Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PAGELARAN SENI BUDAYA ANTAR ETNIS DALAM MEWUJUDKAN MODERASI BERAGAMA Viona T Matitale; Suryanto; Isabella Jeniva; Muslimah; Jhonathan L Alberto; Susi Arianti; Susi Nurjanah; Enjela R Sinaga; Solafide C Tarigan; Venesa Carolina; Esellina; Aprie; Irma Haliza
RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2024): Rambideun: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Al Muslim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51179/pkm.v7i1.2171

Abstract

Nusantara Real Work Lecture Program - Religious Moderation (KKN NMB) for Religious Universities in 2023 in Kab. Katingan takes the form of organizing community arts and culture performances for residents of the Malan Island Transmigration Settlement Unit (UPT), Buntut Village, Bali District. Malan Island. The people of UPT Malan Island come from Javanese, Sundanese, Batak, Dayak and Flores ethnic groups who have the potential for regional artistic and cultural diversity, but have not been actively displayed in public performances for a long time. The activity implementation method used Asset Based Community Development (ABCD), namely students identify and look for opportunities for assets owned by the community and then develop and empower them. This method started from an introduction where students approach residents and enter various fields including religion, education and health. Then, identified existing asset opportunities and continue implementing the work program. Every cultural asset owned by the community is developed through cultural arts performances on the eve of the Republic of Indonesia's Independence Day celebration on August 17 2023. This cultural arts performance activity aimed to bring together and develop a sense of tolerance and respect for local cultural diversity to strengthen religious moderation for the community at UPT Malan Island. This cultural parade activity brought together people who had different principles and did not want to join SP-1 and SP-2 UPT Malan Island. People from various tribes feel proud and touched because their cultural arts are displayed and appreciated by other communities in an atmosphere of harmony.
Tadabbur Alam sebagai Sarana Integrasi Kearifan Lokal Untuk Pengembangan Akhlak dalam Pembelajaran Pendidikan di Madrasah Tsanawiyah Khairunnisa; Muslimah
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 2 Mei (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.1992

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan kearifan lokal sebagai sarana pengembangan akhlak siswa dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di MTs Terpadu Berkah Palangka Raya. Dengan pendekatan deskriptif kualitatif, penelitian ini melibatkan guru PAI, siswa, dan kepala madrasah sebagai subjek utama, serta orang tua siswa sebagai informan pendukung. Penelitian ini mengeksplorasi penerapan nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran dan dampaknya terhadap pembentukan karakter siswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, yang dianalisis menggunakan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian kearifan lokal, seperti gotong royong, penghormatan terhadap alam, dan toleransi, memperkuat relevansi pembelajaran dengan kehidupan siswa. Kegiatan tadabbur alam menjadi salah satu inovasi yang efektif dalam menghubungkan ajaran agama dengan nilai-nilai budaya setempat. Namun, tantangan seperti minimnya bahan terbuka yang relevan dan kurangnya pelatihan guru memerlukan perhatian. Kesimpulannya, kearifan lokal berperan penting dalam meningkatkan kualitas karakter pendidikan dan melestarikan budaya lokal, yang diharapkan dapat membentuk siswa menjadi individu yang beriman dan berakhlak mulia.