Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Upaya Pengembangan Manajemen Kewirausahaan dalam Meningkatkan Lulusan Sekolah Menengah Kjuruan Mohamad Din Hadi; Moh. Ilyas Iskandar; Muhamad
Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan Vol. 7 No. 2 (2021): Jurnal Pendidikan Islam Al-Affan
Publisher : STIT Al-Quraniyah Manna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (507.167 KB) | DOI: 10.69775/jpia.v2i1.20

Abstract

Penelitian ini menfokuskan kajian tentang pengembangan manajemen kewirausahaan dalam meningkatkan lulusan sekolah menengah kejuruan (1) Bagaimana pembinaan jiwa kewirausahaan kepada siswa dalam mengembangkan wirausaha (2) Bagaimana pengembangan manajemen kewirausahaan di SMK. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologis, yakni pemahaman dan penafsiran secara mendalam dan natural tentang makna dari fenomena yang ada dilapangan. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah, guru kewirausahaan, tim pengembang kewirausahaan, dan peserta didik. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan pencermatan dokumen. Analisis data dilakukan dengan model dari Miles dan Huberman, yang meliputi langkah-langkah kegiatan : pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Upaya dalam mewujudkan proses pembinaan jiwa kewirausahaan di SMK, mengunakan strategi yang menunjang, antara lain: a. Penanaman sikap dan perilaku wirausahawan, b. Penugasan, dan pendampingan, c. Guru mengunakan metode penugasan, dan pengalaman langsung d. Membuka wawasan atau mengunjugi perusahaan. (2) Pengembangan manajemen kewirausahaan di SMK diartikan sebagai proses kegiatan manajemen seperti : a. Perencanaan, b. Pengorganisasian, c. Menggerakkan, d. Pengawasan, telah memenuhi standar proses manajemen yang baik karna adanya kelengkapan program dan pasilitas yang menunjang Kata Kunci: Pengembangan Manajemen Kewirausahaan, Lulusan Sekolah, Manajemen Sekolah
ANALISIS IMPLEMENTASI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH GUPPI BANJIT Hadi, Mohamad Din; Iskandar, Moh Ilyas
AT-TAJDID Vol 8, No 1 (2024): JANUARI-JUNI 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/att.v8i1.3390

Abstract

Efektivitas Program Magang dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di Madrasah Tsanawiyah Berbasis Pesantren di Madrasah Tsanawiyah (MTs) Sunan Kalijaga Lampung Utara finah; Arifatunnisa; Moh. Ilyas Iskandar; Akta Kurniawan
Jurnal QOSIM : Jurnal Pendidikan, Sosial & Humaniora Vol 4 No 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/jq.v4i2.5322

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peningkatan mutu pembelajaran di madrasah berbasis pesantren melalui inovasi program pendidikan. Program magang mahasiswa Manajemen Pendidikan Islam dipandang sebagai salah satu strategi untuk mendukung peningkatan kualitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas program magang dalam meningkatkan mutu pembelajaran di MTs Sunan Kalijaga Lampung Utara serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilaksanakan pada Januari–Februari 2026. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analisis interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program magang efektif dalam meningkatkan variasi metode pembelajaran, keaktifan siswa, dan penggunaan media pembelajaran inovatif. Mahasiswa magang berperan sebagai agen perubahan yang membawa pendekatan pembelajaran yang lebih interaktif. Namun, efektivitas tersebut masih dipengaruhi oleh keterbatasan pengalaman mahasiswa dan adaptasi terhadap budaya pesantren. Kolaborasi antara madrasah dan perguruan tinggi menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Kesimpulannya, program magang berpotensi menjadi strategi efektif dalam meningkatkan mutu pembelajaran jika didukung oleh perencanaan dan pendampingan yang optimal.
Kurikulum Merdeka In Arabic Language Instruction At Madrasah Aliyah: A Narrative Review Of Opportunities, Challenges, And Teacher Readiness Moh. Ilyas Iskandar
Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education Vol. 4 No. 2 (2026): Taqrib : Journal of Islamic Studies and Education
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/taqrib.v4i2.2283

Abstract

This narrative review examines the pedagogical opportunities, implementation challenges, and dimensions of teacher readiness regarding Kurikulum Merdeka in Arabic language instruction at Madrasah Aliyah. Employing a narrative literature review approach, literature records were purposively gathered from Google Scholar, institutional repositories, and reference cross-referencing, covering peer-reviewed publications and policy documents published between 2020 and 2026. A final corpus of 42 sources was selected for thematic analysis. The thematic synthesis reveals that the selected studies frequently report significant pedagogical opportunities, particularly enhanced instructional flexibility, project-based learning via P5-PPRA, and authentic assessment reform. However, these opportunities are reportedly constrained by structural-governance barriers stemming from dual ministry regulations, pedagogical-methodological gaps rooted in the entrenched grammar-translation tradition, and resource-infrastructural limitations that disproportionately affect rural madrasahs. Regarding teacher readiness, the literature indicates an asymmetric interpretive profile: while affective motivation and openness to reform are widely reported as positive, cognitive understanding and technological competence are frequently described as underdeveloped, largely attributed to fragmented institutional support. The study concludes that translating policy aspirations into classroom practice requires harmonised regulatory frameworks and sustained, subject-specific professional learning ecosystems. As an interpretive synthesis, these findings provide a conceptual map for policymakers and madrasah leaders, while highlighting the need for future empirical research to validate these thematic patterns.