I Wayan Artayasa
Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

AJARAN BHATARA SIWA DALAM LONTAR ANDHA BHUWANA KAJIAN PENDIDIKAN KARAKTER I Wayan Artayasa
Guna Widya: Jurnal Pendidikan Hindu Vol 8 No 1 (2021): Jurnal Guna Widya Volume 8 Nomor 1 Maret 2021
Publisher : Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.584 KB) | DOI: 10.25078/gw.v8i1.467

Abstract

Bhatara Shiva's teachings comprise various moral, ethical, and susila values. This value is exceptionally well practised and implemented in daily life. This value is included in Balinese Hindu religious texts, notably lontar texts. From ancient times to the present, the existence of lontar manuscripts to be studied and researched proceeds to expand to reveal character education values. One of the teachings of Hinduism is conveyed through stories. Character education is conveyed so that humankind is presented descriptions of knowledge, between good and bad; thus, they can choose one of those options. Both good and bad deeds have their respective consequences, which of course all religions expect that humans frequently do good things. Lontar Andha Bhuwana carries out stories regarding the teachings of Bhatara Shiva which need to be observed because they contain conversations between parents as a father (Bhatara Siwa), as a mother (Bhatara Giri Putri), and as a child (Bhatara Gana / Ganesha). This story is highly relevant as a reflection of education, primarily character education and has meaning in forming household harmony. Obligations as children devoted to their parents, be grateful for life, self-purification (pangruatan), and harmonise nature.
STRATEGI GURU PENDIDIKAN AGAMA HINDU DALAM MENGUATKAN SIKAP RELIGIUS DAN SOSIAL SISWA DI SMP WIDHYA BRATA MENGWI Ni Ketut Yuli Artini; I Made Arsa Wiguna; I Wayan Artayasa
Upadhyaya : Jurnal Penelitian Pendidikan Vol. 2 No. 1 (2021): Volume 2 Nomor 2 April 2021
Publisher : UHN IGB Sugriwa Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25078/up.v2i1.2648

Abstract

Selain cerdas dalam ilmu pengetahuan, setiap siswa juga harus memiliki etika dan moral yangbaik sesuai dengan ajaran dan norma-norma agama yang berlaku. Etika dan moral muncullahsikap religius dan sosial. Era globalisasi saat ini mengakibatkan terjadinya penyimpangan-penyimpangan khususnya pada kalangan remaja. Sehingga perlunya suatu strategi yang dapatmenguatkan sikap religius dan sosial pada setiap siswa. Peran guru terutamanya gurupendidikan Agama Hindu sangat menjadi ujung tombak dalam penguatan sikap religius dansosial siswa. Guru Pendidikan Agama Hindu diharapkan mampu untuk membimbing,memberikan motivasi dan memberikan pencerahan rohani kepada siswa agar memiliki sikapreligius dan sosial yang baik sesuai dengan norma-norma agama yang dapat diterapkan dalamkehidupan sehari-hari. Adapun beberapa sikap religius dan sosial siswa yang harus dikuatkanoleh siswa yaitu taat beribadah, jujur, disiplin, tanggung jawab, sopan dan santun, toleransi danperilaku syukur. Dalam menguatkan sikap religius dan sosial siswa adanya kendala-kendalayang dihadapi oleh guru Pendidikan Agama Hindu yaitu dari faktor internal dan faktoreksternal. Namun, dalam kendala yang dihadapi ada beberapa upaya yang dapat dilakukanuntuk menguatkan sikap religius dan sosial siswa yaitu upaya dari guru pendidikan AgamaHindu seperti memberikan motivasi dan mendorong siswa untuk melakukan sikap yang baiksesuai ajaran Agama Hindu, upaya dari siswa yaitu dengan mengikuti arahan dan tuntunan dariguru, upaya dari sekolah yaitu memantau dan memberikan dukungan yang optimal kepadasiswa, dan upaya dari komite sekolah yaitu dengan memenuhi sarana dan prasarana kegiatanpositif yang dapat menguatkan sikap religius dan sosial siswa seperti kegiatan ekstra kurikuler.