MIYAH: Jurnal Studi Islam
Vol. 15 No. 01 (2019)

TEKSTUALITAS AL-QUR’AN NAṢR ḤĀMID ABŪ ZAYD (Model Pembacaan dan Implikasinya)

Ahmad Shofi Muhyiddin (Dosen IAIN Kudus)



Article Info

Publish Date
01 Jan 2019

Abstract

Artikel ini dimaksudkan untuk mendeskripsikan tentang pemikiran tekstualitas Al-Qur'an Naṣr Ḥāmid, khususnya model pembacaan dan implikasinya terhadap pembacaan produktif Al-Qur'an. Data dari kajian ini diperoleh melalui studi kepustakaan dan dianalisis secara deskritif-kualitatif. Hasil kajian menemukan bahwa menurut Naṣr Ḥāmid, al-Qur'an bisa dipahami dalam defenisi “etika teologis” dan “etika linguistik”. Al-Qur’an dalam definisi “etika teologis” dipahami sebagai wahyu Tuhan yang disampaikan kepada Nabi Muhammad Saw. melalui malaikat Jibril. Sedangkan menurut definisi “etika linguistik”, al-Qur'an dipahami sebagai sebuah teks yang terdiri dari kata, kalimat, paragraf dan tanda-tanda baca yang sarat makna. Karenanya dilihat dari aspek ini ia setara dan dapat didekati sebagaimana teks-teks yang lain. “Konsep teks” difokuskan kepada aspek-aspek yang terkait dengan kebudayaan dan tradisi; lebih tepatnya pada masalah historisitas teks, otoritas teks, dan pembacaan kontekstualnya (manhaj al-qirā’ah as-siyāqiyyah) dalam sebuah teks. Kata Kunci: Tekstualitas Al-Qur’an, Model Pembacaan Naṣr Ḥāmid Abū Zayd, dan Implikasi dalam Penafsiran

Copyrights © 2019