part of non-technical competencies that are specifically able to refer to personality characteristics. These competencies are seen in a person's behavior, starting when interacting with the social environment, language skills, personal habits, to important traits aimed at supporting optimistic behavior in all fields. The characteristics of the educational model of soft skills in forming morality of students in Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan that is using a model of "integration" model is an intermingling between hard skills and soft skills and connects all general subjects by incorporating values of Islam so that it becomes unified whole. Implementation of educational soft skills in order to form the morality of students by means of: 1) Planting moral values through learning integtatif, 2) Cooperate with the unit institutions Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan, 3) To collaborate with parents, 4) Through practice approach and methods of demonstration, 5) approach through habituation, 6) Planting moral values through counseling, 7) Planting of moral values through obedience approach, 8) Planting moral values with religious extracurricular activities. Implications of soft skills in forming moral of students in Madrasah Aliyah Negeri Bangkalan, among others: (1) Form of Spiritual (faith and devotion to Allah) indicators: (a) Implement Duha prayer at recess and familiarize prayer duhur congregation (b) Students should shake hands when meet with teachers, especially in the time to come to school and when the school or at the time outside of school (c) civilize a greeting, greet and smile when dealing with others both in the classroom and outside the classroom. (2) The form of integrity/honesty and (3) The form of discipline and self-awareness. Keywords: Soft Skills Education, Student Morality
SEJARAH ISLAMISASI NUSANTARA MENURUT SYED NAQUIB AL-ATTHAS Husairi Husairi
Batuthah: Jurnal Sejarah Padaban Islam Vol. 1 No. 1 (2022): March
Publisher : Program Studi Sejarah Peradaban Islam Institut Agama Islam Darullughah Wadda'wah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Syed Muhammad al Naquib bin Ali bin Abdullah bin Muhsin al Attas adalah seorang cendekiawan dan filsuf muslim saat ini dari Malaysia. Ia menguasai teologi, filsafat, metafisika, sejarah, dan literatur. Ia juga menulis berbagai buku di bidang pemikiran dan peradaban Islam, khususnya tentang sufisme, kosmologi, filsafat, dan literatur Malaysia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan (library research), yaitu serangkaian kegiatan yang berkenaan dengan metode pengumpulan data pustaka. Sedangkan pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan historis dan pendekatan sosiologis. Pendekatan tersebut dapat digunakan untuk menjelaskan dan berusaha menelusuri asal-usul pertumbuhan Sejarah Islamisasi Nusantara Menurut Syed Naquib Al-Atthas secara kronologis. Islamisasi Nusantara menurut Syed Naquib Al-Atthasyaitu untuk mengukuhkan Islam pada jiwa masyarakat Nusantara dalam pandangan al-Attas membutuhkan proses panjang hingga beberapa abad. Proses tersebut sebut adalah Islamisasi, maksudnya adalah proses pengenalan, pemahaman, serta pengukuhan terhadap makna Islam yang sebanarnya sehingga melekat pada diri manusia. Islamisasi di sini merupakan perjuangan kaum sufi serta para muballig Islam dalam menyebarkan dan sekaligus memberi pemahaman kepada masyarakat Nusantara yang masih terpengaruhi oleh mitologi, alam seni, dan metafisika kabur. Para sufi, mendoktrin Islam dengan memperhatikan tingkat kemampuan masyarakat Nusantara. Islamisasi dalam gambaran al-Attas tersebut merupakan bentuk nyata, dan sampai saat ini masih dirasakan keberlanjutannya. Dengan metode sufistik tersebut, Islam bukan hanya sekdar doktrin melainkan telah menjadi bagian amalan utama bagi masyarakat Nusantara sekaligus meruntuhkan pengetahuan lama yang terpengaruh dengan mitologi sesat ke alam baru yang lebih rasional dan saintifik.