Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEKSTUALITAS AL-QUR’AN NAṢR ḤĀMID ABŪ ZAYD (Model Pembacaan dan Implikasinya) Ahmad Shofi Muhyiddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 15 No. 01 (2019)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (594.636 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v15i01.165

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang pemikiran tekstualitas Al-Qur'an Naṣr Ḥāmid, khususnya model pembacaan dan implikasinya terhadap pembacaan produktif Al-Qur'an. Data dari kajian ini diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskritif-kualitatif. Hasil kajian menemukan bahwa menurut Naṣr Ḥāmid, al-Qur'an bisa dipahami dalam defenisi “etika teologis” dan “etika linguistik”. Al-Qur’an dalam definisi “etika teologis” dipahami sebagai wahyu Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui malaikat Jibril. Sedangkan menurut definisi “etika linguistik”, al-Qur'an dipahami sebagai sebuah teks yang terdiri dari kata, kalimat, paragraf dan tanda-tanda baca yang sarat makna. Karenanya dilihat dari aspek ini ia setara dan dapat didekati sebagaimana teks-teks yang lain. “Konsep teks” difokuskan kepada aspek-aspek yang terkait dengan kebudayaan dan tradisi; lebih tepatnya pada masalah historisitas teks, otoritas teks, dan pembacaan kontekstualnya (manhaj al-qirā’ah as-siyāqiyyah) dalam sebuah teks. Kata Kunci: Tekstualitas Al-Qur’an, Model Pembacaan Naṣr Ḥāmid Abū Zayd, dan Implikasi dalam Penafsiran